My Head Full of Dream

Januari 30, 2018

Tegar Putri - pasir putih yang buat hati berdesir (bonus Pantai Cantik Vio Vio)

by , in
WEEKEND TLAH TIBA!
WEEKEND TLAH TIBA!
Horee...
Horeee...
Horeeeeeeee....

Sebagai penganut paham "karena kerja adalah kegiatan mengisi hari-hari sebelum weekend - Keara, Antalogi Rasa" maka marilah kita merayakan weekend ini dengan plesiran cantik, map kak mungkin maksudnya plesiran ke tempat cantik karna tampang gue ga cantik cantik amat dah wkwk

BAIQ.
Kemanakah kaki ini akan melangkah?
Gue memutuskan untuk main ke pantai. Kenapa pantai?
Gue beruntung banget dibesarkan di kota ini. Napa tuh kak kalo leh taw?

PANTAINYA BEJIBUN SOB!

Ke kiri dikit nemu pantai, ke kanan dikit pantai lagi, melipir ke depan eh pantai juga, liat ke belakang eh ada masalalu lagi lagi pantai :))

Cuma untuk pantai yang beneran bagus biasanya harus jalan agak jauhan dikit ke Barelang sono. Buat yang gatau apa itu Barelang, itu adalah singkatan dari Batam Rempang Galang, 3 pulau yang di hubungan melalui satu jembatan yang panjang banget kaya harapan ke doi.

Setelah melakukan riset kecil-kecilan lewat instagram orang lain bahahhaha, gue pun memutuskan ke satu pantai di ujung jembatan banget. Karena Batam sendiri bukan termasuk pulau yang besar menurut gue ga terlalu jauh, cuma memakan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan saja.

Di sebelah kiri jalan akan terlihat plang seperti ini, tinggal masuk aja ke dalam ikutin jalan yang ga di aspal

Karena jalanan menuju pantai masih belum diaspal akan sedikit mengalami kesulitan untuk melaju cepat. Selain bisa membuat debu berterbangan juga bahaya untuk kendaraan. Tapi di sepanjang jalan ada banyak hijau-hijau yang bisa dilihat kok sambil nyanyiin naik naik ke puncak gunung :))
Kurang lebih 15 menit gue sampai di pantai.

Dan...
Ternyata...
Pantainya...
CAKEP PARAH!!!


Pantainya masih perawan banget. Pasirnya juga putihhhhhhhhh bener kaya porselen. Terus ga terlalu rame juga. Seneng bener gue kalo ke pantai sepi begini kan jadi bisa ngapa-ngapain puas gitu foto-fotonya tanpa perlu orang lain masuk ke frame :))

Pasir putihnya buat kita jadi pengen gelindingan tu rasanya dari ujung ke ujung. Recomended juga buat yang mau camping, jalan jalan keluarga atau prawedding mungkin *bukankode*, juga melakukan hal yang paling penting di linimasa: BUAT FEED INSTAGRAM huahahah


Dilan, kamu tau apa yang berat?
Punya pacar kaya saya, yang kalau di foto mintanya...
"SAYANG AKU JANGAN GENDUT YA"


mantau rekening
masih belum gajian ternyata
:(



Udah lama banget kayanya ga nemu pantai yang beneran cantik kaya gini. Pasirnya yang putih buat hati pengunjungnya berdesir karena indahnya. Namun untuk yang ingin berenang mungkin pantai ini tidak telalu recomended karena dangkal ampe ke tengah laut. Tapi dengan semua kepenatan yang melanda di kantor, sungguhlah pengen lama-lama aja ada di pantai ini. HTM: 10.000/ orang. Namun pantai ini terlihat sangat sederhana karena pengelolanya juga adalah sebuah keluarga lokal yang tinggal di pulau seberang. Semoga Pantai Tegar Putri bisa dipercantik yah biar semakin banyak nih wisatawan lokal ataupun luar yang bisa main-main ke sini.

