AMELIASEPTA

My Head Full of Dream

Juni 11, 2018

SEMANGAT ASIAN GAMES 2018 DARI KOTA INDUSTRI

by , in

Ada yang seru nih di bulan Agustus - September tahun 2018 ini. 

APA TUH? 

Indonesia akan kembali menjadi tuan rumah di ajang internasional yakni ASIAN GAMES 2018. Kita sebagai warga negara Indonesia tentu harus bangga karena ini sejak tahun 1962, Indonesia belum pernah lagi menjadi tuan rumah untuk Asian Games. Dan Indonesia bakalan mencetak sejarah karena akan mengadakan perhelatan ini di dua kota sekaligus (Jakarta dan Palembang). Keren kan!

Buat kalian yang belum tau, Asian Games adalah salah satu pesta olahraga terbesar se-Asia yang udah dilaksanakan sejak tahun 1951. Pertama kali pesta olahraga ini dilaksanakan di New Delhi, India. 

Keberadaan Indonesia menjadi tuan rumah adalah sebuah keberuntungan? 

Mengapa?

Hanoi yang awalnya ditunjuk menjadi tuan rumah untuk Asian Games kali ini mengundurkan diri karena ketidaksiapan negara Vietnam untuk membangun fasilitas yang memadai untuk mendukung pesta olahraga ini. Jadi tentu saja kesempatan emas ini ga akan disia-siakan oleh Indonesia.

Sebagai salah satu member Genpi Kepulauan Riau (Generasi Pesona Indonesia), yakni perpanjangan tangan dari Kementerian Pariwisata, adalah tugas saya untuk menyalurkan semangat Asian Games 2018 kepada seluruh masyarakat Indonesia, khusunya tempat saya tinggal di Kota Batam.

Batam adalah kota industri. Di sini waktu bergulir dengan cepat karena hampir sebagian besar masyarakat Batam adalah pekerja industri. Setiap pagi jalanan akan 'tumpah' dengan pekerja industri yang bersemangat mencari rejeki. Mungkin semangat inilah yang juga harus dimiliki oleh atlet-atlet kebanggaan Indonesia yang akan mewakili Indonesia nantinya di Asian Games 2018. Semangat untuk pantang menyerah mencapai satu tujuan. Menang.

Kota Batam yang cuma berjarak kurang lebih 149,5 km dari Singapura ini juga bersemangat dalam menyambut juga memeriahkan Asian Games 2018. Banyak baliho dan spanduk telah terpasang yang isinya adalah bersama-sama mendukung serta mensukseskan perhelatan internasional ini.

Terus udah pada tau belum kalau maskot Asian Games kali ini menggunakan binatang dari Indonesia.

YAKIN BELUM TAU?
SERIUSSS??
MAU TAU AJA ATAU MAU TAU BANGET NEH?

Nih kenalan dulu dong sama 3 maskot Asian Games 2018:



Yang pertama kenalin, KAKA. Badak bercula satu (Rhinoceros Sondaicus) adalah salah satu hewan yang dilindungi di Indonesia ini menjadi simbol kekuatan. Dan Kaka menggunakan pakaian tradisional dengan motif bunga khas Palembang, tempat perlombaan Asian Games akan berlangsung.


Yang kedua, ada Bhin Bhin. Burung Cendrawasih (Paradisaea Apoda) merupakan salah satu jenis satwa yang bukan hanya memiliki bulu yang indah namun juga kecerdasan. Makanya di Asian Games kali ini Bhin Bhin menginterpretasikan strategi. Untuk kostumnya Bhin Bhin menggunakan rompi dengan motif Asmat dari Papua.


Kecepatan adalah salah satu cara untuk mencapai kemenangan. Sangat sesuai dengan rusa Bawean (Hyelaphus Kuhlii) yang diberi nama Atung. Kostumnya adalah sarung dengan motif tumpal dari ibukota Indonesia, Jakarta.

Asian Games 2018 pasti memiliki dampak yang sangat besar bagi Indonesia. Bukan hanya di sektor olahraga tapi juga di pariwisata. Batam sendiri merupakan kota dengan tingkat kedatangan wisatawan asing yang lumayan tinggi. Semoga saja nih dengan adanya Asian Games 2018, atlet-atlet atau bahkan wisatawan bisa melipir ke sini untuk liburan.


Jadi tunggu apalagi?

Yuk kita dukung bersama Asian Games 2018. Kami dari Batam - Kepulauan Riau mengirimkan selaksa doa kepada seluruh atlet yang ikut berkompetisi untuk dapat menyabet seluruh medali. Kami dan semua orang di kota ini emang gila kerja, tapi Asian Games 2018 akan selalu menjadi cerita di sini. Mungkin di tengah kesibukan akan ada yang curi-curi nonton pertandingan basket Asian Games demi mendukung tim nasional bertanding. Atau sepulang kerja menghabiskan waktu bersorak untuk tim renang. Apapun itu, kami akan selalu mendukung semua yang bertanding.

Semangat INDONESIA!!!

Sukses ASIAN GAMES 2018!!!




Juni 04, 2018

Anivers Cafe : Surganya Pecinta One Piece

by , in
Weekend baru saja berlalu dan marilah bersama-sama kita mengheningkan cipta atas kepergiannya.


Jangan sedih gaissss!
6 hari lagi weekend kok...

Anyway busway,
Kumau bercerita nih.
Mau denger ga?
Mau tau ga?
Harus denger lah! Yang punya blog kan gue wkwkw :))

Jadiiiiiiiiii beberapa hari belakangan nih tersiar kabar bahwa pangeran sedang mencari istrinya HALAH!

Serius. Serius. Serius.

Jadi gue adalah salah satu dari sekian banyak umat manusia di bumi yang jatuh cinta dan mencintai salah satu manga asal Jepang. Apa itu? Tiada lain dan tiada bukan adalah ONE PIECE.

Buat kalian yang gak tau One Piece itu apa? GOOGLE SHAY!
Huahahahaha :))

One Piece adalah manga/ anime (kartun, kalo kata mak gue) yang dimulai sejak 1997 dan sampai detik ini belum juga keliatan ujungnya di mana. Manga karya Eiichiro Oda atau yang dipanggil penggemarnya dengan Oda Sensei ini memiliki jutaan penggemar yang tersebar di seluruh penjuru dunia. 

Gue pribadi suka One Piece sejak duduk di kelas 2 SMP *gausah tanya-tanya itu tahun kapan!
Dan selalu ngikutin manga ataupun animenya.
Dulu gue bahkan punya komiknya ampe volume ke sekian yang lalu dibakar emak karena waktu ujian nasional malah baca komik bukannya belajar huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa :((

Dan tersiar kabar ada kafe baru dengan bernuansakan One Piece.

WOW :3

Gue udah stalking instagramnya.
Kafe ini juga uda ramai banget dibicarain anak-anak di komunitas pecinta One Piece.
Gak pake nunggu dilamar lama, gue pun langsung datengin tu kafe biar tuntas rasa penasaran ini halahhh~

Dan.
Sungguh.
Kutidak kecewa.

