AMELIASEPTA

My Head Full of Dream

September 27, 2018

Sekolah Kristen Dengan Pendidikan Karakter Di Batam

by , in
Zaman sekarang pendidikan adalah hal yang sangat penting. Sekolah tidak lagi dituntut

Pendidikan adalah hal yang paling menjadi sorotan untuk setiap orang tua. Sebagai persiapan menjadi seorang ibu (nantinya), gue ingin memberikan pola pendidikan yang tepat. Karena hari-hari sang anak akan banyak dihabiskan di sekolah, maka kelak gue ingin memilih sekolah yang mampu membangun karakter dan kepribadian anak.

Nah buat ayah-bunda yang ada di Batam, Kepulauan Riau, bisa bernafas lega nih sekarang. Karena sekarang sudah ada Ansvin Academy, yang merupakan sekolah dengan berbasiskan kurikulum Amerika Serikat dengan fokus utama pendidikan karakter anak.


Kurikulum yang digunakan Ansvin Academy adalah ACE. Accelarated Christian Education lebih dikenal dengan istilah School Of Tomorrow. Pendidikan kristen dengan dasar Alkitab ini dikembangkan oleh Dr. Donald dan Mrs. Howard dari USA pada tahun 1973 dan hingga saat ini telah digunakan oleh sekolah di 145 negara di seluruh dunia. Pada tahun 1976, program ini menghampiri Australia dan Selandia Baru, yang akhirnya menyebar luas di seluruh Wilayah Pasifik Selatan dan Indonesia. Di Indonesia sendiri, sudah ada 42 sekolah yang memakai metode pembelajaran ini. Dan Ansvin Academy adalah salah satunya. Seluruh proses pembelajaran di sekolah ini menggunakan Bahasa Inggris dilengkapi dengan kelas tambahan Bahasa Mandarin.

Pada program ACE, Iman, Kebenaran, dan prinsip-prinsip Alkitab diintegrasikan dalam setiap PACE (Packeted of Christian Education - Paket Pendidikan Kristen). Dari namanya tentu program ini akan dibangun berdasarkan nilai-nilai alkitabiah yang kuat dan dapat membantu membangun karakter dalam tumbuh kembang si anak. 

Setiap manusia dilahirkan berbeda dan menjadi unik lewat masing-masing caranya. Itulah yang diyakin oleh program ACE. Oleh sebab itu 1 orang guru akan menangani 10 murid di setiap kelasnya. Dengan jumlah siswa yang terukur maka kelas akan berjalan dengan lebih efisien. Tumbuh kembang si anak dapat terbina dengan baik karena guru dapat lebih mengenal siswanya.





Ansvin Academy juga menerapkan metode Independent Learning, yang membuat anak dapat mengembangkan kreatifitas serta inisiatifnya. Mentalitas mereka akan dibangun sedemikian rupa sehingga menjadi anak yang pemberani, tidak malu bertanya, dan mampu menyelesaikan tugas yang diberikan kepada mereka dengan baik.

Sesuai dengan VISI & MISI yang diusung oleh Ansvin Academy yakni:

VISI: Mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global dan membekali mereka dengan akademik dan karakter terbaik  untuk mengambil setiap peluang di masa depan. 

MISI: 
1. Mengorganisir dan mengajar siswa dengan penuh kesungguhan dan dedikasi tinggi.
2. Mendidik siswa dengan karakter dan akademi yang baik secara alkitabiah.
3. Meningkatkan disiplin diri untuk semua siswa dan staf sekolah.
4. Membimbing dan mengembangkan bakat dan minat siswa.
5. Meningkatkan kompetensi siswa untuk melangkah ke tingkat tertinggi.

Untuk mendukung proses belajar mengajar, Ansvin Academy juga menyediakan berbagai fasilitas seperti:


ü     Assembly Hall
ü     Basket Ball Court
ü     CCTV 24 Hours
ü     Cleaning Service
ü     Computer
ü     School Bus
ü     Playground
ü     Cafeteria
ü     Library
ü     Music Class
ü     Parking Area
ü     Security 24 Hours





Kelas yang terdapat di Ansvin Academy terdiri dari K1 - K3 dan level 1 - 12.

Ada salah satu orang tua murid yang menceritakan bagaimana tumbuh kembang anaknya menjadi lebih baik setelah pindah ke Ansvin Academy. Di sekolah sebelumnya, anaknya seringkali diejek dan dibully yang membuat orang tuanya khawatir hal ini akan berpengaruh dalam pertumbuhan mental si anak. Ceritanya bisa sama-sama kita lihat di sini:


Kehadiran Ansvin Academy di Batam sebagai sekolah kristen dengan pendidikan karakter memberikan angin segar atas banyaknya kekhawatiran orang tua terhadap anak-anak mereka. Anak-anak akan dipersiapkan untuk menghadapi tantangan global dan menyambut peluang masa depan serta menjalani kehidupan dengan karakter ilahi.

Alamat Ansvin Academy :
Jl. Raja Fisabilillah (Belakang Resto Saung Sunda Sawargi) Batam Center - Kepri
Telp : 0778-4168777 -
Mobile : +62 812 7008 5005
Website : Ansvin Academy
September 20, 2018

#BUKAINSPIRASI: Karyawan Swasta Melesat Menjadi Pengusaha Ternama

by , in

"WIRAUSAHA"

Salah satu mata pelajaran yang saya dapatkan sewaktu masih memakai seragam putih abu-abu. Pelajaran yang membuat mata saya berbinar saat mendengar betapa menyenangkan dan menantang menjadi seorang pengusaha. Saya tanamkan baik-baik dalam relung hati terdalam, suatu saat nanti saya akan menjadi seorang wirausaha. Saya akan mengelola bisnis saya sendiri. Janji seorang remaja.

