AMELIASEPTA

My Head Full of Dream

Februari 15, 2019

Review Film "ANTOLOGI RASA"

by , in

"UNTUK YANG TELAH MENEMUKAN NAMUN TIDAK BISA MEMILIKI"



Sebaris kalimat di atas ialah yang menjadi tagline dari film Antologi Rasa yang tayang bertepatan di hari Kasih Sayang -14 Februari 2019- kemarin. Film ini adalah adaptasi novel best seller karya salah satu penulis favorit gue, Ika Natassa.

Antologi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti "kumpulan karya tulis pilihan dari seseorang atau beberapa pengarang. Berarti Antologi Rasa adalah kumpulan perasaan dari beberapa orang. Gue akan review film dari dua sudut pandang, sebagai pembaca (lama) dan penonton film, sebisa mungkin menghindari spoiler. Tapi kalau dikit-dikit gapapalah yeeee~

Sebagai seorang penonton,

Di awal film, kita akan diperkenalkan langsung dengan ke tiga tokoh utama yang menjadi poros cerita. Keara Tedjasukmana yang diperankan oleh Carissa Perusset, sungguhlah Keara banget. Cantik, semampai, memiliki mata indah, pekerjaan yang bagus, sempurna pokoknya. Harris Risjad yang diambil alih oleh Herjunot Ali, gue yakini, adalah kesayangan seluruh penonton. Tengil, kocak, playboy, jahil, raja dugem, tapi tunduk di hadapan perempuan yang bahkan tidak pernah melihatnya lebih dari seorang sahabat. Dan yang terakhir, Ruly Walantaga yang diperankan oleh Refal Hady. Seorang lelaki baik-baik, alim, dan juga mencintai seorang perempuan yang tidak mungkin dimilikinya. Cinta mereka rumit amat dah.

30 menit film berjalan gue merasa film ini masih seru. Namun di menit-menit setelahnya entah kenapa gue jadi sedikit bosan. Pemaparan plot yang tidak padat buat gue ngantuk dan gemes sendiri. Tapi itu juga ada di beberapa bagian kok. Alur ceritanya juga menurut gue agak "maksa". Kaya pengen cepet-cepet konfliknya selesai, padahal belum bener-bener klimaks. Akting Carissa juga buat gue sedikit kecewa. Ceritanyakan Keara ini tuh sakit banget cintanya bertepuk sebelah tangan mulu, tapi dia GABISA NAGIS yalordddd. Gue yang nonton aja mewek-mewek. Lah dia sesedih itu tapi air matanya gak keluar tapi sesenggukan haftt~

Yang menyelamatkan adalah tentu saja  the one and only Herjunot Ali. Karakternya sebagai Harris mampu membuat hati gue bergetar eeaaaa. Manis banget dan pengen bawa pulang ajah rasanya. Perasaannya yang teramat sangat dalam ke Keara sampai di hati gue. Cintanya yang dipendamnya dalam diam, cukup dengan membuat Keara bahagia, bener-bener terlihat dari matanya memandang Keara. Peran Dinda sebagai sahabat Keara juga di sini menurut gue tidak menunjukan arti yang signifikan. Kaya yahhhh cuma biar ada ajah gitu peran sahabat cewenya (mungkin buat yang gak baca bukunya akan kebingungan siapa cewek yang hanya terlihat di dua scene itu).

Sebagai seorang pembaca,

Gue kecewa-bahagia #LAH!
Maksudnya gimana yah. Bahagianya tentu karena seluruh pemeran disajikan dengan sempurna. Mereka adalah Harris, Keara, dan Ruly yang selama ini gue -dan mungkin pembaca lain- imajinasikan dalam kepala kami. Karena gue udah baca novelnya, gue udah tau dong yah alur ceritanya mau ke mana dan ngapain aja. Gue justru sangat menantikan adegan penting seperti saat Harris sedang galau-galaunya, Ruly juga terjebak dalam kehaluannya mencintai orang yang tidak mencintainya, juga Keara yang kebingungan sebenarnya hatinya mau apa. Disitulah kecewa gue sebagai pembaca mulai muncul. Seluruh plot yang ditampilkan di film berjalan "patah-patah". Tiba-tiba begini. Tiba-tiba begitu. Lalu tanpa angin dan hujan mereka ciuman. 
PENGEN AJA GITU CIUM CIUM huff~ *kan pengen juga gitu wkwk
Gue tidak merasakan cinta yang sebenar-benarnya dari tiap-tiap tokoh. Syukurlah beberapa dialog sama persis dengan yang ada di novel. Manis-manisnya kebawa ampe di film.
Namun ada satu karakter lagi yang membuat Keara tahu hatinya menuju ke mana, tapi tidak ditampilkan di film. Siapa dia? Kalian baca ae novelnya wk. Yah gue tau sih jawabannya pasti seperti jawaban film adaptasi lainnya "tidak semua yang ada di novel bisa dituangkan ke dalam layar lebar dan memiliki banyak pertimbangan". Begitulahhhhhhhh.