Kafe ini berlokasi tepat di pinggir jalan besar jadi gampang banget nemuinnya. Dari masuk pintuk kafe udah terpampang nyata sebuah lukisan dari salah satu scene mengharukan di cerita One Piece. Suasana dan lampu kafenya nyaman banget. Juga ada beberapa action figure yang dipamerkan ownernya dalam lemari kaca. 

Histeria banget pokoknya di sini.
Gak bisa berhenti foto-foto.

jadi ini rasanya kepala w dielus Shanks
*sungguh HALU kak!

sisi lain kafe

Dan untuk menu makanannya juga gak terlalu mahal. Masih cocok untuk anak-anak sekolah atau juga kuliahan. Terus yang menarik nih, pas gue lagi heboh foto-foto dengan gatau malunya, pelayannya ngasih sesuatu ke meja kita yang langsung gue bilang "KITA GA PESEN MAS" *yah biasalah yaa namanya anak ekonomi wkwkw



Dan mas-masnya berkata:

GRATIS MBA...

OKE BAIK. Saya terima dengan senang hati :))

ini es krim gratisannya :))

Gue rasa ini adalah salah satu bentuk promonya mereka sebagai kafe yang baru aja resmi buka sejak sebulan yang lalu. Sebagai cewe kepo, gue sempet mewawancarai owner kafe ini yang ternyata adalah sepasang suami istri. Widya, istri pemilik kafe ini mengatakan ide dan konsep kafe ini sendiri terinspirasi dari suaminya yang ternyata sangat menggilai One Piece dan juga manga lainnya. Dan juga menurut Widya, kafe dengan konsep ini belum pernah ada di Batam. Dia juga mengatakan bahwa lantai dua kafe sedang dipersiapkan untuk perayaan/ event. Jadi buat komunitas/ penggiat medsos yang pengen ngadain acara bisa ni di sini.

Keren banget pokoknya.



Kalian sama seperti gue? Suka banget sama One Piece?

BURUAN KE SINI!!




Alamat Anivers Cafe:
Jalan Raja Fisabillah, Ruko Mahkota Raya Blok G/6 
Batam Centre, Batam - Kepulauan Riau
(Sebelum Ocarina, sebelah The Cipole)


Bonus Pict:

di piring eskrim tadi ada lambang mugiwara pirates
UCU ANETTTT :3
Juni 04, 2018

Buka Puasa Dengan Ogura Kurma

by , in
Semangat SENIN PAGI gaisssssssssssssssss!!!

Gimana kelancaran puasanya? Masih lancar jaya atau udah ada yang 'budi' nehhhhh.


Buat temen-temen yang berpuasa, buka puasa pastilah menjadi salah satu hal yang ditunggu-tungu bangetkan. Memasuki pertengahan puasa gini undangan berbuka puasa pun udah tersebar di mana-mana kaya kenangan. Tapi semoga itu bukan WACANA FOREVER *korbaniklan

Tapi kadang kita mungkin suka bosen dengan menu yang itu-itu aja. Bahkan malah bingung hari ini buka pake apa yahhhhhh. Tapi kalian tida perlu kuatir, gue mau ngenalin satu  makanan yang bisa jadi rekomendasi menu buka puasa temen-temen semuanya.

APA TU KAKKK??

JAWABANNYA ADALAH: OGURA KURMA!

Ogura Kurma

Wahhhh jarang banget nih ada cake yang mengangkat kurma sebagai pilihan rasanya.

Irwansyah dan Zaskia Sungkar sebagai owner Batam Ogura mengatakan bahwa varian terbaru dari Batam Ogura ini memang sengaja dilaunching untuk menyambut bulan Ramadan. Dapat dijadikan pilihan menu buka puasa untuk masyarakat yang ingin mencoba hal baru dari kurma.

Irwansyah dan Zaskia meluncurkan Ogura Kurma sebagai varian terbaru Batam Ogura




Varian terbaru ini adalah 'adik bungsu' dari varian lainnya seperti: red velvet, green tea, oreo, tiramisu, keju, coklat dan durian.

Keliatan dong yah dari bentuknya, udah kebayang enak banget nih.
Saat gigitan pertama kalian akan merasakan lembutnya cake, lalu tidak kalah lagi rasa kurma yang melted banget di lidah. FAVORIT :3

Jadi buat temen-temen yang lain gak perlu bingung dong kalau bosen dengan menu buka puasa yang itu-itu aja. Kuy cobain Ogura Kurma, karena varian ini cuma ada di bulan Ramadan saja. Sayang banget kan kalau ampe ga nyobain kue kekinian ini.

Biar temen-temen ada gambaran berapa sih harga Batam Ogura, nih kuberitahu bocorannya:

1. Red Velvet        Rp 58.000
2. Green Tea         Rp 58.000
3. Oreo                  Rp 65.000
4. Tiramisu            Rp 65.000
5. Keju                  Rp 60.000
6. Coklat               Rp 55.000
7. Durian               Rp 60.000
8. Kurma               Rp 65.000 (selama bulan Ramadan)

TERUS BELINYA DI MANA KAK?

Batam Ogura memiliki bebrapa outlet nih di Kota Batam, yakni:

- Komplek Lumbung Rezeki Blok D No. 2 Nagoya (Depan Nagoya Hill)

- Fanindo, Batu Aji

- Panbil, Mukakuning

- Bandara Internasional Hang Nadim


Gausah mikir pake lama, langsung otw beli kak!!!




Bonus Pict:

Jangan bandingin idungnya ya kak, jangannnnn.


Mei 07, 2018

Blogger Kepri Dalam Rumah Imaji

by , in
Hay gaisssssssssss!!!

Akhirnya setelah lewat satu purnama, tulisan ini kelar jugaaa.
Karena jadwal tiap minggu padat merayap, sebenernya mah sok sibuk aja yang menggila di dalam kepala pun hanya bisa tersimpan di draft saja eheee.

Sekarang gue mau cerita acara kumpul blogger Kepri yang diadakan di Lagoi Bay, Bintan Resorts.
Pertama kali dapat undangan dan flyernya mata gue langsung jelalatan liat siapa narasumbernya.



TEBAK ADA SIAPA AJA!


Ada kak Terry Endropoetro yang juga adalah seorang blogger, ada kak Eka Kurniawan yang lagi hits dengan smart budget backpacker-nya, ada kak Rere yang juga travel blogger, dan ini nih yang paling penting siapa diaaaaaaa??? KAK TIKA! Yang lebih dikenal dekal Swastika Nohara. Kalian gak tau siapa dia? Wah parah parah parah! Tau film 3 srikandi? Cahaya dari timur? Itu adalah beberapa script buatan dia. Selain Jenny Jusuf, kakak ini salah satu idolaqueee!

Oke kembali ke laptop.