Ah iya, di pantai Tegar Putri juga ga bisa liat sunset. Mungkin karena lokasi pantai yang jauh dari Barat sehingga tidak akan terlihat matahari tenggelam. Karena itu gue yang cinta banget sama senja ngajak pindah ke pantai yang bisa liat sunset. Pilihan pun jauh ke Pantai Vio-vio atau yang biasa disebut "Pantai Cantik". Saatnya mengucapkan perpisahan kepada Tegar Putri dan pasir putihnya...

credit pict : Vivi Amandarina yang gue ganggu pagi-pagi buat minta fotonya wkwk

Dari Pantai Tegar Putri menuju ke Pantai Vio-vio memakan waktu kurang lebih 20 menitan saja. Lokasinya cukup berdekatan dan dengan membayar 10.000/ orang kita bisa masuk ke pantai cantik tersebut.


Sebelum sampai di pantainya, gue disuguhin sama pemandangan yang aduhai. Untuk sampai di Pantai Vio-vio harus menurun sedikit ke bawah dan terlihatlah pemandangan seperti ini...

tu di bawah pantainya udah keliatan

Senjakuuuuu :3


Berbeda dengan Pantai Tegar Putri, Pantai Vio-vio sudah dikelola dengan sangat baik. Penataan pantainya sudah cantik dan sangat nyaman untuk dijadikan tempat rekreasi bersama keluarga.






Pasirnya juga putih dan sangat lembut. Ditambah lagi dengan banyaknya gazebo yang ada di pinggir pantai, ayunan yang di buat tepat menghadap ke arah matahari terbenam dan beberapa tempat iconic yang buat untuk mempercantik feed instagram. Pantai Vio-vio gue akuin emang tepat dinamai Pantai Cantik.



Tempat gue foto ini tinggi. Jadi kaya ada rumah pohon, ya ga ada rumahnya juga sih hahaha
Pokoknya untuk bisa foto di sini, gue kudu manjat-manjat.
Yah demi feed instagram senja gue berusaha melawan ketakutan gue sama tempat tinggi.
Fotonya selow itu hoax, aslinya mah gue menggigil karna tinggi banget huahahaha


Dan matahari pun kembali ke peraduaannya.
Gue pun harus bergegas pulang buat malammingguan

Demikanlah plesiran gue di weekend yang bahagia ini. Ga sempet berenang tapi gue cukup puas bercengkrama dengan pasir putih dikedua pantai ini. Jadi tertarik main ke sini? Kalau iya gue cuma punya satu pesan: pantainya udah indah, jangan dirusak dengan meninggalkan sampah yah.



Love,


ameliasepta


Bonus pict:

Foto ini diambil saat di jalan pulang.
Nikmat Tuhan ❤


*semua foto yang cantik ini diambil kekasih hati yang tidak pernah lelah diteriakin "YANG POKOKNYA AKU GA BOLEH GENDUT YA"* :))

Januari 26, 2018

Tentang Film "DILAN 1990"

by , in

ALOHAAAAAA....
Liat poster di atas dong.
YEPP!
Kali ini gue mau ngereview halah, kurang tepat kayanya kalo mau dibilang ngereview yah, karena gue sendiri cuma kebetulan seneng nonton ajah dan sering komen-komen konyol terus kasih nilai ke film yang baru gue tonton. Kali ini gue akan mengulas film yang sudah dinanti dari pengumuman pertama surayah tentang Dilan yang akan menjadi nyata.

Here we go!

Bukan mau sombong cuma pengen ninggi ajah nih, sebelum Dilan pecah booming banget sekarang-sekarang ini karna jargonnya banyak dipake buat meme dan gombal kacangan kids jaman now gue udah punya bukunya dari tahun 2014. Waktu itu surayah udah keluarin beberapa buku seperti: Sekuel Drunken Monster, SPBU, Al-Asbun Manfaatulngawur, Hanya Salju dan Pisau Batu, at Twitter dan DILAN (1990,1991). Yang gue panggil surayah ini Pidi Baiq, penulis buku Dilan. Itu panggilan kesayangannya kita buat dia...

Pertama kali beli novel ini gue cuma iseng aja. Liat di etalase buku baru eh cakep nih covernya. Gue beli dan baca. Lalu gue tertegun...