But over all,
Pesan cinta yang disampaikan dalam Antologi Rasa benar-benar membuat hati gue hangat. Walau kekurangan sedikit di sana sini, Antologi Rasa mengemas film adaptasi novel yang harus diapresiasi. Film ini layak ditonton untuk kalian yang sedang tidak tahu ke mana hati kalian menuju. Atau kalian yang sedang lelah berjuang namun tidak mengerti bagaimana berkata "cukup" kepada diri sendiri. Antologi Rasa adalah perasaan tiga orang yang akhirnya, masing-masing menemukan muaranya. Dan soundtrack film ini JUARA sih. Geisha dan D'masiv sukses buat lirik yang baperrrrrr parah :3

Rating: 7.5/10



Pesan seorang Harris Risjad:
"Kalau dia buat lo ketawa, itu artinya lo suka sama dia. Tapi kalau dia buat lo nangis, itu artinya lo cinta sama dia"



Januari 22, 2019

Adeline dan Sutra Daun Singkong yang Mendunia

by , in
Adeline Natasha Kusumawardani
Tanggal 5 Oktober 2018 silam, seorang sahabat yang selama ini kami hanya bercengkrama lewat grup absurd (dipertemukan karena konser Coldplay di 2017) yang akrab gue panggil Mba Aline mengirim pesan singkat lewat whatsapp

Chat di Oktober 2018
Begitulah kira-kira pesan itu bermula tanpa muara. Kala itu Mba Aline sudah mengirim bahan untuk gue kupas tuntas setajam silet namun karena kesibukan yang tiada arah, tulisan tentang Mba Aline pun tenggelam, tidak terlupakan, karena gue menunggu momen yang tepat untuk memperkenalkan siapa wanita yang bernama lengkap Adeline Natasha Kusumawardani.

Adeline, atau yang selama cerita ini akan gue panggil Aline, seorang wanita berdarah Solo, lahir 39 Juni 1982, menghabiskan masa kecil hingga saat ini di kota yang selalu buat gue rindu untuk balik ke sana, Jogjakarta. Seperti kebanyakan anak perempuan pada umumnya, Aline hidup bahagia dan tumbuh dengan penuh cinta. Namun siapa sangka hidup memporakporandakan seluruh yang dia kenal dengan bahagia. Satu per satu orang tuanya dipanggil menghadap ke Sang Pencipta. Aline jatuh dalam kesedihan dan harus bertahan, sendirian.

Pada tahun 2014, Mba Aline mulai merintis usaha di bidang fashion. Baju-baju yang diambilnya biasanya dari Tanah Abang atau Bangkok. Seluruh baju  dipadu-padankan lalu di foto dan diunggah ke sosial media. Tak cukup berpuas hati dengan hanya menjual baju yang diambil dari supplier, Mba Aline pun mulai merambah dunia desain (pada saat ini Mba Aline sama sekali belum belajar/ sekolah desain, semua yang dilakukannya murni berdasarkan insting dan kecintaannya atas fashion). Begitulah Mba Aline bertahan hidup selepas kepergian kedua orang tuanya.

Kadang kesedihan membawa kita pada makanan. 
Gue juga gini kok, kalau stres makan. Lagi sedih makan. Lagi seneng makan. Lagi galau makan. YAH ITU SIH EMANG GUENYA AJA YANG HOBI MAKAN huahahah :))

Akhirnya terjadi beberapa perubahan fisik pada Aline yang abai disadarinya sejak awal. Suatu hari sebuah kejadian membuat Mba Aline kembali jatuh dalam keputusasaan. Dirinya mengalami yang biasa kita kenal dengan cyber bullying. Yap! Indonesia khas sekali kan dengan hal itu? Hal yang menjatuhkan orang lain lewat fisik semata. Dan ini juga dialami oleh Mba Aline bahkan dari seorang teman yang cukup dekat dengan dirinya. Tahukah kalian luka dari penghinaan yang dilakukan jempol kalian? Seorang anak perempuan, yatim-piatu, mengurung dan menyesali diri atas fisiknya selama tiga minggu.

Namun itulah yang menjadi titik balik seorang Adeline Natasha Kusumawardani. Atas semua hinaan-hinaan itu, Mba Aline bangkit dan mengubah seluruh yang ada dihidupnya. Mulai dari pola makan, pola olahraga, hingga meyakinkan dirinya sendiri bahwa dirinya berharga dan bisa melakukan apapun yang disukainya. Atas seluruh usahanya Mba Aline mengalami penurunan berat badan hingga 10 kg. Dan di sinilah cerita dimulai.

Karena berat badan yang mulai turun, banyak baju yang tidak lagi bisa digunakan. Mba Aline pun mulai mendesain baju-baju untuk dirinya. Ternyata karyanya banyak disukai oleh teman-teman dan pembeli bajunya. Dari sini pun Mba Aline menyadari bahwa ternyata tidak banyak baju untuk ukuran "big size" yang tersedia di pasaran. Dirinya mengambil keputusan besar untuk mengangkat ciri khas dagangannya yakni desain baju dengan ukuran "big size", ukuran paling kecil yang tersedia di toko bajunya adalah dengan ukuran lingkar dada 110.