Acara yang dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 29 April 2018 ini dilaksanakan di Food⧫Gram di Plaza Lagoi. Dari namanya aja pasti udah kebayang dong yah tempatnya pasti instagram-able sekali. Gue dan beberapa temen-temen blogger yang dari Batam berangkat menuju Bintan pagi-pagi sekali karena acara di jadwalkan akan dimulai jam 8 pagi. Sungguh bangun pagi di hari libur itu beraaaaaaaaaaattttttttttttt, apalagi tadi malam itu malam minggu huhuuu.

Beberapa tim hore dari Batam :))

Setelah semua temen-temen blogger yang dari Batam sampai di pelabuhan Tanjung Uban, ternyata udah ada bis yang ditugaskan untuk menjemput kami. Dan enaknya lagi nih, busnya pake AC dong. Ga luntur make-up princess :))

Perjalanan dari pelabuhan ke venue acara memakan waktu kurang lebih satu jam. Dan setibanya di sana yah emang susah yah liat tempat bagus, langsung ngacir semuanya foto huahahaha.

Foto kalender 2018 versi Blogger Kepri
Pict: Robby

Dan setelah semua narasumber datang, dimulailah acara diskusi ini.


Diskusi dibuka dengan pemaparan singkat dari Pak Abdul Wahab selaku Group General Manager, PT. Bintan Resort Cakrawala. Pak Wahab menuturkan bahwa Bintan Resort saat ini memiliki sekitar 2.000 kamar yang tersedia. Namun dengan kapasitas kamar yang sebanyak ini masih belum mampu menampung banyaknya wisman yang datang ke Bintan. Event di Bintan itu banyak banget. Mulai dari kemarin ada Festival Pulau Penyengat, Tour De Bintan, dan yang akan berlangsung Bintan Triathlon. Event dengan skala internasional ini membuat kunjungan wisawatan ke Bintan menjadi sangat meningkat. Dan tentu saja hotel dan seluruh penginapan akan full booked. Hal ini yang menjadikan alasan akan ditambah kamar untuk mengoptimalkan kedatangan wisatawan ke Bintan, tutur Pak Wahab.

Acara yang dibawa kak Rere sebagai moderator berjalan seru dan hangat. Pertanyaan dilemparkan bergantian kepada seluruh narasumber. Kak Eka Kurniawan contohnya, yang ternyata pernah tinggal di Bintan beberapa tahun silam mengatakan bahwa Bintan sudah mengalami kemajuan yang cukup pesat. Banyak hal positif yang sekarang menjadikan Bintan layak untuk dijadikan tempat destinasi wisata baik luar atau lokal. Kak Terry juga berpendapat sama. Setelah menghabiskan waktu di Tanjung Pinang dan Bintan, dirinya mengaku sangat jatuh cinta pada tempat ini. Apalagi baju adat Melayu yang dikenakannya di Pulau Penyengat. Itu adalah favoritnya :))

Sedangkan Kak Tika mempunyai kesukaan sendiri yakni rumah arang. Rumah yang berbentuk seperti Igloo ini adalah tempat yang ditinggali oleh Suku Anak Laut, dahulu sekali. Mereka juga bercerita tentang serunya berpetualang mengelilingi Hutan Mangrove yang ada di Bintan. Serunya ketakutan karna kejatuhan ular dari atas pohon saat melintasi Hutan Mangrove sampai serunya bermain air dan permainan lainnya di Bintan Resorts.

Mereka bertiga sepakat bahwa Bintan memang layak dijadikan sebagai salah satu tempat liburan. Entah berburu adat istiadat dan budaya, liburan keluarga, dan juga liburan untuk diri sendiri. 

Blogger Kepri, Genpi Bintan, dan Narasumber

versi hitsnya :))


Setelah diskusi panjang dan sesi foto yang ceria, Bintan Resort ternyata berbaik hati memberikan kami tiker gratis masuk ke Rumah Imaji. Apa itu rumah imaji? Coba kalian simpulkan sendiri sambil lihat foto-foto hists blogger Kepri ini :))

Tiket gratis :))


Ini sebelum masuk ke rumah imaji.
Tasnya samaan yah, ciee dapat goodiebag...
TAPI BOONG!
Itu isinya sepatu kami semua huahahaha, masuk ke rumah imaji diwajibkan buat lepas sepatu







kalo udah cape nulis gini kali yah, leyeh-leyeh manjahhh


naluri yang susah ilangnya 

Rumah Imaji punya banyak banget spot keren. Ga akan puas kalau cuma sebentar di dalam. Minimal kalian harus siapkan waktu dan juga tenaga (karena foto disini sangat melelahkan aktingnya wkwkwk). Tapi tempat ini juga bisa dijadikan tempat wisata keluarga atau bareng sahabat atau gebetan apalagi mantan. Yah asal jangan gebetan dan mantan ketemu aja disini *mulai ngelantur :))

Begitulah cerita keseruan bersama blogger Kepri yang selalu menuai banyak tawa.
Banyak ilmu dan pelajaran yang gue dapat di sini. Mulai dari narasumber bahkan dari temen-temen blogger Kepri sendiri. Terimakasih yah Bintan Resort, karena acara ini blogger Kepri jadi bisa kumpul-kumpul deh. Ditunggu undangan selanjutnya :3


Bonus pict:

Bareng Kak Tika :3





April 23, 2018

3 TIPE PENGENDARA WANITA DI JALAN RAYA

by , in
SEMANGAT SENIN \o/

Gimana Seninnya?
Udah banyak deadline?
Udah banyak laporan?
Udah ngantuk?
SAMA DONG!

Di Senin pagi yang cerah di Kota Batam ini, hati gue ga ikutan cerah.

KENAPA?

Karena tadi pagi jengkel banget sama salah satu pengguna jalan yang juga pengendara motor yang kebetulan adalah seorang ibu-ibu.

Oke.
Baiq.
Baiq.
Baiq.



Pernahkah kalian mendengar banyolan pengguna jalan "IBU-IBU KALO BAWA MOTOR TIDA PERNA SALA!"

DAN ITU BENAR ADANYA SODARA-SODARA!

Dia nyalain lampu sein ke kanan. Dan saat gue mau salip ke sebelah kiri. Dia ikutan mepet dong ke kiri. Oke. Hal ini gak boleh ngerusak mood Senin gue. Gue ambil jalan kanan lagi. Dan ibu-ibu kembali mepet ke kanan. Ga jelas arah dan tujuannya. Gue klakson. Dia klakson balik. Gue ngalah aja akhirnya liat manatau ibu ini emang pengen belok di tikungan depan. Dua tikungan lewat gitu aja dan lampu seinnya masih menyala, TAPI DIA GA BELOK JUGA PFT.


Okelah, gue memutuskan mencoba menyalip lagi dari kanan. Tapi lagi-lagi dia mepet ke kanan. Gue coba lagi ke kiri, begitu lagi.
YAILAH!
Gua kaya lagi balapan jadinya sama ibu-ibu ini.
Ga dikasih lewat mulu.
Akhirnya gue sejajarin motor kita, buka helm dan dengan senyum manis gue bilang "Bu lampu seinnya nyala." 
Ternyata senyum manis gue tidak berfaedah. Ibu itu buka helm dan teriak:

"LAMPU MOTOR SAYA KOK KAMU YANG SIBUK! JALAN AJA SIH KAN JALANANNYA LUAS!!!"