DAMN! INI BUKU APAAN DAH! GUE SENYUM MULU BACANYA :))

Buku ini sebenernya terlalu sederhana untuk ukuran sebuah novel. Namun bahasa yang dipakainya, atau mungkin lebih tepatnya bahasa yang dipakai Dilan untuk berkomunikasi itu unik. Jatuh cintalah gue sama Dilan sang panglima tempur di novel ini.

Panglima Tempur -nya gue :))

Ternyata Dilan 1990 tidak berhenti satu buku saja. Surayah melanjutkan bukunya ke Dilan 1991 dan yang terakhir berjudul "MILEA". Sebagai pecinta Dilan bukunya tentu gue mencari tau apakah novel ini akan diangkat menjadi film seperti novel-novel kebanyakan. Tapi dari twitter surayah menjawab..

"Dilan tidak akan jadi wujud nyata dan hanya akan jadi imajinasi di kepala"

Antara bahagia sama seneng sih sebenernya -MON MAP KAK BEDANYA APA YAK?- hahaha
Yah seneng ajalah karna menurut gue pribadi tidak ada aktor yang mendekati karakter Dilan, ntar kan sedih ya kalau keciwa.*sengajatypo
Dan entah bagaimana jargon Dilan yang kebanyakan ada di novel banyak dipakai untuk meme sehingga Dilan jadi pembicaraan semua netizen budiman.

NAMUN...
Suatu hari tersiarlah kabar LEBAY WOI Dilan akan diangkat ke layar lebar.
Gue tertegun.
Gue diem.
Gue tidur.
APAAN SIK KAK!
Baik fokusss :))
Gue mungkin termasuk jajaran pembaca dan pecinta Dilan yang hidup di kepala kita masing-masing yang kecewa sama keputusan surayah menjadikan Dilan nyata. Namun gue inget sama perkataan kak Ika Natassa waktu pembaca nanya kenapa dia setuju membuat novelnya diadaptasi menjadi film "Jangan halangi rezeki penulis yang kalian suka karena ego kalian sendiri", kira-kira seperti ini. Dan gue mencoba memahami... mencoba yakin... Dilan yg di layar lebar adalah Dilan yang kami semua kenal...

Menilik dari twitter surayah sebenernya pencarian pemeran Dilan cukup sulit. Surayah turun tangan langsung mencari pemeran Dilan agar sesuai dengan yang semua orang harapkan. Bahkan nih waktu itu surayah janji Dilan bukan dari kalangan artis dan harus orang Bandung asli mengingat latar film Dilan nanti adalah di Bandung pada tahun 1990. Sedangkan pemeran cewenya -Milea- udah ada, yakni Vanesha adeknya Jevin Julian (googling aja kalo mau tau dia siapa, tapi jangan patah hati karna dia udah nikah hikssss). Yah intinya gue H2C waktu pemeran Dilan sedang di cari.

LAU KAPAN REVIEW FILMNYA HOY!
Sabar... sabar...
Ijinkan gue bercerita dulu tentang dia yang sudah pergi :(

Dan pemeran Dilan pun diumumkan...
OOOW SIAPA DIAAAAAAAA???


IQBAL RAMADHAN

Baik...
Baik...
Baik...
Ini pasti salah, ini pasti mimpi.
Maaf ya iqbal, kakak bukan ndak suka ama kamu. Kakak malah fans kamu banget pas kamu masih di Coboy Junior, benerrrrrrrrrr.
Ta... Ta... Tapiii kamu bukan Dilan yang kakak harapkan :(
Maaf :(

Bukan apa-apa sih sebenernya. Dilan yang gue imajinasikan untuk jadi nyata itu kaya Adipati Dolken. Tapi mungkin karna ketuaan okelah gimana kalau Jefri Nichole ajah? Gue udah nonton beberapa film dia dan berondong satu ini minta di apa-apain banget *KAK TAHAN KAK* :))
Yah intinya lagi-lagi kecewa karna surayah berdusta huhuuuuuuuu 
Tapi sekali lagi gue mengumpulkan serpihan hati ini untuk percaya bahwa film Dilan layak untuk ditonton.