Tidak ada yang sia-sia dalam sebuah usaha juga kerja keras. Setelah jatuh bangunnya Mba Aline, tepat hari Sabtu tanggal 19 Januari 2019 kemarin, seorang Adeline Natasha Kusumawardani berhasil melaksanakan fashion show tunggal yang memamerkan hasil karyanya di kafe Tirana Art House & Kitchen di Jalan Suryodiningratan, Jogjakarta. Mba Aline yang sebelumnya ada di bawah naungan brand Minami, terlihat sangat bangga melihat pagelaran busananya berjalan apik.


Uniknya model yang menggunakan busana karyanya bukanlah model profesional namun wanita-wanita hebat dengan berbagai latar belakang profesi. Dalam pertunjukan karyanya ini ada dua yang sangat mencuri perhatian karena keduanya dibuat dari sutra daun singkong. Kalian tau gak? Ih gatau? Serius? Noraqqqqq kalo ampe gatau. 




 Sutra daun singkong berasal dari kepompong ulat yang memakan daun singkong. Mba Aline memilih bahan ini sebagai dasar pakaian karena sutra singkong bersifat lentur terhadap cuaca. Jadi kalau cuaca panas, ya adem. Kalo lagi dingin, jadi hangat. 

Apakah si dia harus kubalut dalam sutra daun singkong juga ya hmmmmmmmm

Dalam pagelaran busana ini, Mba Aline tentu aja gak sendirian. Dia juga turut memboyong lima murid asuhannya untuk turut memamerkan karya. Jadi gak cuma bisa desain, Mba Aline juga merupakan seorang mentor. WAGELASEHHHHH KEREN!
Ada yang lebih keren kok. Salah satu murid Mba Aline ada yang paling muda yakni seorang gadis cilik berusia enam tahun bernama Rania. Calon bibit unggul fashion design Indonesia nih :3

Pagelaran busana dengan tema "Let's Talk About Our Body" ini adalah sebuah pencapaian yang luar biasa menurut gue. Siapa sangka desainer yang tersenyum cantik memegang bunga itu adalah orang yang sama dengan yang dulu mengunci diri di kamar kosan sambil meratapi diri betapa dirinya tidak berharga karena alasan fisik semata. Siapa sangka yang dianggap "malu-maluin diajak berfoto" ini adalah yang karyanya sudah menembus pasar internasional mulai dari Hongkong, Taiwan, Singapura, bahkan Australia. Mba Aline adalah sebuah pejuang yang berhasil membuktikan bahwa dirinya layak untuk disandingkan dengan prestasi bukan dengan fisik semata. Lewat pagelaran busana ini Mba Aline mengingatkan kembali kepada seluruh wanita di manapun berada. Kalian cantik lewat hati bukan hanya fisik semata. Kalian bisa melakukan apapun dalam hidup asal kalian mau berjuang dan bekerja keras untuk itu.



Gue inget banget tahun 2018, saat dirinya bercerita kala itu. Setiap ada yang bertanya,
"mana sih yang namanya Adeline?"
Orang akan menjawab "YANG GENDUT ITU LOH". 

Dirinya terluka dan heran. Mengapa semua hal harus diimplementasikan dengan bentuk tubuh? Apakah tidak bisa untuk memanggil atau menyebut seseorang dengan panggilan yang baik, seperti yang dipesankan oleh Rasulullah SAW? Pertanyaan demi pertanyaan menggelayut di hati perempuan ini.

Sekarang gue yakin Mba, kalau ada yang nanya,
"yang mana Adeline itu?"
Gue dan orang lain akan menjawab dengan lantang, 

"YANG FASHION DESIGNER ITU LOH! Kamvungan kalau kalian ampe gak kenal karya anak bangsa!"

Setuju yah?
Ku bangga sekali mengenalmu Mba, salam sayang dari Amelia :3

***

Berita lainnya tentang Adeline dapat dilihat:

Januari 21, 2019

Ingin Oleh-oleh Batam, Ingetnya Zapin!

by , in
Hola gaisss!
Gimana libur tahun barunya?
Asik?
Seru?
Udah ketemu sama masa lalu? *eh

Gak terasa yah udah masuk pertengahan bulan aja di Januari, bulan pertama yang mengawali tahun di 2019 ini. Pasti kalian udah kangen liburan (lagi) kan? Ini sih yang nulis kayanya yang kangen huahaha :))

Anyway,
Liburan itu selalu identik dengan oleh-oleh.
Pasti ada aja nih titipan "JANGAN LUPA OLEH-OLEHNYA YAH" dari keluarga atau teman-teman di kota yang akan kita datangin. Membawa oleh-oleh ini diyakini sudah menjadi sebuah tradisi yang membuat semakin banyak jenis dan pilihan oleh-oleh dari setiap kota yang tersebar di seluruh Indonesia.

Batam sendiri merupakan salah satu wilayah yang digadang sebagai "pintu masuk" wisatawan baik asing maupun lokal. Letak geografis Batam yang strategis karena berseberangan langsung dengan negara tetangga, Singapura dan Malaysia, membuat Batam selalu dijadikan kota pilihan untuk diserbu para wisatawan. Gak cuma jadi "pintu" dong, Batam sendiri juga memiliki banyak sekali tempat wisata. Mulai dari pantai, tempat perbelanjaan, pasar digital yang ada di bawah naungan Kementerian Pariwisata, ressort dengan laut yang aduhai, dan masih banyak lagi. Gimana coba sih cara menahan diri untuk gak menyambangi kota industri ini.

