AMELIASEPTA

My Head Full of Dream

Juni 26, 2019

INFINITE STUDIO BATAM - “DUNIA NYATA DI BALIK LAYAR KACA”

by , in

Hari Minggu langit di luar sana cerah banget. Gak lupa berkaca di kamar sebelum melangkahkan kaki ke luar. Gue udah mastiin kamera dua-duanya dalam kondisi full battery dan ready to use.

EMANG MAO KE MANA SIH KAK?

So gaissssssssss today I want to go to some place yang you know lah keren banget gituwhhhh.
*apakah ku dah bisa pindah ke jaksel? Wkwkwk :))

Hari ini gue akan mendatangi tempat yang kalau kalian anak Batam dan belum tahu ada tempat sekece ini di Batam, KALIAN FIX GA GAUL! GA UPDATE! DAN RUGI BANGET!

Dunia perfilman Indonesia beberapa tahun belakangan lagi meningkat drastis mulai dari segi cerita, editing, bahkan banyak banget film Indonesia yang bisa masuk ke nominasi-nominasi bergengsi di luar negeri. Nah apalah arti sebuah film tanpa ada set untuk syuting. Dan Batam mendapat sebuah kehormatan memiliki studio terbesar gak hanya di Indonesia namun se-Asia Tenggara yang dikenal dengan Infinite Studio Batam.


 BANGGA GA SIH WEY!

Hari ini gue akan melakukan tur bersama Blogger Kepri dan Govakansi ke Infinite Studio Batam. Sebenernya ini adalah ke dua kalinya gue datang ke Infinite Studio Batam. Kunjungan pertama sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu dan gue tetep excited untuk dateng ke sini lagi karena pasti akan selalu ada hal-hal baru di sana karena set untuk syuting selalu berubah sesuai dengan film yang akan ditayangkan.

Tur bersama Blogger Kepri dan Govakansi dimulai pukul 2 siang. Dipandu oleh Mba Bella yang cantik dan lembut, kami disuguhkan cerita dan penjelasan lengkap tentang set-set yang ada di Infinite Studio Batam.

Mas dari Govakansi
Awal tur, kami akan langsung melihat banyak lonceng besar yang terpasang di depan gedung. “The Bells” adalah nama dari lonceng-lonceng itu yang merupakan set film dari Jepang berjudul Joker Game pada tahun 2015. Dan 60% pengerjaan film ini dilaksanakan di sini loh, di Batam.



Kalau kalian pada tahu series Halfword di HBO Asia, nah ada juga set “SteamPunk” di sini. Dan tempat ini berhadapan dengan kafe Infinite Studio yang mengambil set Buffalo Boys yang tayang tahun 2018 lalu. Yang gak kalah mencengangkan ada jam besar banget di sini. Pokoknya yakin deh kalo jam segede ini berdentang di kamar yang bangun bukan cuma satu rumah tapi satu negara. *yah walau ga mungkin juga dimasukin ke rumah kak*
SteamPunk
Modelnya dah cocok kale jadi bintang pilem :))
Ini jam aslinya gede banget gitu, cuma gue pinter aja ambilnya jadi kaya jam di ruang tamu huahaha :))
Properti yang ada di bagian luar
Meriam untuk syuting
Kami melanjutkan tur menuju office produksi film. Di sini ada tempat untuk wardrobe, ruangan make-up artis dan di dindingnya terlihat foto-foto yang pernah melakukan syuting di tempat ini, salah satunya Iko Uwais. Sayang banget Mba Bella menghimbau kami untuk tidak mengambil foto dan gambar di sini huhuuuu :(( Tempat ini sendiri akan menjadi kantor para kru melakukan kegiatan administrasi selama proses syuting berlangsung.

Kafe ala-ala Buffalo Boys
Lalu kami tiba di hamparan *cieelahhh hamparan, rumput kali ah* alias tempat syuting indoor terbesar di Indonesia dengan luas area 30.000 Sq. Ft. Di sini ada tempat syutingnya Buffalo Boys yang waktu mereka dalam kereta. Ternyata efek editing dan pengambilan gambar itu mampu menipu mata kita semua gaisssssss.

