My Head Full of Dream

Januari 22, 2019

Adeline dan Sutra Daun Singkong yang Mendunia

by , in
Adeline Natasha Kusumawardani
Tanggal 5 Oktober 2018 silam, seorang sahabat yang selama ini kami hanya bercengkrama lewat grup absurd (dipertemukan karena konser Coldplay di 2017) yang akrab gue panggil Mba Aline mengirim pesan singkat lewat whatsapp

Chat di Oktober 2018
Begitulah kira-kira pesan itu bermula tanpa muara. Kala itu Mba Aline sudah mengirim bahan untuk gue kupas tuntas setajam silet namun karena kesibukan yang tiada arah, tulisan tentang Mba Aline pun tenggelam, tidak terlupakan, karena gue menunggu momen yang tepat untuk memperkenalkan siapa wanita yang bernama lengkap Adeline Natasha Kusumawardani.

Adeline, atau yang selama cerita ini akan gue panggil Aline, seorang wanita berdarah Solo, lahir 39 Juni 1982, menghabiskan masa kecil hingga saat ini di kota yang selalu buat gue rindu untuk balik ke sana, Jogjakarta. Seperti kebanyakan anak perempuan pada umumnya, Aline hidup bahagia dan tumbuh dengan penuh cinta. Namun siapa sangka hidup memporakporandakan seluruh yang dia kenal dengan bahagia. Satu per satu orang tuanya dipanggil menghadap ke Sang Pencipta. Aline jatuh dalam kesedihan dan harus bertahan, sendirian.

Pada tahun 2014, Mba Aline mulai merintis usaha di bidang fashion. Baju-baju yang diambilnya biasanya dari Tanah Abang atau Bangkok. Seluruh baju  dipadu-padankan lalu di foto dan diunggah ke sosial media. Tak cukup berpuas hati dengan hanya menjual baju yang diambil dari supplier, Mba Aline pun mulai merambah dunia desain (pada saat ini Mba Aline sama sekali belum belajar/ sekolah desain, semua yang dilakukannya murni berdasarkan insting dan kecintaannya atas fashion). Begitulah Mba Aline bertahan hidup selepas kepergian kedua orang tuanya.

Kadang kesedihan membawa kita pada makanan. 
Gue juga gini kok, kalau stres makan. Lagi sedih makan. Lagi seneng makan. Lagi galau makan. YAH ITU SIH EMANG GUENYA AJA YANG HOBI MAKAN huahahah :))

Akhirnya terjadi beberapa perubahan fisik pada Aline yang abai disadarinya sejak awal. Suatu hari sebuah kejadian membuat Mba Aline kembali jatuh dalam keputusasaan. Dirinya mengalami yang biasa kita kenal dengan cyber bullying. Yap! Indonesia khas sekali kan dengan hal itu? Hal yang menjatuhkan orang lain lewat fisik semata. Dan ini juga dialami oleh Mba Aline bahkan dari seorang teman yang cukup dekat dengan dirinya. Tahukah kalian luka dari penghinaan yang dilakukan jempol kalian? Seorang anak perempuan, yatim-piatu, mengurung dan menyesali diri atas fisiknya selama tiga minggu.

Namun itulah yang menjadi titik balik seorang Adeline Natasha Kusumawardani. Atas semua hinaan-hinaan itu, Mba Aline bangkit dan mengubah seluruh yang ada dihidupnya. Mulai dari pola makan, pola olahraga, hingga meyakinkan dirinya sendiri bahwa dirinya berharga dan bisa melakukan apapun yang disukainya. Atas seluruh usahanya Mba Aline mengalami penurunan berat badan hingga 10 kg. Dan di sinilah cerita dimulai.

Karena berat badan yang mulai turun, banyak baju yang tidak lagi bisa digunakan. Mba Aline pun mulai mendesain baju-baju untuk dirinya. Ternyata karyanya banyak disukai oleh teman-teman dan pembeli bajunya. Dari sini pun Mba Aline menyadari bahwa ternyata tidak banyak baju untuk ukuran "big size" yang tersedia di pasaran. Dirinya mengambil keputusan besar untuk mengangkat ciri khas dagangannya yakni desain baju dengan ukuran "big size", ukuran paling kecil yang tersedia di toko bajunya adalah dengan ukuran lingkar dada 110.

Tidak ada yang sia-sia dalam sebuah usaha juga kerja keras. Setelah jatuh bangunnya Mba Aline, tepat hari Sabtu tanggal 19 Januari 2019 kemarin, seorang Adeline Natasha Kusumawardani berhasil melaksanakan fashion show tunggal yang memamerkan hasil karyanya di kafe Tirana Art House & Kitchen di Jalan Suryodiningratan, Jogjakarta. Mba Aline yang sebelumnya ada di bawah naungan brand Minami, terlihat sangat bangga melihat pagelaran busananya berjalan apik.