Waktu berlalu dan ada mimpi yang terlupa di sana. Setelah lulus sekolah saya melanjutkan ke jenjang universitas. Namun karena keterbatasan biaya membuat saya juga harus bekerja. Jadi dimulailah masa-masa perjuangan mendapatkan gelar sambil terus menjadi seorang karyawan swasta. Kadang saya didera perasaan lelah. Lelah bekerja dan pengen nikah aja. Lelah harus bangun pagi, beradu dengan seluruh penduduk kota dalam kemacetan setiap hari, bahkan lelah berkutat dengan pekerjaan yang tidak ada habisnya.

Sampai suatu hari sekitar tahun 2012, waktu itu kampus saya mengadakan sebuah "Seminar Kewirausahaan" yang menghadirkan salah satu nara sumber bernama Rosnendya Wisnu Wardhana. Melihat kata "wirausaha" di sana, ada sesuatu yang terbangun dalam diri saya. Mungkin sebuah pengingat bahwa dulu sekali saya pernah punya mimpi yang terlupa. Tanpa ragu saya langsung mendaftarkan diri untuk mengikuti workshop ini.

Rosnendya Wisnu Wardhana. Dilahirkan di Purwokerto tepat pada hari Kemerdekaan Negara Republik Indonesia di tahun 1976. Merintis pekerjaan sebagai seorang broadcaster yang tidak lama kemudian berpindah haluan menjadi seorang perbankan. Sekian lama menghabiskan waktu bekerja dalam sebuah instansi menyadarkan lelaki yang akrab disapa Mas Noe ini, bahwa semakin tinggi jabatannya nanti di tempat dia bekerja maka akan semakin sedikit waktu yang dihabiskan bersama keluarganya.

Wisnu Wardhana
Akhirnya pada awal tahun 2009, Mas Noe mulai merintis usaha kuliner asli Melayu yakni Kue Bingka Bakar. Mengapa makanan khas Melayu? Hal ini didasari dengan alasan yang sangat sederhana, karena istrinya adalah orang Melayu asli. Dan ini membuat Mas Noe memiliki keunggulan, karena tahu resep asli dari kue tersebut.

Lalu apakah Mas Noe langsung berhasil menjadi seorang wirausaha?

Ya enggaklah! Sebelum memulai usaha Kue Bingka Bakar, Mas Noe sudah banyak juga mencoba merintis beberapa usaha lainnya seperti usaha cuci mobil dan motor, cuci helm, bahkan pernah juga membuka sebuah angkringan, yang berakhir dengan rugi alias tutup. Tapi semua itu tidak membuat Mas Noe menyerah untuk menjadi seorang wirausaha. Dan usaha Kue Bingka Bakar ini digelutinya secara serius.

Dengan modal awal Rp 5.000.000 beliau mulai membeli peralatan seperti mixer, cetakan kue, dan bahan baku membuat kue ini. Uang tersebut juga dipakai menyewa konter yang hanya berukuran 2x3 meter di Pasar Mega Legenda Batam. Tidak langsung menjual kue bingka bakar yang menjadi andalannya, Mas Noe justru memulainya dengan aneka jajanan pasar. Dan saat Kue Bingka Bakar ini mulai dipasarkan, kenyataan pahit harus diterimanya karena penjualan kue ini tidak begitu laku.

Karena kebulatan tekad seorang Wisnu Wardhana, dirinya tidak pantang mundur walaupun hasil penjualan belum memperlihatkan hasil yang optimal. Mas Noe mulai mengubah strategi pemasaran. Kue Bingka Bakar dipasarkan secara simultan di semua acara-acara di Batam, mulai dari tingkat kelurahan sampai provinsi. Usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Seluruh kerja keras dan keuletan membuatnya pada tahun 2010 berhasil memindahkan usaha dari sebuah konter kecil di area pasar ke ruko yang lebih luas.
Outlet Nayadam saat ini
Tidak cukup mendulang keberhasilan sampai di situ, Mas Noe juga menyabet banyak penghargaan mulai dari pemenang terbaik 1 Wirausaha Muda Mandiri Bidang Usaha Boga Mandiri 2010, UMKM Kreatif versi kadin Provinsi Kepulauan Riau, The Best Entrepeneur of The Years 2011 oleh Indonesia Community Center, The Indonesian Small & Medium Business & Entrepeneur Award (ISMBEA) tahun 2012, Juara 2 Young Entrepeneur HIPMI tahun 2012, dan Finalis Nasional Pelopor Pariwisata Halal Kepri di Kementerian Pariwisata tahun 2016 dan segudang prestasi lainnya.



Beberapa penghargaan yang didapatkan Mas Noe
Seluruh cerita dari salah satu wirausaha muda yang berdomisili satu kota dengan saya ini kembali mengalir deras dari memori otak lalu meletupkan inspirasi dan semangat ke seluruh aliran darah saya ketika beberapa hari yang lalu menemani seorang kerabat membeli buah tangan di outlet bertuliskan "Oleh-oleh Khas Melayu, Nayadam".

Nayadam (Naya dan Adam) yang merupakan gabungan dari ke dua nama anak Mas Noe kembali melempar saya ke masa lalu. Motto Mas Noe yang selalu saya ingat ialah nikmati segala prosesnya, terus memiliki pikiran positif, dan jangan lupa untuk berserah kepada Yang Maha Kuasa. Terngiang juga pesan yang disampaikan beliau di penghujung ceritanya kepada kami para anak muda, bahwa yang paling sulit dalam berwirausaha itu bukan tentang berusaha memulai. Tetapi berusaha untuk berubah. Mengubah pola pikir yang sudah mengakar. Mengubah pemahaman tentang bekerja. Mengubah zona nyaman dari bekerja menjadi wirausaha. Mengubah cara pandang dari seorang karyawan menjadi seorang pengusaha.

Saya pandangi beberapa karya yang nantinya ingin saya komersialkan. Yang pelan-pelan akan saya pasarkan. Sesuatu yang dibuat atas kecintaan pada kerajinan tangan. Benar yang Mas Noe katakan di saat itu. Mungkin saya terlalu takut untuk berubah. Saya terlalu takut keluar dari zona nyaman. Tapi itu dulu. Sekarang saya sudah mulai berubah. Walaupun hingga saat ini saya belum bisa mengejar sukses sosok inspirasi pemilik salah satu oleh-oleh khas Batam itu. Tapi tekad saya semakin bulat. Saya akan lebih giat berkarya tanpa jeda. Saya akan giat berusaha sekuat jiwa dan raga.