Set kereta yang sedang berjalan di Buffalo Boys ditake di sini gaiss


Di tengah ruangan ada set film yang sangat “top secret”. Set ini adalah tempat syuting series berjudul "Grisse" yang baru saja tayang November 2018 kemarin. Diperankan oleh kakak gue Adinia Wirasti, Grisse digadang-gadang akan melanjutkan kisahnya di season 2. Makanya tempat ini gak boleh di foto atau direkam.
Eh tapi ini rahasia lho yaa, ntar spoiler :3

Penjara 
Set tempat hiburan malam di Buffalo Boys

Properti eksekusi, modelnya anak Blogger Kepri :))
Dari indoor kami menuju tempat outdoor atau yang dikena dengan Backlot seluar 1 hektar. Di sini adalah lokasi syuting diluar ruangan. Set yang dibangun berupa gedung-gedung tua yang lagi-lagi gak bisa kami jamah karena masih akan dipakai untuk syuting film.  Infinite Studio sendiri dari pos security hingga ke Backlot memiliki luas sekitar 10 hektar. LUAS YA!

Backlot
Semua detail yang ada di Infinite Studio, mulai dari properti, wardrobe, hingga detail kecil lainnya benar-benar mirip dengan aslinya. Padahal semuanya itu dibuat oleh tangan manusia. Dan Batam harus makin bangga karena menurut Mba Bella yang membuat semua properti dan set ini adalah orang dari Batam bukan dari luar. Uwww

Atap rumah ini dikirim langsung dari Jawa karena di Batam gak ada yang beginian
Infinite Studio yang terletak di daerah Nongsa di mana dekat sekali dengan Singapura dan Malaysia menjadikannya tempat yang sangat strategis untuk didatangi. Jadi wajar aja banyak banget film mancanegara yang diproduksi di sini. Selain itu Infinite Studio juga memiliki banyak sekali animator keren dan berbakat.

Set candi yang sudah tidak digunakan
Jadi kalau ada syuting di candi percayalah di syutingnya di Batam :))
Keren banget kan Infinite Studio Batam?
YA KEREN DONG, BATAM PUNYA NI WAK!
Tur Infinite Studio Batam ini gak buka terus-menerus. Dalam satu tahun mereka hanya akan buka sekitar 4 bulan dan sisa waktunya akan dipakai untuk syuting film yang artinya gak boleh didatangi tamu dari luar.

Infinite Studio Batam adalah pilihan tepat untuk melakukan kunjungan wisata penuh edukasi. Educational Tourism gituh kalau pakai bahasa dari kampungku wkwkw. Memang tidak semua set di tempat ini boleh di foto atau direkam. Tapi kan kita udah punya kamera dan memori terbaik, yakni mata dan ingatan dalam kepala.

Terus kalian masih diem aja gitu gak mau dateng ke sini? Kuylah dateng gaissss.
Sebelum itu studio tutup karena syuting.
Beritakan pada seluruh dunia bahwa Batam punya tempat sekeren ini.
Psssstttttt…
Biar ga ribet ke sininya bareng Govakansi aja yuks :3

Oh iyah yang mau trip bareng Govakansi nih jadwalnya:
Hari     : Selasa/ Rabu/ Sabtu/ Minggu
Jam      : 10.00 - 11.40 & 14.00 - 17.00
Harga   : Rp 150.000/ orang
              Tapi lagi PROMO nih gaiss mulai dari bulan Mei sampai Agustus cukup membayar
              Rp 120.000 aja per orang dengan peserta minimal 5 orang yah.

GOSAH KELAMAAN MIKIR, LANGSUNG GO YUK!

Bonus pict:
Mba Bella on screen





Juni 22, 2019

PAGELARAN TARI "BENTANG RASA - PEREMPUAN DALAM CERITA"

by , in

Bulan tampak malu-malu sembunyi di balik gumpalan awan menghiasi langit malam yang gelap. Namun pintu masuk kampus Universal yang terletak di daerah Sungai Panas berbanding terbalik dengan langit malam itu. Lampu-lampu ruangan kelas terpancar terang, parkiran terlihat ramai, dan mahasiswa hilir mudik masuk ke dalam bangunan yang terletak tepat di belakang Vihara Maitreya tersebut.