Uniknya model yang menggunakan busana karyanya bukanlah model profesional namun wanita-wanita hebat dengan berbagai latar belakang profesi. Dalam pertunjukan karyanya ini ada dua yang sangat mencuri perhatian karena keduanya dibuat dari sutra daun singkong. Kalian tau gak? Ih gatau? Serius? Noraqqqqq kalo ampe gatau. 




 Sutra daun singkong berasal dari kepompong ulat yang memakan daun singkong. Mba Aline memilih bahan ini sebagai dasar pakaian karena sutra singkong bersifat lentur terhadap cuaca. Jadi kalau cuaca panas, ya adem. Kalo lagi dingin, jadi hangat. 

Apakah si dia harus kubalut dalam sutra daun singkong juga ya hmmmmmmmm

Dalam pagelaran busana ini, Mba Aline tentu aja gak sendirian. Dia juga turut memboyong lima murid asuhannya untuk turut memamerkan karya. Jadi gak cuma bisa desain, Mba Aline juga merupakan seorang mentor. WAGELASEHHHHH KEREN!
Ada yang lebih keren kok. Salah satu murid Mba Aline ada yang paling muda yakni seorang gadis cilik berusia enam tahun bernama Rania. Calon bibit unggul fashion design Indonesia nih :3

Pagelaran busana dengan tema "Let's Talk About Our Body" ini adalah sebuah pencapaian yang luar biasa menurut gue. Siapa sangka desainer yang tersenyum cantik memegang bunga itu adalah orang yang sama dengan yang dulu mengunci diri di kamar kosan sambil meratapi diri betapa dirinya tidak berharga karena alasan fisik semata. Siapa sangka yang dianggap "malu-maluin diajak berfoto" ini adalah yang karyanya sudah menembus pasar internasional mulai dari Hongkong, Taiwan, Singapura, bahkan Australia. Mba Aline adalah sebuah pejuang yang berhasil membuktikan bahwa dirinya layak untuk disandingkan dengan prestasi bukan dengan fisik semata. Lewat pagelaran busana ini Mba Aline mengingatkan kembali kepada seluruh wanita di manapun berada. Kalian cantik lewat hati bukan hanya fisik semata. Kalian bisa melakukan apapun dalam hidup asal kalian mau berjuang dan bekerja keras untuk itu.



Gue inget banget tahun 2018, saat dirinya bercerita kala itu. Setiap ada yang bertanya,
"mana sih yang namanya Adeline?"
Orang akan menjawab "YANG GENDUT ITU LOH". 

Dirinya terluka dan heran. Mengapa semua hal harus diimplementasikan dengan bentuk tubuh? Apakah tidak bisa untuk memanggil atau menyebut seseorang dengan panggilan yang baik, seperti yang dipesankan oleh Rasulullah SAW? Pertanyaan demi pertanyaan menggelayut di hati perempuan ini.

Sekarang gue yakin Mba, kalau ada yang nanya,
"yang mana Adeline itu?"
Gue dan orang lain akan menjawab dengan lantang, 

"YANG FASHION DESIGNER ITU LOH! Kamvungan kalau kalian ampe gak kenal karya anak bangsa!"

Setuju yah?
Ku bangga sekali mengenalmu Mba, salam sayang dari Amelia :3

***

Berita lainnya tentang Adeline dapat dilihat:

Januari 21, 2019

Ingin Oleh-oleh Batam, Ingetnya Zapin!

by , in
Hola gaisss!
Gimana libur tahun barunya?
Asik?
Seru?
Udah ketemu sama masa lalu? *eh

Gak terasa yah udah masuk pertengahan bulan aja di Januari, bulan pertama yang mengawali tahun di 2019 ini. Pasti kalian udah kangen liburan (lagi) kan? Ini sih yang nulis kayanya yang kangen huahaha :))

Anyway,
Liburan itu selalu identik dengan oleh-oleh.
Pasti ada aja nih titipan "JANGAN LUPA OLEH-OLEHNYA YAH" dari keluarga atau teman-teman di kota yang akan kita datangin. Membawa oleh-oleh ini diyakini sudah menjadi sebuah tradisi yang membuat semakin banyak jenis dan pilihan oleh-oleh dari setiap kota yang tersebar di seluruh Indonesia.