Iya.
Jalanannya luas.
Tapi dari tadi ibu ga kasih saya lewat :(

*mewek di pojokan*

Gue udah bawa motor dari kelas 2 SMK. Which is udah banyak banget tingkah polah pengguna jalan yang gue liat. Tapi kali ini yang mau gue kelompokkan adalah pengendara wanita. Kenapa?
YA KARNA GUE WANITA LAH!
Hahahaha :))
Karena gue wanita, gue juga pernah kok menjadi orang-orang yang bakalan gue ceritain ini. Dan kalau kalian liat atau berpapasan dengan salah satu di antaranya,

"BERSABARLAH! BERSABARLAH! SELAMATKAN DIRI KALIAN!"

_____________________________________________________________

Jadi, ini dia 3 TIPE PENGENDARA WANITA DI JALAN RAYA!

Cekidot!

1. Tipe Penuh Keraguan

Yak ini adalah tipe pertama. Biasanya pengendara wanita yang penuh keraguan ini gemesin banget. Dia ada di tengah jalan raya, di kiri dan kanannya ada mobil, mungkin niat hati ini menyalip tapi apa daya nyali tak mampu. Jadi dia tetep aja gitu ada di tengah. Ga ke kiri ga ke kanan. Kalau pas ada di belakang dia serba salah deh mau ke mana. 

2. Tipe Penuh Keegoisan

Tipe yang ragu-ragu tadi, kalau diklakson dia akan sedikit mau mengalah. Tapi engga dengan tipe yang satu ini. Pernah gue bersisian dengan pengendara wanita tentunya. Jalan di depan kita kecil banget. Dan motor gue udah masuk setengah. Cewek ini masih aja maksain motornya ada di sebelah motor gue. Yang tentu aja buat bete. Udah tau ga muat tapi dia tetep maksa motornya bersisian. Jadi pas lampu hijau, kita jadi rebutan jalan. Posisi itu sebenernya memungkinkan gue buat lewat duluan. Tapi orang yang di sebelah ternyata tidak mau tau. Dia ngegas motornya pokoknya dia mesti duluan lewat dan akhirnya betis gue kesabet sama badan motornya. Gilee ni cewek di jalan aja egois bener apalagi di hubungan pft.

3. Tipe Penuh Ketidaktahuan

Bagaimana dengan tipe yang ini. Ketidaktahuan yang gue maksud adalah ketidaktahuan tentang rambu atau peraturan lainnya di jalan raya. Forbidden dilewatin, ga boleh u-turn dilanggar, kendaraannya lambat tapi dia di jalur cepet, mau ke kanan tapi seinnya ke kiri -_-. Tapi begitu ada mobil atau motor yang dengan baik hati mengingatkan, GALAKKAN DIA. Siap bosque!

Itulah dia 3 tipe pengendara di jalan raya. Gue pernah jadi salah satunya, dulu tapi yeee. Sekarang mah udah pinter wkwkw :))

Punya pengalaman serupa?
Share yukkkk!



With love,

ameliasepta
April 17, 2018

Cerita Penuh Cinta di Jogjakarta

by , in
Whatssss up yo!
Setelah entah berapa purnama akhirnya nulis tentang perjalanan ini juga.
Maklum.
Saat akan menulis, tentu melihat foto, yang akhirnya gue malah senyum-senyum sendiri mengingat momennya, lalu mood untuk menulis pun buyar.

malu akutuuu

Tetapi mengingat perjalanan ini sudah direncanakan sangat lama yakni Desember 2017, sangat sayang kalau cuma disimpan sendirian ajah.

JADI, CEKIDOT :3

Desember kemarin KAI ngadain promo gede-gedean. Dan tanpa pikir panjang gue adalah salah satu partisipan khilaf yang membeli tiket kereta Jakarta - Jogjakarta untuk keberangkatan Februari. Entah sejak kapan sih jadi orang yang "BELI TIKET AJA DULU, BERANGKAT ATAU ENGGA BELAKANGAN" haft~

Khilaf ini tidak dilakukan sendirian, temen gue yang domisili di Jakarta juga terkena imbasnya. Akhirnya kita berdua mengantongi tiket promo KAI.

Di Januari, dia chat gue yang intinya adalah cowonya dia minta ikut.

BAIQ.

Apakah kuharus menjadi obat nyamuk sendirian?
Tentu tidaaaa.
Kuharus mengajak orang lain untuk jadi obat nyamuk juga wkwk.

Pilihan gue pun jatuh kepada seseorang yang udah ada di hidup gue dari delapan tahun yang lalu uuuuuuu. Bukan. Kita bukan pacaran ampe delapan tahun kok wkwk, kapan kapan lah ya gue ceritain tentang kisah kami :3

Omong-omong tentang partner obat nyamuk gue ini, namanya Ramadani Saputra Halawa. Cowok berdarah setengah Nias setengah Padang (samaan dong kita ye), adalah orang yang kalo diajak kemana aja ayok :))

Jadi tahun lalu kita kebetulan ngetrip ke Sumatera Barat, motoran dari Pekanbaru, dan di perjalanan pulang kita iseng-iseng ngobrol,

"Abis ini kita mainnya jauhan dikit lah sob, naik cawat"

"Contohnya kemana?"

"Jogja mungkin. Pengen deh ke Jogja sama kamu."

"Kapan?"

"Ya gatau kapan. Niat aja dulu, bisa apa engga kan belakangan muehee"

Itu kilas singkat obrolan iseng kami. Yang ternyata lagi-lagi dipeluk semesta. Gila ya omongan iseng gue jadi kenyataan mulu. Jadi mesti mawas diri nih kalo mau ucapin segala sesuatu.

Long short story,

Kita berempat pun menjadi dua pasang pemuda pemudi yang menempuh perjalanan Jakarta-Jogjakarta. Dua temen gue yang lain karna domisilinya emang di Jakarta yah lebih gampang. Gue dan Rama yang harus menempuh jalur udara.

Gue dari Batam.
Rama dari Pekanbaru.
Seharusnya gue landing duluan.
Tapi ternyata kenyataan tidak sejalan dengan harapan.
Pesawat gue delay.
3 JAM!
Yhaaaaaaaaaaaaaaaaaa~

Yaudahlah yah gausah ngomel-ngomel kejebak drama delay. Namanya juga sobat misqin pake maskapai mure jadi terima cajahlah, pasrah akutu :(
Yang buat khawatir sebenernya adalah kalau sampai delaynya lebih dari 3 jam fixlah gue bakal ketinggalan kereta. Gak tau liburannya bakal gimana kalo ampe kejadian :(
Tapi emang rejeki masih dikasih jalan-jalan, pesawat yang dinanti tiba juga dan mendarat 2 jam sebelum kereta berangkat. Lumayan menegangkan karena dari Bandara Soetta ke Stasiun Senen biasanya macet tak terkira.