Lalu keluarlah trailer film Dilan ini...
Gue liat dan muka gue langsung un-ekspresi wkwkwkw

  "SET DAH INI DILAN KAKU BENER KAYA KANEBO KERING"

Iya gue ngomong gitu. Kaga ada jantan-jantannya! Padahal mah Panglima Tempur-nya gue itu laki dan nyeleneh yah pokoknya dari trailernya nih ya JAUH DARI EKSPETASI. Sampe gue ditanyain tuh ama kekasih gue "kamu masih mau nonton yang?" dan gue jawab "IYA". Entahlah kenapa gue masih menanamkan harapan kepada film ini walau udah banyak dikecewainnya yah namanya juga udah sayang mau dikecewain gimana juga tetap sayang. HALAH!

disini si Iqbal bersandar di telepon umum dan KAKU wkwkwkwk

Udahlah. Gue ga peduli lagi. Mau gimana kek yah filmnya yang penting gue percaya surayah pasti berusaha memberi yang terbaik buat pembaca banyak mau kaya gue ini :))

DAN AKHIRNYA GUE NONTON FILM INI JUGA
DI HARI PERTAMA TAYANG SODARA-SODARA

Gue udah jamin ini bioskop pasti full karna banyakannya yang pengen nonton itu buat modal gombal ke cewe/ gebetannya hahahaa. Gue beli tiketnya dong pake MTIX jam TUJUH PAGI dan bioskop tentu saja masih kosong dan bisa milih tempat sesuka hati. TERIMAKASIH MTIX :))

Gue masuk bioskop tanpa ekspetasi apa-apa.
Mikirnya yah udahlah kalau ga bagus anggap aja ga pernah nonton.

TAPI APA YANG TERJADI???
FILMNYA SOOOOOOOOOOOOOO GOOD!!
Ga perfect emang tapi tetap manis. Gue percaya sih ini pasti karna di"asuh" langsung ama surayah makanya film ini tetap pada jalur novelnya.

Di awal-awal film kalian bakal melihat seorang perempuan sedang mengetik cerita di laptopnya. Itu Milea dewasa yang sedang bercerita tentang seseorang di masa lalunya. Orang yang sampai detik ini ga pernah bisa dia lupain.

Awalnya emang Iqbal terlihat kaku dan ga Dilan banget. Tapi di beberapa adegan dia sukses mencuri hati gue sebagai Dilan-nya kami para pembaca. Kaya waktu di kantin dia bilang ke Nandan,

"Nandan, aku suka sama Milea tapi dia ga tau"
"Kan kamu barusan bilang"
"Iya kan bilangnya ke kamu bukan ke dia"

Hahahahahaha...
Ini sih baru Dilan gue kocakkkkkk :))

Terus pas si Dilan ikut cerdas cermat dia paling cepat tekan bel buat jawab pertanyaan...

"Baik, silahkan Tim B apa jawabannya"
"TIDAK TAU PAK!"
:))
Iya, dia nekan bel cuma buat jawab "tidak tau"
OH Dilan......

Masih banyak tingkah Dilan yang diperankan Iqbal yang berhasil dan sukses buat gue bilang "LEH UGA U IQBAL".

Waktu Dilan di film bilang ini, gue senyum.
Dia bener-bener masuk ke dalam perannya.


YAELAH MZ NGAKU CEMBURU AJA PAKE MAJAS :))

Gemes jangan? :))

Itu beberapa jargon di novel yang sukses dibawain Dilan di film. Kena di hati dan manis. Film Dilan 1990 juga sukses membuat generasi 90-an kaya gue merindu. Pedekate sama gebetan pakai telepon umum, ngobrol ga bisa lama karna ada yang antri dibelakang, surat-suratan :))
Film Dilan membangun semua gambaran di tahun 1990 dengan nyaris sempurna. Bahkan Kang Emil sempat hadir di film dan membuat pecah waktu dia bilang...

"Di BANDUNG AJAH NGAPAIN KE JAKARTA, JAKARTA MAH HAREUDANG!"
:))

Sebagai pecinta Dilan dari dia hanya berbentuk sebuah kata, gue juga udah sukses jatuh cinta Dilan yang tertuang di layar lebar. Setiap gerak dan ekspresi Dilan sukses membuat se-bioskop yang rata-rata adek adek gemes teriak AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA.
Iya dia semanis itu, tentu saja tidak benar-benar memenuhi ekspetasi liar pembaca seperti gue.