Gue mulai menapaki anak tangga yang ada dalam gedung untuk menuju ke lantai 5 tempat pagelaran seni tari akan di laksanakan. Hari ini sejarah seni di kota indsutri ini digoreskan. Akan lahir tiga wanita cantik bergelar sarjana seni tari pertama di Batam, Kepulauan Riau. Bahkan mungkin tidak banyak yang tahu bahwa Batam sudah memiliki kampus dengan program studi seni tari dan seni musik.

Kampus Universal
Sebagaimana ujian akhir calon sarjana dilaksanakan pada umumnya, akan ada pengujian atas kompetensi mahasiswa yang telah menempuh bangku perkuliahan selama 4 tahun terakhir. Dan khusus untuk seni tari, tidak cukup dengan menyusun skripsi, mereka juga diwajibkan untuk menampilkan pertunjukan sesuai dengan tarian yang mereka ciptakan sendiri.

Tamu mulai ramai berdatangan. Sebelum masuk ke dalam ruangan seluruh undangan diharuskan untuk registrasi dan mengisi buku tamu terlebih dahulu. Undangan akan diarahkan untuk menempati tempat yang telah disediakan. Untuk bisa menyaksikan pagelaran tari ini, gue sebagai kalangan umum cukup membayar Rp 10.000 saja.
 
Auditorium Kampus Universal
Sumber: http://uvers.ac.id/in/
Ini kali ke dua gue masuk ke dalam Auditorium di Kampus Universal ini. Namun masih aja gak bisa berhenti terkagum-kagum. Siapa sangka dalam kampus ada ruangan sekeren dan sekece ini. Menjelang pertunjukan, di layar besar yang ada di bagian depan ruangan menayangkan proses latihan yang dilaksanakan oleh para penari yang akan tampil pada malam hari ini. Baru trailer tapi udah bergidik euy liatnya. MAKIN GA SABARRRRR!

Tema yang diusung pada pagelaran tari kali ini ialah “Bentang Rasa : Perempuan Dalam Cerita”. Tema ini diangkat karena ketiga penata tari semuanya ada perempuan. Sambutan manis MC membuka pertunjukan tari ini dan dimulailah pertunjukan pertama.


PITUNANG GASIANG

Karena gue lahir di Solok – Sumatera Barat, gue tidak asing dengan pitunang gasiang. Konon katanya pitunang gasiang atau yang dikenal dengan gasing tengkorak adalah ilmu hitam yang berasal dari daerah Sumatera Barat. Dan inilah tema yang diangkat oleh Ayu Nirawati.

Pitunang Gasiang merupakan ilmu terakhir atau ilmu pengikat dari Gasiang Tangkurak yang dikirimkan seorang dukun kepada wanita yang dituju. Apabila si wanita terkena ilmu pitunang maka dia akan mengalami sakit yang sangat parah.

Di patang kamih malam jumahai hati manjadi galap, suram, dan mencekam menghampiri bathin yang tak berdaya. Sakit, jatuh bangun, hilang ingatan seakan menjadi satu di dalam jiwa. Sirompak datang basamo si rajo angina mambisikkan kato-kato “indak kayu janjang dikapiang, indak rotan aka pun jadi”.
Gasiang diputa dan dilapeh manjampuik jiwa nan sadang tanang, datang menemui orang mengkehendaki.

Scene awal tarian

Begitulah sinopsis yang dibacakan oleh MC. Pertunjukan dibuka dengan seorang dukun yang berjalan dari ujung panggung ke ujung lainnya sambil membawa kemenyan dan melantunkan alunan pitunang gasiang. Suasana horor dan mencekam mulai menyelimuti ruangan.  Satu per satu penari hilir mudik bergantian. Menceritakan seorang wanita yang awalnya baik-baik saja namun berujung sakit sesakit-sakitnya karena terkena pitunang gasiang. Pertunjukan pertama ini ditutup dengan jeritan dari sang perempuan. Gue ampe gak bisa berkata-kata. SUMPAH KEREN BANGET KAKKKKK!!!



SUMPAH SRI LAKANG

Karya tari ini mengangkat mitos yang muncul dan berkembang di Kuala Maras Kepulaun Anambas.
Kisah tragis tentang sosok wanita cantik rupawan.
Sri Lakang.
Bersumpah atas nasib tak berkepihakan dirinya.