Sampai di Soetta, udah disambut dengan senyum manis Rama. Terus apa lelah dan panik gue ilang? Tentu tidak! Wkwk. Gue langsung pesen Go Car dan misuh-misuh takut ketinggalan kereta. Dan enaknya punya partner jalan-jalan yang sabar kaya Rama, dia santai aja, selalu nenangin bilang gapapa dan kalau ketinggalan kereta yaudah kita liburan di Jakarta aja :))

SERAH KAMUH AJA DEH RAM!

Dapet supir Go Car yang lagi-lagi adalah orang Nias hahahaa. Dan pertanyaan yang gue tanyain adalah:

"PAK KITA BISA SAMPAI SEBELUM JAM TUJUH KAN PAK"

Nyolot ye mba :))
Bapaknya meyakini bahwa kami bakal sampai tepat waktu. Walau gue tetep aja tidak tenang.
Tapi ternyata janji bapak go-car bukanlah janji palsu. Tepat jam setengah 7 kami sampai dengan selamat tanpa kekurangan suatu apapun di Stasiun Senen dan berjumpa dengan dua temen lainnya yang juga udah jantungan nungguin kita takut ketinggalan kereta.

Gak lama boarding, kita langsung naik ke kereta. Drama delay dan takut ketinggalan kereta buat tenaga gue abis. Jadi pas di kereta langsung tidur setelah tentu saja bergosip dulu sebentar dengan temen yang udah lama ga jumpa. Delapan jam lagi gue akan sampai di Jogjakarta. Kota yang selalu aja buat rindu. Tidur di kereta delapan jam ternyata lumayan buat leher pegel yah. Tapi untung punya Rama yang bilang  "nanti pulang kita beli bantal tidur yah" gilee peka bener ini orang hahahaa.

Day one - 17 Februari 2018

Jam empat subuh, kami berempat sampai di Stasiun Tugu Jogjakarta.
Di luar stasiun, sahabat gue semasa kuliah di Batam yang lagi lanjutin S2 di sini udah duduk cantik menunggu kita. Kedatangan kita di Jogja disambut dengan hujan. Dan karena masih terlalu subuh kami segera beranjak ke kosan dia untuk istirahat sejenak sebelum mulai eksplore kota Jogja.

Di perjalanan kali ini kami memutuskan untuk sewa motor. Karena tahun 2015 kemarin gue ke sini pake mobil dan berakhir dengan cape di jalan terus ga kesampaian ke mana-mana karena macet. Belajar dari pengalaman itu makanya kita memutuskan untuk pake motor aja. Sewa motor di sini juga ga terlalu mahal, setelah nego akhirnya kita dapet harga sewa sebesar Rp 200.000/ motor selama 3 hari.

Perjalanan dimulai dengan sarapan dulu. Butuh amunisi nih buat keliling Jogja. Sahabat gue yang udah stay di Jogja hampir dua tahun merekomendasikan sarapan di Soto Pak Zaenal. Soto yang disajiin penampilannya sama kaya soto lainnya, tapi rasanya ENAAAAAKKKKKK banget, terus bisa ditambah sama ceker sepiring, tambahin jeruk nipis, segeerrrrrrr. Terus udah makan banyak banget kaya orang kalap, harganya ga mahal! Tipikal Jogjakarta sekali :3

Soto Pak Zaenal

Perut kenyang hatipun senang. Kaki siap melangkah dan menerjang. Tempat wisata pertama yang kami kunjungi adalah Taman Nasional Gunung Merapi. Yah belum bisa nanjak ke sini minimal bisa foto backgroundnya ini, tapi apa daya hati tak sampai. Sampai di pintu masuk ternyata ada peraturan baru yang melarang motor masuk sampai ke atas karena alasan keamanan. SEDIH :(((

Karena ngeyel dan tidak terima dilarang, kami berlima pun mengambil jalur ekstrem. Menerobos masuk lewat jalan lain. Ini keras kepala yang ga berfaedah sebenernya. Dilarang itu tentu karna suatu alasan, tapi karna ngotot juga akhirnya kamipun sadar kenapa larangan itu ada. Jalan yang kami lalui penuh bebatuan. Awalnya masih bisa dilewati. Tapi lama-kelamaan semakin sulit apalagi jalannya juga semakin menanjak. Sementara di kiri dan kanan jeep berlalu lalang. Sudah banyak supir jeep yang meneriaki kami kalau ini bukan jalur motor apalagi motor matic, tapi kami sabodo teuing dan lanjut ajah terus. Setengah jam kemudian salah satu motor kami mulai berasap, panik! Ternyata motornya ga kuat lewatin medan kaya gini.

YAH KAN DARI TADI UDAH DILARANG NENG, NGAPA NGEYEL PFT.

Dengan berat hati kami pun turun.
Sahabat gue sempet nyuruh kita buat naik jeep aja. Tapi karna udah kepalang malu, terus badmood juga, gue langsung nolak. GANTI TEMPAT AJA DEH!

Di perjalanan turun di sisi jalan sebelum Gunung Merapi kami ngeliat tempat wisata yang tidak terlalu ramai. Temen gue langsung membelokkan motornya ke sini yang otomatis kita pun ngekor. Nama tempat itu Kali Kuning Park. Tiket masuknya cuma Rp 10.000/ orang dengan bonus dua tempat wisata lainnya loh.

Gerbang masuk Kali Kuning Park

Kekecewaan tidak bisa melihat Gunung Merapi secara dekat terbayar di sini. Kenapa. Karena tepat di salah satu tempat foto, di belakangnya Gunung Merapi berdiri dengan gagahnya.

Di belakang sana Merapi sedang tertutup awan


Ini spot foto lainnya, asik banget itu ayunannya bisa diputer-puter sesuai keinginan biar pas sama angle foto. Yah asal jangan kaya gue aja sih nasibnya diputerin ampe tengah terus mau ditinggalin huhu :((

Kali Kuning Park ini lumayan strategis tempatnya karena langsung berhadapan dengan Gunung Merapi. Dan banyak banget spot foto yang buat kalian ga akan puas bentar doang ada di sini. 

Perjalanan kami pun berlanjut ke Air Terjun Tlogo Muncar.
Untuk masuk ke sini, akan dikenakan biaya retribusi  yang tujuannya adalah untuk pembangunan dan kebersihan tempat ini. Murah banget lagi cuma Rp 5.000/ orang dan asurasi Rp 1.000/ orang. Setelah pintu masuk mata akan dimanjakan dengan pemandangan hijaunya hutan. Iyah, jauh-jauh ke Jogja nyarinya hutan lagi :))

HUTAN :3

Rimbunnya pepohonan, sejuknya hawa dari air terjun, dan banyak area permainan di sini membuat tempat ini sangat layak untuk dikunjungi. Menariknya lagi di tempat ini, monyet/ kera dibiarkan bebas berkeliaran. Namun tentu saja para pengunjung dihimbau untuk tetap menjaga barang bawaan masing-masing.