BUT...
THANKS FOR SURAYAH :3
Film Dilan tidak benar-benar mengecewakan. Selain itu semua soundtrack di film ini LAGUNYA SURAYAH YANG DI SOUNDCLOUDNYA AAKKKKK :3 sukaaaaaaaaa banget!
Gue kasih nilai 7.5 untuk film ini.

Sampai jumpa di Dilan 1991...

PS: apa cuma gue aja yang berpikir bahwa cewek yang di depan laptop itu adalah "MILEA YANG ASLI" hmmmmmmmmmm

Love,


ameliasepta




Tonton aja dulu, manatau jatuh cinta :)



Note : yang mau soundtrack Dilan 1990 bisa banget melipir ke soundcloud surayah disini here
Januari 15, 2018

kalau JATUH? ya BANGUN LAGI DONG!!! - HIDDEN PARADISE-

by , in
2018 sudah berjalan sekitar 14 hari. Tapi kaki udah gatal aja kepingin piknik. Tapi karna ga punya waktu libur, cuma bisa punya weekend doang. Marilah berikhtiar untuk piknik di weekend ini.

Ternyata oh ternyata semesta emang baik banget yah. Baru aja mengutarakan harapan eh diberikan kesempatan. Akhirnya tim "kecil" ini pun terbentuk dengan 4 orang perempuan di dalamnya beserta banyak sekali laki-laki hahahaa. Kami berencana mengeksplore surga tersembunyi yang ada di Kota Batam.

NAMUN...
Drama dimulai...
Kami berencana pergi di hari Sabtu sore. Tapi dari Rabu hujan ga berhenti membasahi bumi dan hati. Batam sebenernya bukan kota yang curah hujannya tinggi, tapi ga tau kenapa hujan turun ga berhenti. Kalaupun berhenti langitnya mendung banget kaya hati mantan. Kita masih mencoba positif dan berharap di hari Sabtu hujan ga bakal separah ini karna jalur tracking kami lumayan tinggi dan bakalan licin kalau hujan masih awet ampe jadwal kami berangkat.

Sabtu tiba...
DAN MASIH HUJAN! Yhaaaa....

Emang cuma gerimis tapi langitnya tetep aja mendung. Bahkan suhu udah sampai di 23C. FIX BATAM RASA BOGOR :))
Drama tidak hanya berhenti sampai disitu, kami yang cewek-cewek ngusulin buat pergi duluan biar ga kemaleman dan bisa diriin tenda. Yang tadinya ngumpul di jam 4 sore molor ampe jam 6 sore... Oke baik.. masih mencoba positif.
Tim lengkap akhirnya kumpul semua di jam setengah tujuh malam.
IYA SOB SETENGAH TUJUH MALAM  BARU MAU MASUK HUTAN HA HA HA.


Sebelum masuk tentunya tidak lupa kita semua berdoa dan berharap perjalanan yang akan kita lakukan ini berjalan dengan baik (pulang-pergi selamat). Maka dimulailah perjalanan panjang kami diiringi dengan rintikan hujan yang membasahi bumi...

Karena hujan, tentu track yang dilalui 2 kali lipat jadi lebih sulit. Apalagi baru 10 menit jalan kami harus basah-basahan lewat aliran air dan langsung mendaki dengan beban berat di pundak masing-masing yah walau lebih berat nanggung beban hidup sih. Dalam perjalanan beberapa kali berhenti karna salah satu di antara kami yang belum terbiasa dengan track, limbung. Benar-benar kerasa berat, udah hujan, becek, tapi ga ada ojek, dingin (dinginnya ini dingin banget bahkan nafas aja bisa keluar uap uap, kan gue jadi keinget film Titanic).