Nah di Batam tempat gue tinggal sejak puluhan sekian tahun yang lalu *maaf umur harus dirahasiakan hahaa* juga gak kalah nih ama kota lain. Banyak banget oleh-oleh kuliner yang lahir dan berkembang di Batam yang bisa dijadikan oleh-oleh saat berpergian ke luar kota. Gue mau kenalian ke kalian nih salah satu oleh-oleh Batam, yakni Zapin Batam.


Zapin Batam adalah brand cake oleh-oleh yang digagas oleh Andhika Pratama pertama kali pada bulan September tahun 2017. Kehadiran Zapin Batam seketika jadi pilihan buat wisatawan yang datang ke Batam. 

Zapin Batam memiliki enam varian rasa yang memikat lidah kita semua. Ada apa aja sih kak?
1. Cheese Me Up
2. Heaven Caramel
3. Blueberry More
4. Copa Banana
5. Chocopucinno
6. Crunhcy Miss U

Terus apa sih kelebihan cake yang langsung viral di hati masyarakat Batam (termasuk gue yang emang doyan beli buat dimakan sendirian) ini? Jadi gaissss, cake ini punya toping yang berlimpah-ruah plus cakenya tebel dan lembut banget. Buat pengejar promo kaya gue nih, Zapin Batam juga patut dipantau nih social medianya. Karena Zapin Batam sering banget ngadain promo. Asik kan?

Zapin Batam gak cuma bisa untuk oleh-oleh kok. Untuk yang punya acara syukuran, perayaan ulang tahun, atau temen ngemil sore-sore dipaduin sama teh melati, Zapin Batam adalah pilihan yang tepat. Gue pribadi paling suka dengan rasa Blueberry More. Rasanya itu enak banget. Selain itu juga varian Cheese Me Up juga juaranya. Keju yang awur-awuran bertabur di atas cakenya. Digigitan pertama kalian akan jatuh cinta banget sama semua rasa yang dikombinasikan dalam satu cake tersebut. Kalian mesti kudu harus cobain dan dijamin ketagihan kaya gue :))


Penasaran dengan varian rasa yang lain? Langsung aja gais datang ke outlet-outlet Zapin Batam yang tersebar di tiga tempat di Batam. Jadi sekarang kalau misalnya ada yang minta oleh-oleh dari Batam, gak galau lagi dong mesti bawa apa. Jadikan Zapin Batam sebagai pilihan buah tangan untuk perjalanan kalian ke seluruh Indonesia. Biar yang tau enaknya cake ini gak cuma orang Batam yahhh.



Outlet Zapin Batam:

- Ruko Nagoya Hill Blok D No. 4-5
- Ruko Lumbung Rejeki Blok C No. 2
- Bandara Hang Nadim Batam Gate A9 Keberangkatan
Januari 19, 2019

Re-round to 2018

by , in

IS IT TO LATE TO SAID HAPPY NEW YEAR VELAS!

Telat kak!
Telat banget.
Cukup telat.
Sangat telat.
TELAT KALI!!!

Huahahhahah :))


Ijinkan hamba tertawa-tawa penuh dosa dan gak tau malu gitu karena sudah terakhir kali menulis itu long-long-long-long time ago~
Gitu deh kalau hati lagi meliar ke mana-mana, jari ini pun tak mampu mengukir tulisan seperti biasa. *nyari alesan mbanyaaaa

ANYWAY, 
Intinya adalah: WELCOME 2019!
Tapi seperti halnya sebelum melangkah menuju sesuatu yang baru, mari sedikit melihat ke belakang dan menelusuri semua yang terjadi satu tahun belakangan di 2018. Inget gaisssss, tujuan melihat masa lalu itu adalah sebagai proses pembelajaran, bukan untuk mengingat kenangan sama mantan.

Here. We. Go.

My best moment in 2018

Buat gue, pertemanan yang sehat akan membuat kita mempunyai keluarga baru. Dan di awal tahun ini, gue membuka Januari dengan mereka yang disebut "Bandit Gunung". Sungguh namanya aja yang Bandit, tapi ngebobol ATM aja hanya sekedar wacana wkwkwk. Cerita gimana serunya camping ceria kami bisa dibaca di sini gaiss.

Foto bersama Bandit Gunung

Hello JOGJAKARTA!
Gue pernah berikrar *tsahhhhh~ bahwa tidak akan pernah mengganti header facebook sampai gue kembali menginjakkan kaki di Jogjakarta. Waktu itu foto yang gue pasang adalah pertama kalinya gue bisa menginjakkan kaki di Candi Borobudur. Dan terimakasih semesta yang baik hati, tahun ini di bulan Februari gue kembali ada di kota dengan cerita sejuta rindu ini.