Siapa tahu suatu hari nanti. cerita sayalah yang mem#bukainspirasi mahasiswa-mahasiswa lainnya.
Siapa tahu suatu saat nanti, nama sayalah yang mengukir prestasi di mana-mana.
Siapa tahu nantinya, sayalah salah satu karyawan swasta yang turut melesat menjadi pengusaha ternama.

Siapa tahu...
September 19, 2018

Payakumbuh Rasa Korea Selatan

by , in

약혼기!
Annyeonghaseyo!
Annyeonghaseyo...
Annyeonghaseyo!

Gue adalah salah satu dari sekian banyak anak remaja (cielah ngaku-ngaku masih remaja) yang menggilai Korea Selatan. Mulai dari drama korea yang banyak cowok gantengnya, makanannya yang lezat, sampai budayanya.

"Korea adalah negara pertama yang akan gue kunjungi setelah punya paspor nanti"

Itu janji gue pada diri sendiri. Yang tentu saja tidak terealisasi karena justru cap pertama di paspor gue persembahkan untuk Singapura (45 menit dari rumah gue *tsahh) yang tahun 2017 kemarin menjadi tempat konser Coldplay. Tapi keinginan untuk menjejakkan kaki di Korea Selatan tidak luput begitu saja. Negara Gingseng itu adalah satu dari sekian banyak mimpi-mimpi gue.

Lalu apa sih yang paling penting saat melaksanakan travelling itu?
Selain tiket pesawat tentu aja kendaraan selama kita ada di daerah tujuan.
Orang-orang lokal memang banyak yang menyediakan penyewaan kendaraan baik motor atau mobil. Tapi kadang kita juga mengalami kesulitan saat pemesanannya. Apalagi saat kita mendatangi tempat itu pada masa liburan. Wah siap-siap deh kerepotan mencari kendaraan untuk digunakan.

Nah buat kalian para traveller atau yang hobi melalang buana kaya gue gini, mesti kenalan sama Automo. Automo merupakan rental kendaraan berbasis online yang menyediakan berbagai jenis kendaraan mulai dari roda dua sampai roda empat. Gak bisa bawa mobil? Tenang. Automo juga menyediakaan supirnya gaisss.


Nah jadi kalau udah kaya gini, jalan-jalan gak susah lagi dong.
Mau jalan-jalan murah pakai sepeda motor? Hayuuuuuk!
Mau jalan ala Sultan alias liburan mewah? Kuylaahhhh~

Nah atau kalian mau ke sini?

Annyeong!

WAH KAK UDAH SAMPE AJA NIH DI SEOUL?
Jawabannya: Engga.
Terus ini di mana dong?
Lembah Harau, Payakumbuh, Sumatera Barat.

Jadi kenapa gue bisa datang ke sini?
Minggu lalu ada hari kejepit nasional yang tradisinya kantor tempat gue bekerja akan meliburkan seluruh karyawannya. Walau singkat, hari libur ini terlalu sayang untuk disia-siakan di rumah aja. Seorang "teman dekat" mengajak gue untuk menyambangi salah satu kota di provinsi Sumatera Barat, yang udah lama banget pengen gue datengin. Sebagai hadiah ulang tahun yang tertunda katanya.

Maka berangkatlah gue dari Batam yang hanya cukup memerlukan waktu 45 menit untuk sampai di Bandara Sultan Syarif Kasim II, Pekanbaru. Sebenarnya untuk bisa sampai di Payakumbuh ada dua cara yang bisa dijadikan pilihan. Yang pertama adalah cara yang gue gunakan. Yang ke dua bisa juga dengan terlebih dahulu menuju Bandara Minangkabau yang terletak di Kota Padang. Lalu dari Padang kita harus berkendara kurang lebih 5 jam untuk sampai di sini.

Kenapa gue memilih Pekanbaru?
Karena lebih praktis dan dekat dari tempat yang akan gue datangi ini. Dari Pekanbaru menuju Payakumbuh hanya memerlukan waktu kurang lebih 3 jam. Dan tentunya karena yang akan menemani gue jalan-jalan tinggalnya di Pekanbaru juga sih huahahaha :))

Kami berdua berangkat dari Pekanbaru menggunakan sepeda motor (biar kaya anak touring gituu) jam 7 pagi. Ini adalah pengalaman ke dua gue melintasi jalur lintas menggunakan sepeda motor. Hati ini ingin meledak rasanya karena senang. Wajar yah agak norak, di Batam yang cuma pulau kecil gini memang sulit merasakan pengalaman-pengalaman ekstrem.

Karena kami berangkat di pagi hari dan kebetulan hari itu adalah hari Senin, jalanan pagi padat dengan lalu lalang orang-orang yang akan beraktifitas. Mulai dari pekerja, buruh, bahkan ibu rumah tangga yang sibuk mengantar anaknya sekolah atau ke pasar. Gue melihat seluruh kesibukan di jalanan pagi itu dan bersorak dalam hati,

"APA ITU HARI SENIN?" HAHAHAHAHAHAHAHAHA *suombooong!

 Setelah keluar dari padatnya kota maka mata ini akan dimanjakan dengan banyaknya sawah yang sedang hijau. Birunya langit yang juga seperti mengiringi perjalanan kami dengan sukacita. Dan akhirnya tidak terasa kami melewati perbatasan antara Riau dan Sumatera Barat. Semakin dekat dengan tujuan.

Jalur lintas

Perbatasan Riau dan Sumatera Barat

Tidak butuh lama akhirnya gue sampai di Lembah Harau. Salah satu destinasi wisata di Sumatera Barat dengan keeelokan tebing-tebing tingginya. Lembah Harau adalah salah satu tempat wisata yang memikat bukan hanya hati para wisatawan Indonesia tapi juga wisatawan internasional, terutama orang-orang yang memiliki kecintaan terhadap panjat tebing. Tebing di sini menantang untuk ditaklukkan.