“Engkau berdusta”
“Engkau mendurhake”
“Maka setiap butir pasir akan berubah menjadi merah”

  
Demikianlah pembuka cerita pertunjukan ke dua. Seluruh lighting memiliki bias kemerahan. Penari dengan selendang merah hilir mudik masuk dan keluar panggung. Aura yang tergambar dari pertunjukan ke dua ini adalah seperti kesakitan dan penyesalan yang tak berhingga. Saat sumpah diucapkan, tarian diakhiri dengan ke-8 penari berselendang merah melakukan formasi di tengah panggung. Suryana yang merupakan Putri Runner Up 4 Putri Tari Indonesia tahun 2019 sukses menata legenda ini menjadi hidup ke dalam sebuah tarian.



BILAH SINO-NA
Suryani adalah penata tari di pertunjukan yang terakhir. Menggandeng 6 penari dan pertunjukan dengan properti paling banyak, dirinya sukses menutup pagelaran tari ini dengan sempurna.

 
Terinspirasi dari riwayat sino dengan perjalanan hidup hingga ketiadaannya di dunia.
Diwujudkan dengan konsep penciptaan tari yang menghadirkan bingkai sebagai elemen pendukung koreografi.
Rangkaian antar babak menggambarkan kerinduan seorang anak pada ibu yang telah melahirkannya.

Gerakan gemulai para penari saat memainkan properti layak diacungi jempol. Gue bahkan gak sadar kalau mereka semua ini masih mahasiswa, pagelaran tari ini benar-benar hampir menyamai pekerja seni professional.

Pagelaran tari ini menjadi semakin menantang untuk mereka bertiga karena turut hadir juga dosen dan seniman Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, Dr. Darmawan Dadijono, M.Sn sebagai dosen penguji tamu.

Selain ke tiga penata tari di atas, suksesnya pagelaran tari malam ini menurut Pak Widi sebagai Kepala Prodi Seni Tari tidak luput dari dukungan berbagai pihak dan orang di belakang layar yang merupakan mahasiswa yang menjadikan pagelaran tari ini sebagai ujian mata kuliah produksi.

SALUTE!

 

Waktu gue ngepost beberapa foto dan video tentang pagelaran tari ini, banyak banget yang ternyata memiliki antusias ingin menonton. Mereka selama ini kurang informasi tentang pertunjukan keren kaya gini. Jadi semoga tulisan gue ini dapat membuka mata dan hati seluruh pekerja dan penikmat seni di Batam. 

Sapa bilang sih jadi pekerja seni itu gak ada gunanya atau gak ada diminati. Banyak kok diluar sana yang masih ingin melihat karya-karya anak bangsa yang memukau. 

Karena apa?
Kita bisa, muda dan berkarya. 
*semacam lirik lagu yaaa :))

GOOD JOB SURYANA, AYU NIRAWATI, dan SURYANI!
Kalian kereeeeennnnnnnnnnnnnn!
Dari kanan ke kiri: Ayu Nirawati, Suryana, Suryani








Juni 10, 2019

Masjid Cheng Ho Batam - Warisan Laksamana Muhammad Cheng Ho

by , in


Sore itu suara azan menggema dari dalam sebuah bangunan berwarna merah cerah. Seorang bapak paruh baya dengan khusyuk menggaungkan panggilan kepada seluruh umat Islam bahwa telah tiba saatnya untuk bertemu dengan Pencipta. Banyak orang yang turut berlarian menyeberangi halaman yang cukup luas untuk menuju bangunan berwarna merah yang memiliki desain bangunan tidak biasa.

Langit biru yang sedang cantik-cantiknya di atas sana semakin apik bersanding dengan tulisan lafaz اَللهُ di atas bangunan itu. Ornamen huruf arab berwarna keemasan menghiasi dinding berpadu indah dengan gaya bangunan berarsitektur Cina. Inilah dia warisan peninggalan Muhammad Cheng Ho yang ada di Batam. Masjid yang dikenal dengan sebutan Masjid Cheng Ho Batam.




Lalu siapa itu Muhammad Cheng Ho?