Air Terjun ini di musim hujan bakal deras banget.
Bahkan pengunjung dilarang untuk mendekat kalau lagi deras-derasnya.
Sayang waktu ke sini lagi musim panas, cuma kena sedikit percikan airnya aja nih


Puas berkeliling kami memutuskan untuk makan siang di mi ayam yang udah buat jatuh cinta sejak datang di Jogjakarta pertama kalinya. Mi Ayam Ibu Tumini! Mi ayam yang terkenal banget ini emang enak banget. Porsi makanannya banyak banget dengan ayam dan ceker yang berlimpah. Selain itu untuk makan di sini juga menguji kesabaran karna selalu penuh dan kadang ga kebagian tempat loh.

mi ayam Bu Tumini yang dirindukan :3

Mengisi perut dan leyeh-leyeh sebentar kami berdiskusi akan melihat sunset. Kamipun melanjutkan perjalanan. Setelah jalanan yang berkelok-kelok, tidak lama tercium aroma laut dan matahari yang beranjak tenggelam. Di sepanjang jalan banyak sekali taman-taman bunga matahari. Taman ini memang sengaja dibuat untuk wisatawan yang ingin berfoto/ berselfie ria.

Dan tibalah kami di Mercusuar Pantai Goa Cemara.

Ngeliat sunset di pantai mah udah biasa yah. Tapi ngeliat sunset dari atas mercusuar adalah pengalaman yang bener-bener baru buat gue. Rasa penasaran semakin membumbung tinggi melihat tingginya mercusuar ini. Untuk masuk ke dalam kita cuma perlu membayar parkir motor sebesar Rp 2.000 dan Rp 5.000 untuk biaya kebersihan mercusuar.

Tinggi banget kannnnnnn

Ada yang bilang untuk melihat sesuatu yang indah dibutuhkan perjuangan yang tidak mudah. Mercusuar ini salah satunya. Untuk sampai di atas sana, gue dan temen-temen harus menapaki sekitar 7 atau 8 lantai (entahlah berapa ampe ga bisa ngitung lagi) yang dihiasi anak tangga yang melingkar. Kadang kami berhenti untuk menarik napas sejenak dan semakin tinggi di jendela mercusuar tiap lantai terhampar pemandangan yang indaaaahhhhhh  banget. Itu yang menjadi motivasi untuk kita terus naik ke atas.


Pemandangan dari jendela di entah lantai ke-berapa

Dan semua keletihan menapaki setiap anak tangga itu sirna begitu aja waktu ngeliat gimana pemandangan dari atas sini. Pantai menghampar luas. Matahari bersiap pulang ke peraduannya. Sungguh ciptaan Tuhan itu luar biasa banget :3

Pemandangan dari atas mercusuar


Dan matahari terbenam yang dinanti pun tiba.

memeluk swastamita di Jogjakarta


Perjalanan hari pertama pun berakhir dengan sempurna.
Dengan matahari dan segala cerita.
Kami memutuskan untuk pulang dan beristirahat.
Besok pasti akan ada cerita yang berbeda,


Bersambung...



Bonus pict:

Senja dari atas mercusuar :3







April 13, 2018

Puncak Merpati Kujejaki Bersama Sahabat Sejati

by , in


Setelah kegalauan hati di cadas Gunung Marapi, baca di sini.

Gue memantapkan hati dan tekad untuk terus melangkah maju.
Menyusuri setiap jalan bebatuan menuju puncak.
Berat? Tentu.
Sulit? Sangat.
Tapi dibelakang, semua teman-teman pendakian tidak berhenti untuk menyemangati.
Kadang diingatkan untuk istirahat, mengambil jeda sesaat.
Sesekali gue melihat ke belakang. Jalan yang telah dilalui dengan seluruh kekuatan hati.
Waktu itu udah hampir senja. Dan pemandangan dari lereng gunung adalah hal yang membuat gue tidak berhenti merasa kecil sebagai seorang manusia. Juga bersyukur tentunya. Gue menguatkan hati dan kaki. Puncak sebentar lagi.

Dan tepat pukul setengah enam sore.
Gue, Magdalena Amelia Anur Septawati Waruwu.
Yang dari dulu cuma bisa mimpi-mimpi doang ada di puncak tertinggi.
Ada di sini.
Di Tugu Abel.
Di atas Gunung Marapi.
Air mata gue turun.
Gue menangis.


Foto ini diambil abis mewek, kalo di zoom keliatan kali tu sisa-sisa air matanya huhuu

Waktu sampai di Tugu Abel, gue kepisah sama 3 anak Batam yang lain. Mereka masih jalan di cadas. Setelah habis drama terharunya, gue pun kembali menjadi netizen kekinian yang noraque. SAATNYA FOTO-FOTO!

Itu Singgalang.
Dari bawah ampe atas pemandangan Singgalang ga ada habisnya.


TUGU ABEL


menjemput swastamita :3

Walau lelah tetap berusaha #selfie


Senja di Tugu Abel

Udara di atas sini semakin dingin dan menusuk. Angin juga bertiup kencang. Karena itu gue langsung diarahkan untuk ke tenda. Dari Tugu Abel ke tenda itu kira 15 menitan jaraknya. Dan malam ini cuma tim kita doang yang diriin tenda di sini. Tempatnya bener-bener luas kaya lapangan bola. Dari kejauhan bulan purnama malu-malu menampakkan dirinya.

tenda kami :3

Hari mulai gelap. Tapi belum satupun temen-temen gue yang dari Batam keliatan. Setiap ada yang naik gue ga berhenti nanyain "yang lain mana?". Karena mengingat jalur di lereng gunung lumayan berbahaya apalagi kalau dilewatin malam hari, pasti mereka bakal kerepotan kalau gelap-gelapan di sana.

Sekitar jam 7 atau setengah delapan malam, temen-temen gue sampe. Dengan kondisi salah satu dari mereka udah menggigil parah kedinginan sambil menangis. Di tenda dia pun langsung dihangatkan. Selimut, air panas, pelukan dia adalah hal-hal yang sangat berharga di atas sini. Tenda yang ada bahkan ampe bergoyang-goyang saking kencangnya angin. Kalau biasanya di Batam abis diriin tenda bakal ada api unggun, di sini engga. Malah gaboleh ada api unggun karena punya potensi buat tenda kebakaran. Jadilah kami mendem aja di dalam tenda. Beberapa kali sahabat gue yang kedinginan ini pengen tidur dan selalu di larang. Katanya kalau udah gejala hipo emang ga boleh tidur.

Tenda terakhir yaitu tenda kami pun berdiri, karena tadi sebelumnya kami numpang di tenda orang hahahaa. Karena tau diri kami pun pindah. Tapi ada yang salah. Carrier gue dan salah satu temen belum sampe ke atas. Karena orang-orang yang bawain tas kita emang yang terakhir sampai di cadas. Gue masih mencoba berpikir positif "mungkin sebentar lagi mereka bakal sampe". Baik...