Pesona Lembah Harau
Ternyata Lembah Harau sudah banyak mengalami perubahan. Banyak sekali di sekeliling tempat ini masyarakat lokal yang membangun lokasi untuk para wisatawan. Mulai dari home stay, tempat berjualan aneka makanan, bahkan tempat-tempat hits yang instagramable. Dan gue dibawa ke tempat yang membuat sedikit keinginan hati untuk menyambangi Korea Selatan, terobati.

Dari banyaknya spot yang ada di Lembah Harau, ada satu tempat yang sangat menarik. Tempat itu memiliki sentuhan Korea Selatan tapi dengan kearifan lokal tentunya. Ada stan yang menyediakan penyewaan hanbok. Baju adat Korea Selatan yang pengen banget gue pakai. Hanbok ini disewakan cukup murah, hanya Rp 20.000/ baju dan ditambah Rp 5.000 jika kalian ingin menambahkan aksesorisnya.



Benar-benar kearifan lokal yah :))
Park Shin Hye versi banyak makan :))
Bahagia banget cita-cita pakai baju adat Korea ini kesampaian walaupun belum di Korea Selatan beneran. Gak apa-apa, suatu hari nanti pasti paspor gue kena cap Korea Selatan itu, tenaaaanggg!
Terus kalian masih di rumah aja nih?
Masih nyari alasan gitu gak bisa ke sana karena gak ada kendaraan yang bisa di pakai?
Klik aja beb Automo, solusi untuk liburan kamoo!

Rancak bana?



September 07, 2018

Mandiri Online: "Pintu Ke Mana Saja" Zaman Now

by , in

Lalala, aku sayang sekali...DORAEMON!


Pasti kita semua sangat kenal dengan penggalan lirik lagu dari kartun favorit semasa kanak-kanak dahulu. Doraemon adalah mimpi semua anak-anak bahkan orang dewasa seperti saya. Betapa saya ingin punya robot kucing nan penuh manfaat seperti dia. Tapi dari seluruh peralatan yang dimiliki Doraemon, ada satu yang sangat saya inginkan. Pintu ke mana saja!

Kenapa pintu ke mana saja?
Seperti namanya, kemampuan pintu ini akan membawa kita ke manapun tempat yang ingin kita datangi. Tanpa batasan. Tanpa perlu ruang dan waktu yang berlebihan. Diberi kemudahan. Pintu ke mana saja akan membawa saya hilir mudik tanpa harus membuang banyak waktu. Cepat. Tepat. Bermanfaat. 

Dewasa ini ditengah aktifitas yang semakin memburu, kita seringkali kehabisan waktu. Tidak sempat melakukan ini dan itu bahkan terhambat membeli atau membayar sesuatu. Kita perlu "pintu ke mana saja" yang selalu memberikan kemudahan dalam kegiatan apapun yang kita lakukan. Tetapi benarkah pintu ke mana saja itu nyata adanya? Tentu saja tidak.

Lalu adakah solusi yang mumpuni untuk dapat memenuhi seluruh kebutuhan kita dalam melakukan kegiatan/ transaksi?

Bank Mandiri hadir memberi solusi.


Saya telah menjadi nasabah Bank Mandiri sejak usia dini. Yang artinya adalah Mandiri menjadi rekening pertama yang saya miliki dan terus setia sampai saat ini. Jadi keinget pertama kali menerima gaji saya gugup sekali masuk ke dalam ATM Centre. Sangat berhati-hati saat akan memasukkan kartu debit ke dalam mesin ATM, seakan takut kartu tersebut lecet. Biasalah namanya juga masih belia :))

Seiring berkembangnya jaman, Bank Mandiri terus berinovasi dan memberikan banyak penawaran untuk kemudahan juga kenyamanan para nasabahnya. Mereka selalu memberikan inovasi demi memuaskan kebutuhan nasabahnya. Apalagi "si tukang belanja" kaya saya.

Coba mana suaranya para wanita shopaholic?
Pengennya bentar-bentar beli baju.
Terus liat-liat make up eh taunya dibungkus bawa pulang.

Gajian artinya adalah saat yang tepat untuk belanja.
Namun kata siapa belanja itu harus melulu ke mall? Ada cara gampang belanja tanpa perlu menghabiskan banyak waktu ke sana.

Belanja online jawabannya.

Saya termasuk salah satu orang yang sangat sering membeli barang-barang secara online. Mulai dari baju, kuas dan peralatan make up, lipstick, jaket, sepatu, bahkan hadiah untuk kerabat juga sekarang bisa dibeli secara online. Tinggal lihat barangnya, masukin keranjang, terus tinggal bayar deh. Untuk pembayaran, biasanya menggunakan metode transfer, dan mengharuskan saya untuk ke ATM terdekat dulu. Tapi karena keterbatasan waktu maka bolak-balik ke ATM adalah hal yang merepotkan dan ribet!

Hal inilah yang memotivasi saya untuk pertama kalinya mencari tahu gimana cara biar gak ribet bolak-balik ke ATM. Nah! Pada tanggal 21 Maret 2017, Bank Mandiri meluncurkan "Mandiri Online" sebagai layanan mobile banking baru menggantikan 2 (dua) pelayanan mereka yang sebelumnya, Mandiri Internet Banking dan Mandiri MobileMandiri Online ini adalah wajah baru dari Mandiri Internet dan Mandiri mobile. Tujuan perubahannya tentu saja untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahaan kita sebagai nasabahnya.

Terus gimana caranya biar bisa jadi pengguna Mandiri Online? GAMPANG!
Tinggal datang ke kantor cabang Bank Mandiri, datengin customer servicenya, terus registrasi deh. Eitssssss... Jangan lupa membawa kartu identitas, buku tabungan, dan kartu debit Mandirinya yah.