Patung Muhammad Cheng Ho
Beliau merupakah salah satu tokoh penting dalam proses hadirnya agama Islam di Indonesia. Terlahir dalam keluarga Tionghoa beragama muslim tulen, Cheng Ho berniat untuk menyebarkan kebaikan Islam ke seluruh penjuru dunia. Cheng Ho akhirnya diberi gelar Laksamana karena dipercaya memimpin ekspedisi pelayaran dengan membawa anggota kurang lebih 27.000 orang. Selama rentang waktu 1405-1433, Cheng Ho dicatat telah melakukan lebih dari 7 kali ekspedisi ke seluruh dunia. Dari keseluruhan perjalannya itulah Cheng Ho menghampiri Indonesia dan singgah di beberapa daerah. Daerah yang dihampiri oleh Cheng Ho ini kemudian dikenal dengan istilah 9 Titik Jalur Samudera.

Sebagai seorang Muslim berdarah Tionghoa, Cheng Ho memiliki pendekatan yang berbeda dengan pendatang lainnya yang juga datang ke Indonesia. Cheng Ho melakukan pendekatan dengan cara yang halus seperti diplomasi dan berdagang. Dan dengan cara itu, dirinya bukan hanya berhasil menyebarkan agama Islam namun juga turut mengajarkan kebudaan Cina di Indonesia. Cara yang dilakukan Cheng Ho ini berhasil mengambil hati rakyat Indonesia.

Beberapa daerah di Indonesia yang pernah disinggahi Cheng Ho diantaranya Aceh, Palembang, Belitung, Jakarta, Surabaya, Semarang, Cirebon, Denpasar, dan yang terakhir Batam. Dan dibeberapa kota ini berdirilah Masjid Cheng Ho yang dibangun untuk mengenang dan saksi sejarah seorang Laksamana Tiongkok datang ke Indonesia menyebarkan agama Islam.

Menyusul kota lainnya yang disinggahi Muhammad Cheng Ho, Masjid Cheng Ho Batam berdiri sejak 22 Februari 2015 silam dengan diprakarsai oleh seorang pengusaha di Batam. Sejak diresmikan oleh Menteri Pariwisata (Bapak Arif Yahya) dan Menteri Kemaritiman (Bapak Dwisuryo Indroyono Soesilo) masjid ini bukan hanya menjadi tempat ibadah namun sekaligus menjadi ikon wisata menarik di kota Batam.

Jika dilihat dari jauh, kalian akan salah kaprah mengira bangunan ini adalah Klenteng. Namun perkiraan itu akan sirna ketika di ujung bangunan -yang biasanya berbentuk kubah- namun berbentuk seperti pagoda terpasang lafaz اَللهُ. Sungguh sebuah jalinan kebudaan yang indah.

Sekilas kaya Klenteng kan?
Masjid ini sendiri dibangun di atas tanah dengan ukuran 80 x 80 meter. Namun ukuran bangunan masjidnya hanya 20 x 30 meter yang dapat menampung kurang lebih 200 orang saja. Namun kehadiran masjid ini mampu melengkapi hati orang-orang yang mencari kedamaian-Nya seberapapun luasnya.



Melihat kontur bangunan Masjid Cheng Ho Batam, buat yang sudah pernah singgah di Masjid Cheng Ho Surabaya pasti melihat banyak kemiripan. Dan ya, Masjid Cheng Ho di Batam ini seperti replika Masjid Cheng Ho yang ada di Surabaya dengan ukuran yang lebih kecil.

Langit-langit di dalam masjid

Salat sedang dilaksanakan
Kembali di sore yang teduh saat ini, salat berjamaah telah selesai dilaksanakan. Satu per satu para jemaah mulai berhamburan keluar. Gue yang sedang ada di bawah pohon seketika tersenyum. Setelah bertemu dengan Pencipta, terlihat raut bahagia dan lega di wajah mereka. Karena sesungguhnya manusia memang butuh itu semua. Kedekatan dengan Pencipta lewat doa.

Salah satu jemaah yang telah selesai beribadah di Masjid Cheng Ho
Jejak perjalanan Laksamana Muhammad Cheng Ho tidak hanya diabadikan dengan berdirinya Masjid Cheng Ho Batam. Tidak jauh dari Masjid Cheng Ho, terdapat miniatur kapal Laksamana Cheng Ho. Berdiri gagah di pelataran pinggiran pantai Golden City. Kapal yang identik dengan budaya Cina, berwarna merah keemasan dan memiliki patung naga. Kapal ini dinamakan “Golden Cheng Ho”. Untuk dapat masuk dan berfoto di atas kapal ini hanya perlu membayar Rp 10.000 dan akan mendapat bonus minuman dingin.