Setelah menempuh perjalanan hampir 2 jam lebih dengan drama kepleset, jatuh, berhenti ambil nafas, inget masa lalu akhirnya kita pun sampai di tujuan yang GELAP GULITA :)) yaiyalah sampenya udah jam sembilan malam, apaan yang mau diliat hahaahahhaa.
Karena hujan semakin deras, yang cowo bergegas buat nyari kayu untuk api unggun dan sebagiannya sibuk diriin tenda. Terus kita yang cewe ngapain? TENTU SAJA IKUT BANTU...... dalam DOA :)

Tenda pun berdiri. Kita semua beres-beres dan langsung masak karna ini udah lewat banget dari jam makan malam. 

penampakan tenda legend kami
*abaikan jash hujan dan baju yang bergelantungan itu*

Sebenernya cerita tenda ini sungguhlah membuat emosi naik. Kenapa? Karena tenda ini BERAT BANGET! Emang bukan anak-anak cewe yang angkat, tapi ngeliat anak cowo pada gantian bawa carrier isi tenda ini doang aja udah buat ngilu. Dan kita pikir kalau berat pasti dia berguna kan, ya dong? TERNYATA ENGGA! Tendanya bocor dan alasnya yg di bawah bahkan ga mampu untuk nahan rembesan air. *buang juga nih tenda*
Tapi itulah salah satu dari banyak hal yang buat perjalanan ini jauh lebih berharga. Satu tim jadi lebih care satu dengan yang lainnya, rela tidur desek-desekan biar ga semuanya kena basah rembesan air, rela berbagi selimut dan baju kering, toleransi. Hujan ga berhenti sampai disitu aja. Menjelang subuh hujan jadi lebih lebat dan semakin dingin. Beneran nih, kita mah emang pasukan nekat. Hujan-hujan masih ngecamp :))

Ada yang bilang "badai pasti berlalu"
Dan benar. "Badai" kami barusaja berlalu. Kami di sambut matahari akhirnya setelah 4 hari berturut-turut langitnya kelabu. Memang mataharinya gak bener-bener terik, tapi seengganya kelihatan dengan sangat jelas. Dan yang paling penting terlihatlah seluruh keindahan ciptaan Tuhan di sekeliling tenda kami. Mau tau?



*nyusu dulu gan*
karna ngopi terlalu tidak sehat untuk penderita maag kaya gue :))

ga tahan kalau udah liat air, naluri duyung tapi ga bisa berenang nya keluar :))

pengen basuh dosa kaki ga sih disini

 Dan inilah dia gadis-gadis pejuangnya :3

Nikmat Tuhan ❤

ga bisa berhenti pose :))



Semua lelah dan capenya kita di malam tadi, mendaki bukit turuni lembah kaya ninja hatori terbayar dengan semua yang indah di depan mata ini. Alam ini memang menarik dan ga akan pernah ada habisnya untuk dieksplore.

bisa mancing juga di sini

itu pegang hpnya akting doang, beneran.
SINYAL AJA GA ADA GIMANA MAU MAEN HAPE SOB!

INI BENERAN "HIDDEN PARADISE"

Udah puas main air plus foto-foto plus perut kenyang, kami pun harus mengucapkan "selamat tinggal" pada hutan ini. Sungguh tempat yang buat jatuh cinta, tempat yang memberi banyak pelajaran, tempat semua toleransi dan kekeluargaan benar-benar terasa. Semoga kita bisa segera bercengkrama lagi.

DIVISI KURANG TIDUR SEMUA

Pose lagi sebelum pulang

Walaupun jalan pulang kami "cukup" berliku dan banyak masalah mulai dari jatuh, kaki keseleo, ditandu tapi yg bawa tandunya malah mau jatoh :( maap ye pasiennya berat dosanya. Tapi gue ga akan berhenti buat terus punya hobi kaya gini. Kalau jatuh ya bangun lagi dong. Karena ga perlu kuatir, akan ada banyak tangan yang akan menggapai menolong untuk bersama-sama bangkit lagi.


With love,


ameliasepta


Januari 06, 2018

Napak Tilas 2017 - Tahun yang Ter-tidakbisadiungkapkandengankatakata - (PART II)

by , in
Udah baca part 1 nya? Kalau belum bisa baca di  sini

Dan sekarang gue bakal lanjut lagi di bulan...