Emang apa sih beda Mandiri Online ini dengan layanan sebelumnya?

1. Muncul dalam 2 jenis pelayanan: Mandiri Online Web dan Mandiri Online Apps
2. Tampilannya yang lebih elegan dan mudah digunakan
3. Kita para nasabah Bank Mandiri gak perlu lagi repot mesti mendaftarkan rekening tabungan, karena rekening yang kita gunakan sebagai sumber dana dapat langsung dipakai bertransaksi.
4. Sekuritas yang dijamin karena menggunakan metode otentikasi versi terbaru
5. Dapat diakses dengan menggunakan smartphone apa saja yang dimiliki oleh nasabah

Pas pertama kali cobain layanan Mandiri Online seneng banget akutu. Karena dibandingkan dengan mobile banking sebelumnya, aplikasinya jadi lebih mudah digunakan. Tampilannya juga jadi lebih cantik dan elegan. Kalau mau transaksi tinggal masukin id dan password yang sudah dibuat di kantor cabang tadi, kaya gini:

Contoh transaksi menggunakan Mandiri Online

Transaksi di atas menggunakan Mandiri Online App. Perbedaannya dengan menggunakan Mandiri Online Website adalah seperti namanya, Mandiri Online Website dapat diakses dengan menggunakan web browser sedangkan Mandiri Online App. diakses melalui aplikasi yang dapat diunduh smartphone nasabah.

Fitur utama Mandiri Online yang sangat ditonjolkan dalam penggunaanya ada 8 poin,

Fitur unggulan Mandiri Online

1. Satu Akses
Apapun pilihan kita dalam menggunakan Mandiri Online, baik melalui web atau aplikasi terintegrasi dengan hanya memerlukan 1 ID dan 1 password yang sama. Untuk orang pelupa kaya saya ini adalah ANUGRAH karena tidak perlu banyak mengingat password :3

2. Tampilan
Tampilan Mandiri Online lebih mudah dan nyaman untuk memberikan nasabah tentang informasi perbankan yang dibutuhkan.

3. Keamanan
Untuk keamanannya, Mandiri Online menerapkan teknologi OOB (Out Of Band) yang menjamin transaksi online dengan tingkat keamanan tinggi.

4. Transaksi
Apapun transaksi finansial yang ingin kita lakukan, semuanya secara real-time.

5. Cek Histori Transaksi
Seluruh transaksi yang kita lakukan dalam satu atau beberapa periode terekam secara akurat  dan dapat diunduh seluruh mutasi rekeningnya.

6. Transfer
Ketersediaan transfer sesama Bank Mandiri ataupun bank lainnya.

7. Top Up
Pilihan khusus untuk isi ulang e-cash / e-money

8. Buka Deposito
Juga dapat melakukan kegiatan membuka deposito / MTR

SERU KAN?

Jadi gak salah dong kalau saya bilang kalau Mandiri Online itu udah kaya "pintu ke mana saja"nya doraemon. Memudahkan setiap langkah untuk melakukan kegiatan transaksi. Membuat diri jadi mandiri.

Repot nyari-nyari ATM? YA ENGGA DONG!
Pusing karena takut telat bayar tagihan? GAK MUNGKINLAH!
Karena semua transaksi, selesai dengan satu solusi. Mandiri Online.






September 02, 2018

Opening Ceremony Asian Games 2018

by , in
Setelah berakhirnya Asian Games 2018 yang fenomenal, ijinkan hamba menghela nafas sebentar sebelum menceritakan pengalaman fantastis ini.

HUH...
HAH...
HUH...
HAH...

Here we go!

Semua bermula dari sini. Tidak pernah terlintas bahkan berani bermimpi sekalipun kalau gue akan menjadi salah satu saksi dibukanya pesta olahraga terbesar di Asia.

18 Agustus 2018

Gue harus mencatat tanggal penting ini untuk mengingat bahwa hari ini, dengan bangga Indonesia menyambut seluruh atlet, official, dan penonton dari seluruh Asia. Sebelum menyambangi Gelora Bung Karno tempat diadakannya pembukaan Asian Games 2018. Kami terlebih dahulu bermain di  Taman Mini Indonesia Indah. Menikmati kereta gantung dan sempat juga mendatangi Museum Penerangan. Setelah makan siang dan berganti baju berwarna biru kami semua dengan semangat membara menuju GBK.

Kembar 4 badutnya :))
Museum Penerangan di TMII
Di tengah-tengah tol, bus kami menepi. Cuma tamu Kominfo kayanya yang bisa berhenti di tengah tol kaya gini hahaha. Ternyata kami akan dibagikan tiket masuk ke dalam GBK. LO bus kami sempat mendramatisir bahwa kami harus menjaga tiket ini melebihi menjaga nyawa kami *tsahhh.


LEBAY KAK!

Iya emang lebay. Karenaaaaaaaaaaaa kami semua mendapatkan tiket seharga Rp 5.000.000! Itu adalah harga tiket VIP alias tiket paling mahal di pembukaan Asian Games. Dan kami dapat dengan cuma-cuma, mau nangis akutu.

LIMA JUTA RUPIAH :))
LIMA JUTA RUPIAH :))
*ulangterusampemuak*

Tiket VIP :))
nah kalau ini penampakan tiket pertandingannya

Kami sampai di GBK sekitar jam setengah duaan yang membuat harus menunggu lagi. Banyak banget bus yang lalu-lalang mengantarkan orang-orang kedalam GBK. Buat kalian yang lagi menunggu kepastian, terlatih banget deh selama 3 hari ini bagaimana cara menunggu itu #HALAH. Tapi ada yang menyedihkan nih. Kamera ternyata tidak diperbolehkan masuk ke dalam GBK. Jadi yaudahlahhhh kamera kami semua duduk manis aja di bus.

bus yang seliweran di sekitar GBK

Untuk masuk ke dalam kami beberapa kali melewati proses scan tiket. Jadi teringat waktu masuk konser Coldplay. Itulah kenapa juga kami diingatkan untuk tidak memposting tiket dengan memperlihatkan barcode. Agar tidak ada tiketnya yang dimaling orang jahat. Karena gembira banget dapet tiket 5 juta, perjalanan yang jauh untuk masuk ke dalam GBK pun diabaikan. Padahal udah keringetan, udah haus, tapi tetep sumringah karena bersemangat menyaksikan pembukaan Asian Games 2018.