Berawal dari cerita bercanda yang kemudian jadi serius. Gue dan dua sahabat yang saking lamanya temenan ampe gatau kita itu temenannya kapan dan kenapa bisa temenan memutuskan melakukan gebrakan dalam hidup. Karena belum bisa naik puncak pelaminan, yaudahhhhlah naik gunung barengan dulu aja. Sepakat ya! Dan di sinilah kami, di salah satu puncak gunung di Sumatera Barat, di ketinggian 2891 mdpl tepat di bulan Maret.


Belum puas bersenda gurau dengan alam, gue dan satu orang sahabat disertai dengan anggota Bandit gunung memutuskan mengikuti perlombaan tracking di Bintan. Dan itu cukup membuat kita semua hampir pingsan karena kepanasan huahahaha. Tapi itulah serunya. Petualangan baru. Teman-teman baru. Di bulan ini juga gue bisa bertemu sama banyak orang hebat berkat keputusan yang tepat menjadi member Blogger Kepri. Gue bisa ketemu sama penulis skenario favorit gue, Swastika Nohara dan traveller kece.





Mei. Hari-hari yang penuh cinta.


JUNI!
Adalah juaranya di tahun ini. WHY? MENGAPA? NAPA SEH? NAPA TUH?
Sungguh karenaaaaaaaa *sebentar gue terharu duluuuuu
Siap gais??
Baik.
Pada bulan yang baik ini. Gue (berkat pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa dan baiknya semesta) bisa menjejakkan kaki di ATAP SUMATERA, Puncak Kerinci, 3.805 mdpl. Momen ini adalah yang tidak akan pernah gue lupakan seumur hidup gue.
*kemudian nangis lagi*



Ada yang bilang "sehat itu mahal". Benar adanya. Sekian tahun absen dari rumah sakit, infus, dan teman-temannya. Gue akhirnya, tepat bulan Juli, jatuh di penyakit yang sama (lagi). Sampai rawat inap dan berhari-hari gak bisa produktif. Sungguhlah menyiksaaaa :(



AGUSTUS GONNA BE MY BEST MOMENT TOO :3
Gak kalah dari cerita di Puncak Kerinci kemarin, bulan ini juga akan menjadi bulan yang tidak akan pernah pernah gue lupain seumur hidup gue. Yah kalaupun gue lupa, gue bisa mengingatnya kembali lewat tulisan-tulisan yang banyakan curhatnya di blog ini. Gue, seorang perempuan yang usianya sudah menyentuh seperempat abad dan akan berulang tahun di September nanti, mendapatkan kado paling menyenangkan. Gue menjadi saksi sejarah untuk Indonesia yang menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Gue bisa melihat pembukaan fantastis momen paling penting di mata internasional tersebut.



26th - SEPTEMBER 2018 "Welcome to the NEW AGE, please be SAVAGE" *anaknya mobelejen bgtzzz :))





Oktober was awesome. Hidup gue berjalan dengan banyak cinta dan cita.



November dan satu lagi semesta berbaik hati kepada anak perempuan ini. Berkat mengikuti salah satu give away dari akun populer di Batam. Gue bisa nonton konser Tulus, yesssss! Tulus yang menggoncangkan dunia musik tanah air lewat lagu-lagu fantastisnya, di depan mata, nyata, dan ada. BAHAGIA BANGET AKUTU!!!


Dan tibalah di penghujung tahun. Desember tahun ini, well, gak bisa dibilang bahagia-bahagia banget juga, tapi gak bisa dibilang sedih juga. Intinya adalah gue selalu bersyukur untuk semua orang yang datang dan pergi di hidup gue. Semua yang meninggalkan dan menggoreskan cerita dalam setiap lelah. Doa gue cuma satu: dekatkanlah yang baik, yang akan membuat gue juga semakin baik.


Amin.


So, 2019.
Rock me.


Ameliasepta
November 12, 2018

Batamku Suluh Kota Madani

by , in
MACET!
MACET!
MACET!

Itulah yang terpikir dalam benakku ketika melalui jalan raya yang setiap hari selalu kulewati ketika berangkat bekerja.Harus berdesakan dengan pekerja lainnya yang juga berjuang mencari rezeki untuk keluarga. Tidak heran kota ini dijuluki kota industri. Dan karena sedang berlangsung pembangunan di jalan besar ini, kami harus bertahan dalam kemacetan juga debu yang berterbangan setiap harinya

Sebelumnya izinkan aku memperkenalkan diri. Namaku adalah Magdalena Amelia Anur Septawati Waruwu. Namun lebih dikenal dengan Amelia. Kota kelahiranku adalah Padang, Sumatera Barat. Namun kedua orang tuaku sudah merantau dan turut memboyong aku, si bayi yang berumur 3 bulan ke kota Batam yang terletak di Kepulauan Riau. Kami tiba di kota yang tidak bisa dibilang kecil ini pada tahun 1992. Dari cerita orang tuaku, masih teringat jelas dalam ingatan mereka dulu kota ini masih penuh dengan rimbunan hutan di sisi kiri dan kanan jalannya.