Jam delapan malam...
Udara semakin dingin dan angin juga semakin kencang.
Padahal langitnya cerah banget. Bulan bersinar terang. Purnama.
Dan saat-saat yang lumayan menakutkan dalam hidup pun gue rasain.

Jadi pas udah di tenda kita langsung atur posisi biar bisa tidur dengan nyaman karna gatau mau ngapain juga. Gue yang ga pake jaket minjem jaket orang (secara tas gue ampe jam segini masih belum juga sampe di atas). Baju yang gue pake pun cuma satu lapis dan itu basah karna keringet. Entah kenapa gue ga inisiatif buat minjem baju kering dan malah terus pake baju itu. Gue pun ketiduran. Dan ini sumber masalahnya.

Dengan kondisi baju basah, udara yang dingin, dan kondisi "lainnya". Gue menggigil dalam tidur. Awalnya gue kira ini cuma kedinginan biasa. Dan tertidurlah gue.

Tiba-tiba pas gue kebangun dengan keadaan yang udah ga karuan lagi gimana menggigilnya, sebelah kanan dan belakang udah dipeluk sama temen-temen gue. Kaos kaki gue juga udah dilepas dan telapak kaki udah di gosok-gosok ama temen yang lainnya. Telapak tangan juga ga luput. Mereka berusaha keras buat gue sadar sepenuhnya. Dalam kepala pikiran udah aneh-aneh. Apa iya ini saat terakhir gue idup? Orangtua gue gimana entar? Mimpi gue masih banyak. Silih berganti pikiran yang ada waktu itu. Badan kaku dan ga bisa digerakin. Bahkan waktu tangan gue dideketin ke api pun sama sekali ga terasa panas. Dan gue ampe menangis tersedu-sedu, entah kenapa -_-

Tapi kayanya Tuhan masih sayang gue yah. Saat-saat kritis itupun lewat. Gue mulai normal. Napas mulai teratur. Menggigil juga udah mulai kurang. Temen-temen lain mulai lega. Jaket gue udah diganti dengan yang lebih tebal. Udah pake sarung tangan hasil pinjeman. Kaos kaki juga udah dipasang lagi. Udah diselimutin juga ama sleeping bag yang lagi-lagi hasil pinjeman. Karena tas ga sampe juga, sungguh merasa miskin dan merepotkan orang lain :(


sumber kehangatan yang HQQ 


Tadi awalnya temen gue. Sekarang gue. Temen-temen yang udah sering naik ke Marapi pun mengutus dua orang buat berjaga-jaga di dalam tenda kita. Kalau-kalau nanti gue atau temen gue kumat lagi. Jadilah akhirnya kita tidur berenam di tenda. Dan waktu terasa berputar sangaaaaaattttt lama. Setiap kebangun liat jam masih jam 10, masih jam setengah 11, jam 11. Rusak kayanya jam gue. Sampai salah satu anak yang di tenda kita nyeletuk "di gunung waktu kerasa lama kak, nikmati aja".

Baik. Baik. Baik.

Menjelang tengah malam atau lewat tengah malam gue lupa karna frustasi liat jam yang lama geraknya, dari tenda sebelah mengalun ayat-ayat suci Alquran. Tentu saja kita semua tau ada sesuatu yang tidak benar. Tapi sebelum naik gunung, pas lagi di pos registrasi pendaki, kami udah diperingatkan. Apapun yang dilihat, dengar, dan rasakan jangan omongin di sini. Nanti pas turun ke bawah. Kami pun cuma bisa diam seribu bahasa. Sungguh malam yang mencekam :((

Jam 3 subuh gue bangun. Udah ga bisa tidur lagi. Gue memutuskan untuk melihat-lihat keadaan sekitar karna di luar udah mulai rame. Udah ada yang gitaran, ada yang masak-masak, ada yang teriak" minta ditemenin pipis hahaaa. Pas gue buka tenda, pemandangan langit di atas sana indaaaaaahhhhh banget. Banyak bintang. Tapi ga keliatan milkyway karna bulannya terang banget kaya lampu neon 100 watt.

Kenapa anak-anak sebagian besar udah pada bangun?
Karena kita semua berencana mengejar sunrise di Puncak Merpati. Gue pun dengan semangat pengen ikut walau tadi malam udah nyusahin banyak orang. Yah namanya juga usaha kak :((

Semakin mendekati subuh semakin banyak yang bangun dan bersiap-siap. Temen gue yang tadi malam kedinginan juga udah bangun. Gue pun ngajak dia ikut. Dan ditolak. CEDI AKUTU :(
Katanya dia ngerasa fisiknya ga kuat karna udahlah dingin ternyata dia baru datang bulan kemarin sore.

Dan pagi ini jugalah gue menyadari bahwa tamu bulanan gue tiba. Di gunung. Iya.

DI GUNUNG. HARI PERTAMA DATANG BULAN DI GUNUNG.

BAIKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK....

Mau nangis sebenernya.
Karena dari semua riset yang gue lakukan sebelum naik gunung, datang bulan di gunung adalah hal yang sangat tidak baik. Pertama kondisi fisik jelas jauh di bawah orang yang sedang fit, ke dua rentan diganggu oleh "yang lain", ke tiga kebersihan juga sulit dijaga karna tau sendiri gunung susah air pfftttt.

Tapi gue menguatkan hati.
Udah sampai di sini, gue harus sampai di puncak Merpati.
HARUS!!!

Jam setengah enam pagi...

Semua udah bersiap-siap. Temen gue yang tadinya menolak ikut akhirnya ikut juga setelah disupport sama temen-temen yang lain. Dan emang sayang sih udah sampai di sini ga menjejakkan kenangan di Puncak Merpati.

Kitapun serombongan berangkat.
Dalam kabut.
Dalam gelap.
Meraba-raba pijakan dan pandangan.
Mencari matahari pagi.
Jalan yang dilalui bukannya mudah juga.
Batu-batu yang diinjak semakin besar. Badan juga kembali menggigil. Perjalanan menghabiskan waktu kira-kira 30-45 menit.
Dengan langkah yang tertatih. Dengan pengharapan yang berlebih. Dengan teman-teman yang terkasih.
Tepat jam 6.10, gue dan sahabat sejati, menjejakkan kaki di Puncak Merpati.

Ada rasa haru saat kembali melihat foto ini
Di belakang sana, matahari sedang malu-malu keluar dari peraduannya
Dan kami di sini juga sedang mengharu-biru
Menyaksikan sang mentari dan keagungannya yang memburu rindu


Rombongan tercintaaaaa yang ga pernah berhenti nolongin dalam situasi apapun

merindukan Banditku :3
"kapan up di sini ramean gais?"


memeluk arunika

TER-LUV!