Tamu VIP neh wkwkwk :))
Mohon untuk siapapun yang mengenal abang di belakang ini, dia adalah staff Kominfo yang ampe hari ini kutidak tau namanya, tolong sampaikan salam rindu gitu :))
Jam lima sore acara pra-show dimulai dengan sambutan MC, Tike Priatnahkusumah dan Ronal Surapradja, juga ada penampilan dari Yura Yunita yang menyanyikan beberapa buah lagu. Saat pra show ini juga kami berlatih untuk countdown dan menari ala-ala dengan flashlight hp. Saat ini juga diperkenalkanlah beberapa anak bangsa yang menjadi orang di balik layar pembukaan Asian Games 2018ini. Ada Addie MS & Ronald Steven untuk aransemen musik, Denny Malik & Eko Supriyanto dibagian koreografer, Dynand Fariz dan Rinaldy Yunardi yang merancang kostum seluruh pengisi acara. Saat MC sedang berbincang-bincang dengan mereka, tampaklah satu sosok yang berlari-laro kecil menuju panggung. Siapa dia? Tentu saja, WISHNUTAMA. Dia adalah orang yang paling gue nantikan, di pembukaan kali ini tugasnya adalah sebagai creative director.

MC sempat bertanya kepada kedua koreografer Denny Malik dan Eko Supriyanto bagaimana cara melatih penari-penari yang akan tampil, karena  mereka semua hanya pelajar dan bukanlah penari profesional. Mereka menjawab dengan mantap, "mereka memang bukan penari profesional. Tapi malam ini mereka akan tampil layaknya profesional."

Set panggung sebelum diwarnai lighting & maping
Menunggu Opening dimulai
Panggung spektakuler Pembukaan Asian Games 2018
Dan tibalah saat yang dinanti-natikan.

Jam tujuh malam.
Acara diawali dengan Presiden Jokowi dan rombongannya yang berangkat menuju Gelora Bung Karno. Selama ini gue hanya melihat seorang kepala negara masuk ke dalam lokasi acara yah biasa-biasa aja dari pintu masuk. Namun Bapak Jokowi memulai pembukaan ini dengan epik. Setelah video penayangannya yang pastilah sudah kalian lihat di televisi dan seluruh sosial media, Bapak Jokowi (yang tentu sajalah menggunakan stuntman) memasuki Gelora Bung Karno menggunakan sepeda motor. Beliau mengitari arena sambil menggeber motornya. KEREN GEWLA PRESIDEN GUE.  Nama JOKOWI menggema di seluruh Gelora Bung Karno membuat hati gue menghangat. Puas beraktraksi, beliaupun bergabung dengan seluruh pimpinan negara dalam sebuah ruangan kaca.

Lalu dimulailah acara yang (gue yakini) membuat kita semua berdecak kagum. Tarian Ratoh Jaroe yang ditampilkan seribu lebih penari benar-benar seperti yang dipaparkan oleh dua koreografer. Mereka sangat terlihat profesional. Siapa yang menyangka penari-penari tersebut adalah pelajar dari 18 sekolah di Jakarta. Ada satu momen yang tidak pernah gue bayangkan ada. Yakni ketika kami semua diminta untuk berdiri dan mengheningkan cipta atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Lombok. Di tengah keriaan menyambut Asian Games diselipkan rasa empati dan solidaritas bahwa mereka tidak semata-mata kita lupakan.

Penyambutan seluruh negara-negara yang terlibat dalam Asian Games 2018 juga berjalan dengan menakjubkan diiringi dengan kostum dari Jember Fashion Carnaval. Gue sempat kagum dengan kontingen dari Jepang. Di saat atlet-atlet lain sibuk berfoto-foto, mereka duduk dengan tenang dan rapi. Integritas kedisiplinan mereka emang pantas diacungi jempol.

Sejak acara dimulai gue gak berhenti merinding, terharus, bangga, mata berkaca-kaca. Bangga pada semua yang mati-matian bekerja keras untuk memberikan penampilan terbaik mereka di mata dunia. Set panggungnya juga pecah. Saat akan menyanyikan lagu Indonesia Raya tiba-tiba muncul Garuda yang berwarna keemasam dari belakang panggung. Kami takjub. Gue meneteskan air mata, haru.

Pengibaran Sang Saka

Tidak berhenti sampai di situ, seluruh desain panggung benar-benar membawa unsur Indonesia. Laut yang luas, hamparan hijaunya sawah, sungai, hingga gagahnya gunung. Pergantian hari juga mewarnai keindahan acara ini, diawali dengan terbitnya matahari di belakang gunung, mengingatkan kembali akan gambar yang selalu dibuat oleh seluruh anak Indonesia. Lalu hari berganti malam dengan bulan purnama yang utuh.


Penampilan dari seluruh pengisi acara juga semakin membuat semarak. Kostum yang mereka gunakan sungguh mewah. Dan saat lagu-lagu daerah Nusantara mengalun berganti-gantian diiringi penyanyi kawakan, lagi-lagi gue merinding. Puncaknya adalah ketika Anggun menyanyikan lagu "Pemuda". Rasa nasionalis membuncah di udara. Segala pertikaian, kesedihan, ketakutan, peselisihan yang beberapa waktu ini kita rasakan bersama seolah tersingkir sementara. Digantikan dengan rasa bahwa kita adalah satu, satu nusa, satu bangsa, satu tanah air. Untuk sesaat pembukaan Asian Games 2018 menyebarkan aura perdamaian antara satu dengan yang lainnya.