Tahun demi tahun berlalu dengan cepat. Bayi yang berusia 3 bulan tadi bertransformasi menjadi seorang perempuan  berusia 26 tahun. Seiring dengan perkembangan pola pikir, bentuk tubuh, dan usiaku, kotaku juga mengalami hal yang sama. Batam kini bukan lagi kota dengan pepohonan dan hutan yang rimbun. Batam pelan-pelan menunjukkan terang dan semarak kotanya dengan kemajuan industri juga "cahaya" pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor. 

Dulu saat aku masih mengenakan seragam putih abu-abu, masih jelas dalam ingatan ada satu jalanan yang sangat fenomenal dan sangat dikenal oleh warga Batam. Sebutannya adalah: Simpang Jam. Mengapa dinamakan Simpang Jam? Karena di simpang empat lampu merah tersebut di tengah-tengahnya terdapat jam bulat berukuran sedang. Entah bagaimana dan siapa yang memulainya, semua orang akhirnya mengenal simpang tersebut dengan sebutan Simpang Jam. 

   Simpang Jam (Sebelum renovasi)
Pic: Ikhsan
Namun sejak tahun 2017 jam tersebut hanya tinggal nama. Karena akhirnya, pertama kalinya, Batam memiliki flyover yang menghubungkan jalan di Simpang Jam tersebut. Sungguh inovasi pembangunan infrastruktur yang mumpuni juga membahagiakan untuk kami yang tinggal di dalamnya. Apalagi dengan semakin ramainya kota Batam dengan para pendatang, semakin tinggi pula mobilitas di jalanan. Semakin banyak orang-orang yang juga memiliki kendaraan. Adanya flyover ini seperti angin segar untuk seluruh pengguna jalan raya.


Pembangunan Flyover Laluan Madani
Pic: Ikhsan
Flyover Laluan Madani
Pic: Ikhsan
Batam sejak dahulu kala ibarat seorang anak kecil yang bertumbuh menjadi dewasa dan matang. Julukan "Kota Industri" memang menitikberatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Batam di bidang manufaktur dan industri. Batam sangat kaya dengan banyaknya investor asing yang menanamkan sahamnya untuk membangun perusahaan-perusahaan yang tidak henti-hentinya terus melalukan proses produksi. Namun kini Batam tidak hanya dikenal di sektor industri. Batam mulai merambah sektor lainnya, contohnya adalah sektor pariwisata.

Merunut kunjungan dari Menteri Pariwisata, Bapak Arief Yahya bulan April kemarin juga memaparkan bahwa Batam adalah salah satu kota dengan tingkat kedatangan wisatawan asing paling tinggi selain Bali dan Jakarta. Hal inilah yang harus terus diperhatikan oleh Pemerintah Daerah Kota Batam. Peningkatan pembangunan infrastruktur di berbagai tempat di Kota Batam adalah fokus utaman dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah.

Kemenpar Launching Hot Deals di Batam, Kepulauan Riau
Selfie sama Pak Menteri Arief Yahya
1992 - 2018 (terhitung sejak aku menjejakkan kaki di kota ini) bukanlah waktu yang sebentar untuk membangun Batam. Berbagai perubahan dan inovasi terus dilakukan oleh Pemerintah Daerah Kota Batam. Untuk para pendatang yang lewat melalui udara, ada Bandara Hang Nadim yang sudah mengalami pembenahan dan perbaikan di sana sini akan menyambut seluruh wisatawan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Dengan basis Batam yang dikelilingi laut, juga telah tersedia pelabuhan di beberapa titik yang juga sudah dilakukan pembenahan demi kenyamanan seluruh penggunanya.

Bandara Hang Nadim Batam
Sumber : sini
Pelabuhan Sekupang, Batam
Source: Google
Menjelang akhir tahun ini pelebaran jalan juga semakin semarak dilakukan oleh Pemerintah Daerah. APBD yang ada benar-benar dialokasikan untuk peningkatan infrastruktur yang mumpuni. Mungkin tahunan yang akan datang, Batamku akan semakin terang suluhnya sebagai Kota Madani.

MACET?
MACET?
MACET?

Ah aku juga harus bersabar sedikir lagi. Seluruh pembangunan yang berlangsung ini adalah untuk kota Batam yang ku cintai. Macet sebentar tak akan jadi soal. Kelak di masa depan, anak-anakku akan merasakan Kota Batam dengan infrastruktur yang membuat seluruh pendatang kota ini takjub.

Batamku, Suluh Kota Madani.
November 09, 2018

Hidupku #BuatKamu

by , in

Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji, takkan khianati pintanya

Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu 
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu

---------

Lagu Ada Band yang dibawakan berduet dengan Gita Gutawa ini adalah lagu yang paling membekas di hati gue. Lagu ini melempar diri gue ke masa lalu di mana gue adalah seorang gadis kecil yang selalu saja bergantung di pundak seorang laki-laki yang menjadi cinta pertama gue. Yang akan menjadi pusat utama cerita ini.

Gue adalah seorang perempuan yang dilahirkan dari keluarga sangat sederhana. Memiliki seorang ibu yang selalu bekerja sejak gue kecil. Juga seorang ayah yang juga tidak pernah lelah mengusahakan kelangsungan hidup keluarga kami. Gue mencintai mereka berdua. Sama banyaknya. Namun lagi-lagi cerita ini adalah tentang seorang laki-laki yang membuat seluruh orientasi kehidupan gue akan berputar pada dirinya.