JUNI

Setelah plesiran yang melelahkan di bulan Mei akhirnya gue memutuskan kalem di bulan ini (padahal aslinya nabung buat plesiran selanjutnya uwww). Gue menjalani hari-hari gue dengan semangat jalan-jalan yang membara.


Dan akhirnya kesempatan plesiran itupun tiba.


30 JUNI 2017 - Dalam rangka ulantahun mama gue angkut sekeluarga short holiday ke Singapore wohooooooo~ *untung uda pada punya paspor






Sumringah bener mukanya di ajakin main ke LN :))

JULI, AGUSTUS, SEPTEMBER

Semuanya berjalan baik-baik saja. Berlalu sebagaimana mestinya. Gak ada kesempatan jalan-jalan guenya karna sibuk banget sama kerjaan dan hal lainnya. 

OKTOBER

Setelah 3 bulan puasa plesiran. Akhirnya gue bisa juga main jauh lagi. Yah ga jauh-jauh banget sih masih di Sumatera juga tapi yah lumayan daripada lu manyun #apadah 
Gue lagi lagi menyambangi kota melayu ini apalagi kalau bukan Pekanbaru.

MAIN SITU MULU GA AUS MB?
YAH GIMANA KEKASIHNYA SAYA DI SANAH!


Gue sebenarnya tidak terlalu berharap bakal dibawa jalan ke mana gitu sih secara cuma bentar banget ke sini. Ibaratnya itu baru sekali celupp eh udah keluar TEH MAKSUDNYA YAH TEH...

Ternyata yang dibilang orang "kadang tidak perlu ekspetasi apa-apa untuk bisa bahagia"
Nah ini siapa lagi neh yang bilang gini. Yah gatau lah ya gue hahaha intinya adalah gue datang tanpa ekspetasi apa-apa dan ternyata yang gue dapat sungguhlah bakalan buat para jomblo iri dengki sirik hati manis :3

14 Oktober 2017

 Yep!
Perjalanan cintanya gue ama dia sampe juga di setahunan.
Masih terbilang muda untuk sebuah hubungan.
Namun gue percaya segala doa yang gue dan dia sebutkan bersama akan dipeluk semesta untuk nantinya di aminkan oleh Yang Maha Kuasa :3

*kipas-kipasin yang jomblo*

FIX GUE GA PERLU LAGI FOTO PRAWED WKWK

Selamat 1 tahunan anak manis :*

NOVEMBER

Ini merupakan salah satu momen penting juga buat gue sebagai seorang sahabat. Sahabat yang gue kenal dari masih pake seragam abu-abu, masih malu-malu bahas tentang ciuman LAH TERUS DIA DULUAN NGERASAIN MALAM PERTAMA, bersama-sama merajut mimpi dalam doa, berteman nyaris hampir sepuluh tahun dan akhirnya dia menemukan imamnya :')


I'm so happy for you, Ndah ♥



Sisa kami berdua dari sebelah kanan yang belum nikah :')



DESEMBER


Tau gak yang paling menyenangkan dari Desember?

Sukacita Natal!

Di mana-mana denger lagu Natal mengalun, di sana sini ada pohon Natal.

BAHAGIA :3
Dan tahun ini akhirnya menemui penghujung ceritanya.
Engga, masih banyak yang belum selesai memang.
Masih banyak yang harus dikerjain.
Namun sebelum melangkah menuju tahun yang baru, gue secara pribadi ingin berterimakasih untuk segala kesempatan hidup dan bernafas (lagi) di tahun 2017 ini. Begitu banyak yang terjadi dalam hidup gue. Cerita apapun itu gue akan mengambil dan menyimpannya dalam hati. Semua terjadi atas kehendak-Nya, namun bukan berarti kita tidak punya andil apa-apa dalam hal itu. Sebagai manusia yang bisa kita lakukan adalah jangan pernah berhenti memanusiakan diri sendiri. Semesta kadang memberi pilihan kepada tiap-tiap kita untuk dapat berkembang menjadi manusia yang sesungguhnya. Jadi tahun selanjutnya sudah di depan mata. Siap melangkah (lagi)?



Peluk cium,

Wanita pencinta senja ❤