Obor Asian Games yang sudah dibawa berkeliling ke beberapa kota di Indonesia akhirnya tiba di GBK. Dengan dibawa atlet-atlet veteran secara estafet hingga sampai di bawah gunung berapi. Susi Susantilah yang menjadi ujung dari perjalanan obor itu. Dia memegang obor itu dan langsung menyulutkan api ke gunung, DUAR! Gelora Bung Karno penuh dengan kembang api dan gemuruh rasa bangga.

Maafkan kalau blur, ini screenshoot dari video :))
Tidak hanya lagu daerah, musik EDM yang sedang hits di kalangan anak muda juga turut mewarnai pembukaan Asian Games 2018 ini. Dance dan permainan lighting yang semarak semakin menambah decak kagum kami yang menontonnya. Dan tanpa terasa berakhirlah pembukaan Asian Games 2018 ini. Hingga akhir acara gue yang saat itu sudah kehabisan suara kebanyakan teriak-teriak sempat terdiam. Dalam relung hati yang paling dalam, gue sebagai warga negara Indonesia bangga. Indonesia benar-benar menyajikan pembukaan pesta olahrga ini dengan kelas dunia.

NAMUN...
Semua rasa bangga gue lenyap saat akan meninggalkan kursi di GBK.
Mengapa?
Karena MASIH BANYAK PENONTON YANG MENINGGALKAN SAMPAH MEREKA!
Kesel gueeeeeeeeee!!!

Apalagi di sekitar gue duduk itu adalah sesama tamu dari Kominfo dan mereka tanpa rasa peduli ninggalin sampah gitu aja. Percuma dapat tiket mahal, kalau hal sepele kaya buang sampah aja pada gak bisa. Ampe luar gue masih misuh-misuh sambil memunguti sebisanya sampah yang bisa gue bawa keluar. Pas lagi sibuk ngomel gue melihat sebuah keramaian, gue mendekat dan melihat ow ow siapa diaaaa? Yah kalian tebak ajalah dari foto ini yah, GABOLEH IRI! Huahahah :))

Ow ow siapa diaaaa? :3
Pak Wishnutama!
Dan selesailah tugas hamba di Jakarta. Banyak cerita yang akan gue simpan baik-baik dalam hati. Gue bersyukur bisa ada di sini. Banyak banget hal yang bisa gue dapatkan, teman, ilmu, relasi, dan yang paling penting adalah gue bisa membawa dua buku yang berisi pikiran kami 34 blogger dan 34 pelajar/mahasiswa. Gue bangga bisa ada di sini karena sesuatu yang cintai. Semoga dengan semakin dikenalnya Indonesia di mata dunia, pelan-pelan juga memupuk kepribadian bangsa menjadi lebih beretika dang tinggi toleransi terhadap sesama.

Ku dan Atung :3

MERDEKA!

Agustus 31, 2018

City Tour - Road To Opening Ceremony Asian Games 2018

by , in
Setelah tadi malam menjadi "orang penting", hari ini kami -Duta Asian Games 2018- akan melaksanakan serangkaian kegiatan city tour di Jakarta. Dari jadwal yang kelihatan padat ini, perjalanan kami akan dimulai dari Kota Tua pagi-pagi sekali *KATANYA*.

Blush on  masih on point
Namun...

Tentu saja kita sebagai manusia hanya bisa berencana walaupun pada akhirnya kenyataan tidak pernah berjalan sesuai dengan apa yang kita mau. Kami yang di"ingatkan" untuk dapat bangun dan sudah berkumpul di jam tujuh pagi. Kami semua, tim writingthon khususnya, tentu saja adalah peserta yang baik dan budiman. Kami sudah duduk manis di bus jam setengah tujuh. Dan yang akhirnya bus berangkat pukul SETENGAH SEMBILAN YHAAAAAAAAAAAA. Gapapa akutu gapapaah!

Setelah tertidur di bus, kami tiba di Kota Tua Jakarta. Kami hanya mempunyai sedikit waktu di sini karena harus mengejar jadwal makan siang di Ancol. Guide kami tidak berhenti menjelaskan semua hal yang ada di Kota Tua. Tapi karena panas banget, gue ga fokus dengerinnya. Gue fokus mencari AC di setiap ruangan yang ada di museum wkwkw :))



Tim kuat di jemur
Gak cukup diberi harapan palsu soal keberangkatan bus tadi pagi, menjelang penjemputan dari Kota Tua kami juga tentu saja diberikan harapan palsu lagi. Kami sempat "dijemur" saat sedang menunggu bus. Anggota kelompok yang terpisah-pisah harus dipastikan lengkap dulu baru bisa masuk ke bus. Pokoknya udahlah cuaca panas, hati panas, dompet panas kebanyakan jajan karena udah lewat jam makan siang, panas semuanya. Saat bus tiba, kamipun gembira, karena waktu makan siang akhirnya tiba. 

Kami makan siang di Gubug Makan Mang Engking, Taman Impian Jaya Ancol. Saat tiba di sana, beruntung sudah tersedia makanan di atas meja lalu kami makan dengan lahap. Tanpa sisa sob! Selepas makan siang acara selanjutnya adalah kami akan dinner dengan tema BBQ di Pantai Segara Ancol. Pasukan merah tadi berganti baju dan menjadi pasukan putih.

Tempat makan siang
Untuk sampai di Pantai Segara kami hanya berjalan kaki sekitar 15 menit. Dan langsung disambut dengan dekor outdoor yang berwarna-warni. Acara semakin semarak karena kehadiran Yosi, Project Pop.


"Ku bukan superstar kaya dan terkenal, ku bukan saudagar yang punya banyak kapal, ku bukan priyayi, ku hanyalah orang yang ingin dicintai" - Project Pop.

Karena selfie adalah koentji!