Papa. Begitu gue biasa memanggil namanya. Hanya seorang lelaki biasa saja. Selepas lulus dari Sekolah Menengah Pertama, beliau bercita-cita untuk menjadi seorang engineer. Yang tentu saja mimpi itu harus dikuburnya dalam-dalam karena harus mengalah kepada sang abang yang memilih untuk menikah di tahun yang sama di tahun pendaftaran Sekolah Menengah Kejuruan. Penyesalan pertamanya dalam hidup yang disimpannya dalam hati dan membuat kakinya melangkah pergi dari kota kecil kelahirnnya.

Tahunan berlalu. Papa remaja akhirnya bertemu dengan mama. Di usia yang masih terbilang cukup muda, mereka mengikat janji suci pernikahan dengan seribu satu problematika. Dan gue adalah buah cinta pertama mereka. Papa memulai hidup baru di kota tempat gue dibesarkan hingga sekarang. Tanpa keluarga. Tanpa sanak saudara. Beliau berjuang menghidupi kami dengan segala keterbatasan yang dia punya.

Sebagai seorang yang hanya menjadi lulusan SMP. Segala pekerjaan yang bisa diusahakannya agar bisa mendapatkan uang. Hal itulah yang membuat mama juga akhirnya ikut bekerja membantu perekonomian keluarga kami. Gue tidak pernah mendapatkan apa yang anak-anak seumuran gue dapatkan. Tidak ada fasilitas. Tidak ada uang jajan. Tidak ada antar-jemput. Sejak TK (berkat kerja keras papa, gue bisa mulai sekolah di TK) gue memulai hari pertama sekolah, seorang diri. Berbeda dengan anak lainya yang mungkin akan diantar lalu ditemani hingga sekolah usai, gue justru selalu memulai hari pertama sekolah dengan kekuatan diri sendiri.

Dalam hati terdalam kadang gue merasa iri melihat teman-teman yang lain. Namun semua yang terjadi dari masa kecil hingga gue sudah genap berumur 26 di tahun ini, itu menempa gue menjadi seorang perempuan kuat. Semua rasa iri dan keinginan hati yang tidak tercapai di masa lalu dapat gue capai dengan kepuasan maksimal di tahun-tahun ini. Dan itu semua karena ada seorang lelaki kuat yang juga berdiri dan menopang di saat gue jatuh dengan caranya yang tidak biasa.

Pernah suatu kali gue sangat ingin memiliki handphone karena dari semua anak-anak di sekolah hanya gue yang belum mempunyai benda tersebut. Papa berjanji jika gue dapat lulus ujian nasional dengan nilai terbaik maka dia akan memberikan apa yang gue mau. Dan itu mengajarkan gue menjadi seorang pekerja keras yang berkeinginan kuat. Gue mendapatkan apa yang gue inginkan walau selanjutnya gue tahu, dia rela meminjam uang demi membelikan handphone tersebut.

Tahunan kembali berlalu dengan cepat. Gue bukan lagi gadis kecil pada masa itu. Gue adalah seorang perempuan matang yang bisa membeli apa yang gue mau dengan hasil keringat sendiri. Setelah semua cinta dan usaha yang papa berikan. Sekaranglah tiba giliran gue membalasnya dengan cinta juga. Gue ingin memberikan seluruh hidup untuk membahagiakan cinta pertama gue tadi. 

Di era mobilisasi yang semakin tinggi dengan transaksi online, kita memerlukan kemudahan-kemudahan dalam melakukan transaksi tersebut. Pernah suatu kali, papa mengatakan bahwa hari ini adalah hari jatuh tempo pembayaran tagihan listrik dan air. Beliau sepertinya terlupa tentang tanggal pembayaran dan kalang kabut meminta gue untuk segera membayarnya. Untung gue adalah pengguna TCASH.



Sebagai informasi, TCASH adalah layanan transaksi online dari Telkomsel yang bisa digunakan untuk pengguna Telkomsel maupun non Telkomsel. Tidak perlu khawatir dengan validasi bertransaksi online menggunakan TCASH, karena tentu saja TCASH sudah memiliki izin dari Bank Indonesia sebagai penyedia layanan keuangan elektronik.



Nah untuk memudahkan seluruh transaki yang membuat gue bisa membantu memudahkan papa, gue menggunakan TCASH Wallet. Banyak banget keuntungan menggunakan ini diantaranya adalah melakukan pembayaran dan pembelian apapun cukup di ujung jempol alias via gadget. Saldo yang ada di TCASH Wallet juga dapat digunakan untuk berbagi uang. Gue bisa dengan mudah mengirimkan uang kepada papa. Tidak berhenti sampai di situ, TCASH Wallet juga bekerja sama dengan beberapa merchant TCASH untuk berbagai pilihan promo.