Setelah matahari sempurna keluar dari peraduannya dan menyinari seluruh semesta, kami melangkah turun. Ada haru, terutama oleh kami bertiga, yang kami peluk erat di dalam hati masing-masing. Tidak mudah ada di puncak. Namun semua akan menjadi mungkin saat melangkah bersama orang-orang yang tepat. Dari Puncak Merpati kami melihat sebagian kecil keindahan kota Sumatera Barat. Ada Danau Singkarak yang terlihat kecil dari atas sini. Sedangkan di ujung sana ada Kerinci yang berdiri dengan pongahnya. Sesekali bau belerang menyengat penciuman menandakan gunung ini masih "bernafas".

Rasa dingin dan kekalutan yang baru saja kami lalui tadi malam menguap bersama embun pagi. Kami sibuk tertawa, mengabadikan momen, dan bersenda gurau di sepanjang jalan kembali ke tenda. Semakin siang semakin ramai orang-orang yang naik ke Puncak Merpati. 

Kami masih di sini sampai makan siang. Dan kira-kira pukul 1 siang, kami bersiap untuk turun. Terimakasih Marapi. Terimakasih Puncak Merpati. Terimakasih 2891 mdpl. Sekali lagi terima kasih.



"Karena bukan sebuah kebanggaan bisa mencapai yang tertinggi, bangga itu ketika di bawahmu bisa kau bawa tinggi bersama"
-Pendaki Cupu Sumbar-

-----

Di cadas gue ketemu sama 2 orang yang bawa tas gue dan temen. Pas ditanya kenapa mereka ga naik, mereka bilang udah gelap dan ga ada senter. Padahal di tas kita ada senter dan banyak makanan. Tapi salut buat mereka. Tas gue masih utuh seperti kemarin. Bahkan air minum tidak berkurang sama sekali. Hebat ya carrier aja dijaga apalagi adek :))

Perjalanan turun punya cerita yang tidak kalah menarik.
Saat mendaki sakit.
Turunnya? DUA KALI LIPAT LEBIH SAKIT!
Ditinggal pas lagi sayang-sayangnya? LEWAT!
Ditinggal nikah pas udah pacaran lama? Nggg.... gatau rasanya gimana kak :((
Yah intinya susah juga jalur turunnya.
Mana Dilan manaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa?!?

Di jalan pulang lagi lagi gue kumat. Nyusahin ga abis-abis emang :(
Kayanya abis ini anak-anak Sumbar kapok naik gunung kalo ada gue huaaaaaaaaaaa :((

Tiba-tiba badan gue menggigil lagi sampe kaku dan susah digerakin. Salah satu anak Sumbar akhirnya menyeret gue turun. Ini beneran diseret loh soalnya kalo dibiarin lama-lama diem di satu tempat, gue bakalan makin parah. Perjalanan ke bawah masih jauh. Beruntung di tengah jalan kami dipertemukan dengan tenda yang berdiri deket deket jalur pendakian. Langsung temen gue minjem kompor.

PUJA KOMPOR AJAIB \o/

Emang yah kalau di gunung itu ada aja orang baiknya. Tenda yang kita datengin itu isinya cowok, bertiga, kerja di Pekanbaru. Dan pas tau kita lagi butuh pertolongan mereka langsung suruh gue masuk tendanya, dikasih air hangat, digosok-gosok telapak tangan dan kakinya. Gue doain abang-abang itu enteng jodoh deh! *bacotyangnyusahin*

Kali ini ga berlangsung lama. Dua puluh menit kemudian gue pulih dan lumayan bisa ngerasain panasnya api. Biar ga terlalu lama berdiam diri kami melanjutkan perjalanan. Tidak lupa berterimakasih kepada abang-abang baik hati itu. Sayang lupa minta nomernya :( *ditimpuk

Gak lama  berjalan, hujan turun dengan derasnya.
ADA AJA DAH POKOKNYA!
Kami pun memutuskan berteduh dulu sesaat. Cukup lama hujan turun sekitar satu jam. Kegiatan kami diisi dengan bercanda dan bersenda gurau. Perjalanan 2 hari 2 malam membuat ikatan kekeluargaannya jadi lebih berasa.

Dan sampailah kami di BKSDA lagi.

Akhirnya.

LELAH ADEK BANG :((

Awalnya kami memutuskan untuk camping 1 malam lagi di sini.
Tapi dengan kondisi gue dan temen gue yang datang bulan kita minta langsung diungsikan ke hotel aja. Biar bisa istirahat dan tentu saja bisa dapat air bersih. Mereka setuju. Dan turunlah kita semua.

Di jalan turun sesekali gue melihat ke belakang.
Melihat kemegahan Gunung Marapi.

Sungguh tidak tau diri kalau gue mengatakan:

"GUE SUDAH MENAKLUKKAN GUNUNG MARAPI"

Itu adalah kalimat penuh keangkuhan. Gue tidak akan pernah mampu menaklukkan alam semegah itu. Gue cuma manusia. Yang bener adalah gue baru saja menaklukkan diri gue sendiri. Takluk kepada kesombongan. Takluk kepada harapan. Takluk kepada pelajaran. 

Marapi mengajarkan gue tentang banyak hal. Tentang mimpi, tentang harapan, tentang kesabaran, tentang persahabatan, dan tentang kebersamaan. Dan yang paling penting tentang pulang. Gue bisa pulang ke pelukan orang-orang yang selalu menanti gue setelah bertualang. 

Setelah semua kejadian yang gue alamin di atas sana. Apakah gue kapok untuk naik gunung?

Jawabannya: ENGGA!

Karena gue tidak akan pernah kalah dengan rasa takut. 

See you on (another) TOP!

Gn. Marapi, 2891 mdpl
Sumbar, 1 April 2018


Ucapan terimakasih:

* Kepada ketiga sahabatku yang bersama-sama sudah bermimpi dan menjejakkan kaki di Puncak Merpati : Pratiwi Eka Wardani dan Putri Wulansari. Serta tambahan rombongan adek Tiwi : Agie Prayoga yang dari naik sampai turun tetap keren wkwk :))

* Kepada anak-anak Sumbar yang udah repot menemani langkah kaki ini :
Bang Apis, Amak Donna, Angga, Dini, Bang Fery & Bang Teddy (yang baik hati bawain tas gue huaa), Bang Dayat, Fadli & Randi (yang selalu jadi penyelamat kala dingin menghampiri), Beni (yang buat pendakian kami jadi lebih berwarna karna ga berhenti ketawa), Edo (yang barangnya mau dijarah waktu di puncak), Martin (Tono yang bawain tas akak putri), Ryan (teman perjalanan menuju cadas), Bang Dani yang suaranya buat rindu, Bang Renaldi, Rehan, Bang Nto, Arni dan Fitri yang selalu bergandengan tangan, Refri aka refa yang buat kangen, Anggi, Kak Yurisa, dan teman-teman lain yang mungkin lupa namanya namun ada disetiap cerita.

I LOVE YOU ALL WITH NO DOUBT!!!

Ke mana kita abis ini? :3