Golden Cheng Ho
(Replika Kapal Laksamana Cheng Ho)

Selfie di atas kapal, ya map blurrr :))

Nah buat umat Islam yang ada di Batam khusususnya nih, yuk dateng ke sini. Kapan lagi mengenang perjalanan dan sejarah dari salah satu tokoh yang membawa agama Islam ke tanah kita. Jadi bisa ibadah sekaligus wisata Islami. Masjid dan kapal ini ada di daerah Golden City, Bengkong Laut.

Laksamana Muhammad Cheng Ho memang sudah lama meninggalkan dunia. Namun ibaratnya seperti pepatah, “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama” begitulah seorang laksamana berdarah Tionghoa dikenang lewat perjalanan dan ajarannya. Kebaikan Islam yang dibawanya jauh dari negeri seberang akan terus hidup dan dikenang di hati setiap orang.

Waktu lagi di atas kapal, hujan turun padahal cuacanya lagi panas.
Terus pelangi ini muncul, cantik banget :3



Lokasi Masjid Cheng Ho Batam:
Golden City Tj. Buntung
Bengkong - Kota Batam
Kepulauan Riau


Bonus pict:


Masjid Cheng Ho di tengah langit biru



April 28, 2019

Memanjakan Diri di Spa Central Nagoya

by , in



Hari Minggu kemarin PFF PAINT, kantor gue, mengadakan acara PFF STRONG MAN. Acara ini digadang-gadang akan mengumpulkan “orang-orang terkuat” untuk mengangkat dua kaleng cat di kedua tangannya. Sebagai karyawan yang baik hati dan tidak sombong, gue didaulat sebagai salah satu panitianya. Serangkaian persiapan dilakukan dan hari yang dinanti-nanti pun tiba. Acara dilaksanakan di alun-alun Kota Batam. Sejak subuh gue dan panitia lainnya udah sibuk hilir mudik mempersiapkan kelancaran acara hari ini.

Tim PFF PAINT :3
Acara PFF Paint
Serangkaian acara pun dilaksanakan. Matahari semakin tinggi di atas kepala dan gue mulai bermandikan keringat. Entah kenapa matahari di hari Minggu ini terik banget membakar kulit kepala. Akhirnya acara berakhir tepat di pukul setengah 1 siang. Bentuk gue udah ga karuan lagi.

Rambut lepek. Kulit gosong. Lelaahhhhhh.

Setelah mandi dan leyeh-leyeh sebentar, gue gakmau hari Minggu yang cerah banget ini berakhir begitu saja. Gue memutuskan untuk memanjakan diri setelah kepenatan event seharian ini. Searching-searching tempat dan gue memutuskan melangkahkan kaki ini menuju Spa Central.

Spa Central Nagoya
Spa Cental sudah sudah berdiri sejak tahun 2009 dan menjadi spa butik pertama di Batam. Dengan mengusung tema dan pelayanan yang membuat pelanggan akan merasa seperti rumah sendiri, Spa Central sudah mendapatkan tempat di hati setiap pelanggannya. Saat ini Spa Central memiliki dua cabang, di Sukajadi dan di Nagoya.

Gue memilih Spa Central Nagoya karena kebetulan dekat dengan tempat tinggal gue. Sesampainya di sini, gue disambut hangat dengan karyawan yang ada di resepsionis. Kalau kalian baru pertama banget nih pengen perawatan, gak perlu khawatir, kakak-kakak cantik yang ada di sini akan dengan senang hati menjelaskan serangkaian perawatan yang kita butuhkan. Gue memutuskan untuk melakukan 3 perawatan. Hair Spa, Princess Manicure, dan Princess Pedicure. Sembari menunggu, disediakan juga welcome drink yang bisa membuat melepas dahaga setelah panas-panasan dari luar.