Cara pakai TCASH  juga sangat mudah dipahami. Dapat diunggah pada gadget yang kita gunakan. Dan panduan yang tersedia akan memudahkan kita untuk menggunakan TCASH. Semua hal jadi lebih mudah. Walau kecil, ini adalah sedikit usaha gue untuk membahagiakan seseorang yang sudah sangat berjasa untuk gue. Dengan semua kemudahan yang diberikan oleh TCASH. Cinta pertama gue sekarang tidak perlu lagi takut terlambat membayar tagihan, memikirkan bagaimana beliau akan mengisi kuotanya, atau mungkin gue bisa menyisihkan sedikit rezeki untuk papa dan mengirimkannya menggunakan TCASH Wallet.

Karena #BuatKamu akan kuberikan segala yang kupunya, bahkan hidupku.

Terima kasih papa.


November 09, 2018

Hari Baik Untuk Belanja Bijak #Lazada1111

by , in

Payday! Payday! Payday!

Bau bau bulan muda nih gaiss!
Bulan di mana kita ngerasa tajir abis karena rekening gendut alias abis gajian.
Kalau udah gitu biasanya di kepala ini akan muncul sederetan barang-barang yang harus dibeli karena kebutuhan dan ingin dibeli untuk memuaskan dahaga berbelanja saja. Tidak jarang kadang kita menjadi sangat konsumtif dan tergesa-gesa menghabiskan seluruh uang yang kita punya dan menyesalinya di sepanjang bulan sambil menunggu (lagi) waktu gajian tiba. 

SIAPA YANG KAYA GITU?
*ngacung

Gue juga merupakan salah satu perempuan milenial yang sangat senang berbelanja, online terutama. Selain karena lebih efisien waktu, belanja online itu anti ribet dan tinggal duduk tenang lalu barang yang dinantikan pun tiba. Tapi lagi-lagi karena tidak bijak saat membelanjakan uang, baru beberapa hari saja hari gajian berlalu gue sudah terancam untuk jatuh miskin huhuuuu :((

Eitsssss!
Tunggu dulu.
Tahan di situ.

Sebelum uang gue dan kalian semua dibelanjakan secara brutal, kalian harus banget sabar menanti tanggal fenomenal yang akan membuat kita -para wanita doyan belanja- ini bahagia.

11.11

Sebelas November.
Wah tanggalnya cantik yah. Bagus untuk tanggal lahiran anak, tanggal pernikahan, juga yang paling penting: TANGGAL UNTUK BELANJA

Emang ada apa sih di 11.11? 
Sebelum membahas lebih lanjut nih tentang belanja dan membelanjakan. Gue mau cerita dulu asal usul tanggal ini. Di China, tanggal 11 bulan 11 dikenal sebagai harinya kaum single alias harinya jomblo-jomblo. Tapi seiringnya perkembangan zaman, 11.11 lebih dikenal dengan hari untuk memanjakan diri sendiri. Dan belanja adalah salah satu caranya. Wow semakin menarik!

Nah kalian pasti tahu Lazada dong?
Lazada sebagai destinasi belanja online nomor satu di Asia Tenggara turut serta mendukung perayaan 11.11 ini. Mereka menamakan pesta belanja ini sebagai "Lazada 11.11". Dan yang paling menyenangkan di tahun ini Lazada juga akan mengadakan diskon fantastis selama dua puluh empat jam penuh!

WAGELASEH!

Ini sih namanya bener-bener saat yang paling tepat untuk memanjakan diri. Belanja sepuasnya. Tanggal baik untuk belanja bijak. Kalo gue pribadi sih untuk pesta belanja online gini punya strategi khusus. Gue bakalan buat wishlist. Mulai dari barang mana yang paling gue butuhin sampai barang apa yang paling gue inginkan.

My wishlist
Setelah punya list, sambil menunggu 11.11 tiba gue bakalan hunting-hunting dulu dong di aplikasi Lazada yang gue punya. Memantau kira-kira produk apa aja yang gue inginkan, di toko mana saja barang tersebut tersedia, serta dengan jeli melihat potongan-potongan harga yang akan muncul. Catet semua hal yang gue butuhkan dan bersiap untuk berburu diskonan.

Yang paling gue butuhkan tentu saja yang berkaitan dengan pekerjaan gue. Lazada adalah wadah lengkap untuk mencari baju-baju kantor yang keren. Lalu dilanjutkan dengan mencari barang-barang lainnya. Berhubung gue punya rencana untuk naik ke gunung tertinggi di pulau Jawa tahun depan, maka gue juga akan mencari peralatan outdoor yang gue perluin. Dan semuanya itu tersedia di Lazada.

Belanja menurut gue sendiri adalah kegiatan penyembuhan. Yang artinya adalah jalan membuat bahagia. Gue selalu senang dengan kegiatan memilih barang-barang yang gue diinginkan, memasukkannya ke dalam kantong belanja, dan melaksanakan proses pembayaran. Dan Lazada mampu memberikan gue banyak sekali kemudahan untuk dapat belanja alias bahagia.

Jadi tunggu apalagi?
Langsung yuk mulai pantau barang-barang keren yang ada di Lazada. Dan persiapkan dirimu untuk menghadapi fantastisnya pesta belanja online di Lazada 11.11!