Batam sendiri merupakan salah satu wilayah yang digadang sebagai "pintu masuk" wisatawan baik asing maupun lokal. Letak geografis Batam yang strategis karena berseberangan langsung dengan negara tetangga, Singapura dan Malaysia, membuat Batam selalu dijadikan kota pilihan untuk diserbu para wisatawan. Gak cuma jadi "pintu" dong, Batam sendiri juga memiliki banyak sekali tempat wisata. Mulai dari pantai, tempat perbelanjaan, pasar digital yang ada di bawah naungan Kementerian Pariwisata, ressort dengan laut yang aduhai, dan masih banyak lagi. Gimana coba sih cara menahan diri untuk gak menyambangi kota industri ini.

Nah di Batam tempat gue tinggal sejak puluhan sekian tahun yang lalu *maaf umur harus dirahasiakan hahaa* juga gak kalah nih ama kota lain. Banyak banget oleh-oleh kuliner yang lahir dan berkembang di Batam yang bisa dijadikan oleh-oleh saat berpergian ke luar kota. Gue mau kenalian ke kalian nih salah satu oleh-oleh Batam, yakni Zapin Batam.


Zapin Batam adalah brand cake oleh-oleh yang digagas oleh Andhika Pratama pertama kali pada bulan September tahun 2017. Kehadiran Zapin Batam seketika jadi pilihan buat wisatawan yang datang ke Batam. 

Zapin Batam memiliki enam varian rasa yang memikat lidah kita semua. Ada apa aja sih kak?
1. Cheese Me Up
2. Heaven Caramel
3. Blueberry More
4. Copa Banana
5. Chocopucinno
6. Crunhcy Miss U

Terus apa sih kelebihan cake yang langsung viral di hati masyarakat Batam (termasuk gue yang emang doyan beli buat dimakan sendirian) ini? Jadi gaissss, cake ini punya toping yang berlimpah-ruah plus cakenya tebel dan lembut banget. Buat pengejar promo kaya gue nih, Zapin Batam juga patut dipantau nih social medianya. Karena Zapin Batam sering banget ngadain promo. Asik kan?

Zapin Batam gak cuma bisa untuk oleh-oleh kok. Untuk yang punya acara syukuran, perayaan ulang tahun, atau temen ngemil sore-sore dipaduin sama teh melati, Zapin Batam adalah pilihan yang tepat. Gue pribadi paling suka dengan rasa Blueberry More. Rasanya itu enak banget. Selain itu juga varian Cheese Me Up juga juaranya. Keju yang awur-awuran bertabur di atas cakenya. Digigitan pertama kalian akan jatuh cinta banget sama semua rasa yang dikombinasikan dalam satu cake tersebut. Kalian mesti kudu harus cobain dan dijamin ketagihan kaya gue :))


Penasaran dengan varian rasa yang lain? Langsung aja gais datang ke outlet-outlet Zapin Batam yang tersebar di tiga tempat di Batam. Jadi sekarang kalau misalnya ada yang minta oleh-oleh dari Batam, gak galau lagi dong mesti bawa apa. Jadikan Zapin Batam sebagai pilihan buah tangan untuk perjalanan kalian ke seluruh Indonesia. Biar yang tau enaknya cake ini gak cuma orang Batam yahhh.



Outlet Zapin Batam:

- Ruko Nagoya Hill Blok D No. 4-5
- Ruko Lumbung Rejeki Blok C No. 2
- Bandara Hang Nadim Batam Gate A9 Keberangkatan
Januari 19, 2019

Re-round to 2018

by , in

IS IT TO LATE TO SAID HAPPY NEW YEAR VELAS!

Telat kak!
Telat banget.
Cukup telat.
Sangat telat.
TELAT KALI!!!

Huahahhahah :))


Ijinkan hamba tertawa-tawa penuh dosa dan gak tau malu gitu karena sudah terakhir kali menulis itu long-long-long-long time ago~
Gitu deh kalau hati lagi meliar ke mana-mana, jari ini pun tak mampu mengukir tulisan seperti biasa. *nyari alesan mbanyaaaa

ANYWAY, 
Intinya adalah: WELCOME 2019!
Tapi seperti halnya sebelum melangkah menuju sesuatu yang baru, mari sedikit melihat ke belakang dan menelusuri semua yang terjadi satu tahun belakangan di 2018. Inget gaisssss, tujuan melihat masa lalu itu adalah sebagai proses pembelajaran, bukan untuk mengingat kenangan sama mantan.

Here. We. Go.