Pantai Segara di malam hari
Ternyata kehadiran Yosi di sini untuk melatih yel-yel yang akan kami gemakan saat Pembukan Asian Games 2018 keesokan harinya. Latihan yel-yel dipenuhi canda dan tawa karena pemimpin yel-yel yang dipilih dari masing-masing pemenang. Hari beranjak malam dan mulailah mengalun musik dari DJ Pixy. Yang semakin seru adalah teman-teman dari Dance Competition maju ke depan panggung sambil meliuk-liukkan badannya mengikuti irama musik. Seruuuuuu!
Latihan yel-yel ceritanya :))
Di sini juga turut hadir kembali Ibu Rosita Niken Widiastuti yang kembali menyambut hangat kehadiran kami semua. Hadir juga Prof. DR. Henry Subiakto, selaku Staff Ahli Menkominfo RI (beliau juga merupakan Guru Besar Fisip Universitas Airlangga) yang terlibat langsung dalam pembuatan UU ITE. Pak Henry menyampaikan materi singkat tentang "Tantangan Kebhinekaan  di Era Digital". Beliau menyematkan pesan bahwa sebagai anak muda kreatif kami hendaknya menjaga warisan bangsa sebaik-baiknya. Sebarkan konten positif. Bijaklah dalam menyampaikan informasi apapun dan himbau masyarakat untuk menghalau berita hoax. Dengan pembawaannya yang santai ada satu kalimat beliau yang membekas di ingatan,

"Media informasi itu seperti narkoba. Lingkungan itu pengaruhnya besar. Sekali saja sudah menebar hoax, kumpulnya juga sama orang-orang yang sukanya menyebarkan hoax, hancur reputasi. Ingat, cermati beritanya, buktikan kebenarannya, tegur penyebarnya jika berita tidak benar, kita harus sangat bijak di era tekhnologi yang semakin canggih."

Pak Henry
Materi yang disampaikan emang terlihat seperti kuliah umum. Tapi karena pembawaan beliau yang santai, sesekali tertawa, juga berwibawa membuat kami terbawa suasana dan tidak bosan. Acara dilanjutkan dengan stand up comedy dari Raim Laode. Celotehannya benar-benar membuat kami tidak berhenti tertawa. Tidak lama kemudian kami juga dipersilahkan untuk menikmati hidangan yang disediakan.

Raim Laode, stand up comedian
Sejak acara dimulai, MC beberapa kali menyinggung bahwa akan ada "bintang tamu" kejutan untuk kami semua. Gue  yang sedari tadi memperhatikan ada alat musik full band yang tertutup kain di panggung menebak pasti kejutannya itu band. Cuma temen-temen gak ada yang percaya dan mengira itu adalah peralatan home band biasa.

Dan taukah kalian siapa bintang tamu kejutan itu?

D' M A S I V!

Oke.
Baik.
Tarik nafas.
Jangan pingsan.
Santai.
Hembuskan nafas.

Huahahahhaah :))
Mungkin kalian akan mengira gue sangatlah lebay. Ga gaiss ga gitu...
Gue beritahu sebuah rahasia kecil. Gue adalah masivers. Jadi masivers itu adalah nama fans band D'masiv. Gue bahkan pernah ikut komunitasnya dulu di Batam waktu jaman gue lagi muda belia. Dan karena komunitas itu gue bisa nonton band ini dari dekat. Bahkan bisa menyambangi mereka di hotel kira-kira tahun 2012.

DAN SEKARANG MEREKA DEPAN GUE DONG!

Terimakasih Bang Firman untuk fotonya yang warbiyasak!
Kalau tahun 2012 kami terpisahkan eeakkkk antara panggung yang tinggi. Kali ini mereka di depan gue. Dengan sangat jelas dan nyata. Agak-agak syok nih, kaya mengenang kembali masa muda waktu nonton mereka yang buat gue ama mantan gue putus waktu itu wkwkwkwkkw. Sekeliling gue kan emang anak muda (BUKAN BERARTI GUE TUA) yah jadi mereka emang histeris berteriak sambil tidak berhenti mereka. Padahal mah juga mungkin tau lagunya cuma satu dua doang hih! *mulai nyinyir kakaknya mon map.

Gue yang emang pengen dengerin lagu mereka doang sama sekali ga ada megang handphone. Niat hati ini emang menikmati aja mereka yang di depan mata gue ini. Sambil sesekali dengan noraknya gue meneriakkan salam lima jari, yang membuat Rian selalu melihat gue. Yess berhasil caper! :))

Tapi di tengah-tengah nyanyian mereka yang tidak pernah putus, gue terpikir untuk pamer ama temen-temen gue. Netizen jaman sekarang kan kalo ga ada bukti suka ga percayaan, jadi gue harus ngambil minimal satu video nih sebagai bukti ada D'masiv di depan mata. Gue keluarin handphone dan mulai merekam. Lalu taukah kalian, saat mulai merekam, Rian yang emang dari tadi sibuk narsis di hp yang mengarah ke dia, tiba-tiba melihat ke hp gue dong. Dan gak berhenti sampai di situ.

Dia perlahan turun tangga dan memeluk gue.

O M G !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Terdengar teriakan "anjirrr menang banyak tu cewek!" dari belakang, kiri, juga kanan gue. Bahkan ampe didorong-dorong tuh, SIRIQUE KALIAN SEMUA SOBAT!

Maafkan hamba yang seperti remaja kelakuannya :))

Ada lagi nih rejeki yang gue dapatkan huahahahah. Jadi ada saat di mana Rian turun panggung yang langsung diserbu dari segala penjuru. Gue yang tepat di depan dia tentu saja langsung mepet dengan posisi yang berhadapan. Kondisi itu bertahan hampir 5 menit. Gile ya vokalis band uda keringetan masih wangi aja. Yang memisahkan kami berdua hanya tangan yang gue taro di depan dada, gak bisa ngapa-ngapain juga gue kejepit sama orang-orang norak wkwkwk.

D'masiv menutup malam kali ini dengan indah (APALAGI GUE YANG UDAH DIPELUK VOKALISNYA). Segala kelelahan sepanjang hari sedikit terobati dengan kehadiran D'masiv. Dan kami harus segera pulang ke hotel, untuk bersiap menyambut hari besar untuk Indonesia sebagai tuan Rumah Asian Games 2018.