Disambut ramah mba cantik ini
Ruang tunggu Spa Central yang nyaman
Tidak menunggu lama, gue diperkenalkan dengan seorang terapis bernama Ibu Diana. Ibu Diana ini ramah dan murah senyum banget. Sejak awal kita gak berhenti ngobrol kaya temen yang udah lama gak jumpa. Karena treatment pertama yang akan gue lakukan adalah Hair Spa, maka gue diharuskan untuk mencuci rambut terlebih dahulu.

Proses cuci rambut
Bicara soal pengalaman, gue adalah salah satu perempuan yang cukup jarang menyambangi tempat perawatan. Namun sejak pertama kali sampai di Spa Central ini, yang gue rasakan adalah: nyaman. Benar-benar terasa seperti di rumah. Bau bahan-bahan alami yang khas tercium semerbak, tempat yang di set dengan bebatuan, air mengalir, membuat kita merasa seperti dekat dengan alam. Ngantuk deh acuuu wkwk.


Salon Spa Central
Setelah proses pencucian rambut selesai, Bu Diana mulai mengoleskan masker ke rambut disertai dengan pijitan di seluruh kepala. Karena mengutamakan kenyamanan, beberapa kali Bu Diana bertanya ke gue apakah pijatannya terlalu kencang. Menyesuaikan dengan keinginan pelanggan. Gue hampir ketiduran karena keenakan dipijit huahahaha. Ah iya sambil kepala dipijet-pijet, gue juga disuguhi minuman jahe dengan cinnamon stick yang menghangatkan badan.

Minuman jahe with cinnamon stick
Setelah masker rambut dioleskan secara merata, kepala gue dibungkus dengan handuk hangat dan proses hair spa dimulai. Hal ini bertujuan untuk menguatkan akar rambut, melembutkan rambut, dan juga membuat rambut menjadi lebih sehat. Saat kepala dipenuhi uap, Bu Diana kembali melanjutkan dengan memijat kedua tangan gue. Proses spa rambut ini berlangsung sekitar 15-20 menit. Dan agar masker rambut semakin meresap ke rambut dan kulit kepala, maka dibiarkan sesaat sambil gue melanjutkan perawatan ke tahap selanjutnya.

Lagi di spa rambutnya
Princess Manicure
Jujur aja sebenernya perawatan kuku yang sering gue lakuin cuma potong kuku doang. Tapi karena penasaran dengan perawatan ini makanya gue pilih. Ternyata proses perawatan ini memiliki beberapa tahapan agar hasil yang didapat maksimal. Berikut beberapa proses yang dilakukan:

1.       Nah proses perawatan akan dimulai dengan potong kuku. Gue sendiri gak terlalu suka punya kuku panjang. Dan Bu Diana mengerti betul kemauan gue dengan memotong kuku menjadi super pendek.
2.       Setelah proses pemotongan kuku selesai, kuku tersebut juga harus dirapikan kembali, agar bentuk yang dihasilkan bagus.
3.       Kuku yang telah rapi tersebut akan disemprotkan air, gunanya untuk memudahkan mengangkat kulit mati/ kutikel yang ada disekitar kuku.
4.       Kulit mati tersebut diangkat dengan menggunakan alat khusus.
5.       Kuku kemudian akan digosok atau dikenal dengan istilah ampelas untuk membuat permukaan kuku menjadi halus.
6.       Kuku yang sudah halus tersebut juga harus disrub untuk memaksimalkan hasil manicure.
7.       Tidak lupa seluruh tangan dan jari akan di massage oleh terapis.
8.       Selanjutnya keseluruhan jari dicuci menggunakan air hangat dan dibasuh per kuku menggunakan alcohol.
9.       Dan akhirnya proses terakhir yakni coloring atau pewarnaan, yeeey!

Banyak banget nih pilihan warnanya
Nungguin kukunya kering
Gue sendiri memilih warna coklat bata yang cocok dengan kulit sawo matang kepunyaan gue ini. Sambil menunggu proses pewarnaan kering dibantu dengan menggunakan alat, proses perawatan berlanjut ke Princess Pedicure.