My best moment in 2018

Buat gue, pertemanan yang sehat akan membuat kita mempunyai keluarga baru. Dan di awal tahun ini, gue membuka Januari dengan mereka yang disebut "Bandit Gunung". Sungguh namanya aja yang Bandit, tapi ngebobol ATM aja hanya sekedar wacana wkwkwk. Cerita gimana serunya camping ceria kami bisa dibaca di sini gaiss.

Foto bersama Bandit Gunung

Hello JOGJAKARTA!
Gue pernah berikrar *tsahhhhh~ bahwa tidak akan pernah mengganti header facebook sampai gue kembali menginjakkan kaki di Jogjakarta. Waktu itu foto yang gue pasang adalah pertama kalinya gue bisa menginjakkan kaki di Candi Borobudur. Dan terimakasih semesta yang baik hati, tahun ini di bulan Februari gue kembali ada di kota dengan cerita sejuta rindu ini.



Berawal dari cerita bercanda yang kemudian jadi serius. Gue dan dua sahabat yang saking lamanya temenan ampe gatau kita itu temenannya kapan dan kenapa bisa temenan memutuskan melakukan gebrakan dalam hidup. Karena belum bisa naik puncak pelaminan, yaudahhhhlah naik gunung barengan dulu aja. Sepakat ya! Dan di sinilah kami, di salah satu puncak gunung di Sumatera Barat, di ketinggian 2891 mdpl tepat di bulan Maret.


Belum puas bersenda gurau dengan alam, gue dan satu orang sahabat disertai dengan anggota Bandit gunung memutuskan mengikuti perlombaan tracking di Bintan. Dan itu cukup membuat kita semua hampir pingsan karena kepanasan huahahaha. Tapi itulah serunya. Petualangan baru. Teman-teman baru. Di bulan ini juga gue bisa bertemu sama banyak orang hebat berkat keputusan yang tepat menjadi member Blogger Kepri. Gue bisa ketemu sama penulis skenario favorit gue, Swastika Nohara dan traveller kece.





Mei. Hari-hari yang penuh cinta.


JUNI!
Adalah juaranya di tahun ini. WHY? MENGAPA? NAPA SEH? NAPA TUH?
Sungguh karenaaaaaaaa *sebentar gue terharu duluuuuu
Siap gais??
Baik.
Pada bulan yang baik ini. Gue (berkat pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa dan baiknya semesta) bisa menjejakkan kaki di ATAP SUMATERA, Puncak Kerinci, 3.805 mdpl. Momen ini adalah yang tidak akan pernah gue lupakan seumur hidup gue.
*kemudian nangis lagi*



Ada yang bilang "sehat itu mahal". Benar adanya. Sekian tahun absen dari rumah sakit, infus, dan teman-temannya. Gue akhirnya, tepat bulan Juli, jatuh di penyakit yang sama (lagi). Sampai rawat inap dan berhari-hari gak bisa produktif. Sungguhlah menyiksaaaa :(



AGUSTUS GONNA BE MY BEST MOMENT TOO :3
Gak kalah dari cerita di Puncak Kerinci kemarin, bulan ini juga akan menjadi bulan yang tidak akan pernah pernah gue lupain seumur hidup gue. Yah kalaupun gue lupa, gue bisa mengingatnya kembali lewat tulisan-tulisan yang banyakan curhatnya di blog ini. Gue, seorang perempuan yang usianya sudah menyentuh seperempat abad dan akan berulang tahun di September nanti, mendapatkan kado paling menyenangkan. Gue menjadi saksi sejarah untuk Indonesia yang menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Gue bisa melihat pembukaan fantastis momen paling penting di mata internasional tersebut.



26th - SEPTEMBER 2018 "Welcome to the NEW AGE, please be SAVAGE" *anaknya mobelejen bgtzzz :))





Oktober was awesome. Hidup gue berjalan dengan banyak cinta dan cita.



November dan satu lagi semesta berbaik hati kepada anak perempuan ini. Berkat mengikuti salah satu give away dari akun populer di Batam. Gue bisa nonton konser Tulus, yesssss! Tulus yang menggoncangkan dunia musik tanah air lewat lagu-lagu fantastisnya, di depan mata, nyata, dan ada. BAHAGIA BANGET AKUTU!!!


Dan tibalah di penghujung tahun. Desember tahun ini, well, gak bisa dibilang bahagia-bahagia banget juga, tapi gak bisa dibilang sedih juga. Intinya adalah gue selalu bersyukur untuk semua orang yang datang dan pergi di hidup gue. Semua yang meninggalkan dan menggoreskan cerita dalam setiap lelah. Doa gue cuma satu: dekatkanlah yang baik, yang akan membuat gue juga semakin baik.


Amin.


So, 2019.
Rock me.


Ameliasepta