Princess Pedicure
Sebenarnya proses perawatan kuku kaki ini tidak berbeda jauh dengan kuku tangan. Namun ada penambahan satu proses yang dilakukan yakni: Kalus Removal. Proses ini dilakukan tepat setelah kuku kaki digosok/diampelas. Prosesnya cukup unik dan menggelikan (makna sebenarnya). Jadi seluruh permukaan telapak kaki akan digosok menggunakan alat khusus. Tujuannya adalah untuk mengangkat kulit mati yang biasanya muncul di tumit/ permukaan kaki lainnya. Jika ingin mempunya kaki yang benar-benar lembut, perawatan ini disarankan tidak dilakukan sesekali namun harus rutin. Untuk kuku kaki, gue juga memilih warna yang sama dengan kuku tangan.

Pedicure
Kuku tangan dan kaki udah cantik, Bu Diana mengarahkan gue untuk kembali mencuci rambut yang masih menggunakan masker tadi. Setelah rambut dicuci dilanjutkan dengan proses pengeringan. Wangi yang keluar dari rambut gue benar-benar enak dihirup. Wangi alami. Rambut gue juga lembuuut banget dan “jatuh”. Benar-benar memuaskan.

Rangkaian perawatan yang gue lakukan ini berlangsung kurang lebih selama tiga jam. Namun hasil yang didapat selama 3 jam ini benar-benar memuaskan. Tangan dan kaki terasa sangat lembut. Rambut gue? Gausah ditanya gimana semerbaknya wanginya.
Beneran ngerasa jadi princess dong gue setelah selesai perawatan di Spa Central Nagoya Batam.

Untuk ketiga perawatan yang gue lakukan kemarin harganya cukup terjangkau, yakni dengan perincian:
-          Hair Spa                      Rp 220.000
-          Princess Manicure Rp 180.000
-          Princess Pedicure Rp 300.000

Setelah beraktifitas di luar ruangan seharian emang keputusan yang paling tepat untuk gue memanjakan diri di Spa Central. Sesekali merawat hal-hal kecil yang ada di badan kan perlu juga sebagai seorang perempuan. Itung-itung latian sih manatau ntar lagi mau jadi pengantin *eh

Nah buat kalian yang ke Spa Central gak usah khawatir, cewek cowok keluarga handai taulan semuanya bisa banget ke sini. Bahkan Spa Central juga menawakan perawatan untuk ibu hamil loh. Yang mau membawa anak-anak ke sini juga, Spa Central Nagoya menyediakan tempat permainan anak-anak di lantai 3 yang memiliki banyak permainan seru, sayang aja nih gue ga sempet lihat.

Manatau buat kalian pengen perawatan yang lain, nih info lengkapnya:

MASSAGE
Relaxing 60 Menit Rp.200.000
               90 Menit Rp.270.000
             120 Menit Rp.335.000 

Aromatherapy 60 Menit Rp.240.000
                        90 Menit Rp.320.000
                      120 Menit Rp.390.000 

Sport / Swedish 90 Menit Rp.320.000
                        120 Menit Rp.400.000 

Herbal / Hotstone 90 Menit Rp.370.000
                           120 Menit Rp.450.000 

Foot Reflexology 60 Menit Rp.200.000
                             90 Menit Rp.270.000 

Foot Reflexology 90 Menit Rp.290.000
+ Massage 

Back & Head 90 Menit Rp.150.000 

Pregnancy Massage 90 Menit Rp.370.000
                               120 Menit RP.450.000 


BODY CARE 
Ratus V                 20 Menit Rp.150.000
Ear Candle            30 Menit Rp.150.000
Orange Milk Bath 30 Menit Rp.240.000
Body Scrub           30 Menit Rp.220.000 

FACIAL 

Central Signature 60 Menit Rp.420.000
                             90 Menit Rp.500.000 
Central All Natural 60 Menit Rp.380.000 
Collagen Eye Treatment 30 Menit Rp.150.000 
Face 3 in 1 60 Menit Rp.270.000 
Face Massage 30 Menit Rp.150.000 

Oh iya harga di atas belum termasuk pajak 15% ya gaissss!


Gimana? Gimana? Kalau langsung pengen dipijet-pijet sampe ngantuk terus punya rambut wangi plus kuku yang indah merona, langsung aja yuk dateng ke Spa Central Nagoya.




Ameliasepta




SPA CENTRAL BATAM 

NAGOYA BRANCH
PHONE/WHATSAPP:
EMAIL:
WeBsite: 
ADDRESS:
Ruko Nagoya Hill
Blok R4 No. D6-7
Kepulauan Riau 29444
Batam Indonesia