My Head Full of Dream

Oktober 22, 2019

Balance Life = Happy Life

by , in


Sore itu saya sedang berjalan-jalan di taman sekitar tempat ku tinggal. Anak kecil tampak berlarian mengelilingi air mancur yang ada di tengah taman tersebut. Sementara ibu, ayah, mungkin tetangga atau kerabat juga berada di sekitar mereka, mengawasi sambil sesekali bersenda gurau tertawa-tawa. Cukup ramai orang-orang yang datang ke taman di hari minggu sore kali ini. Apalagi langit di atas sana membiru dengan anggunnya. Hati siapa yang tak bahagia melihatnya.

Gambaran kondisi taman
Sumber: sini
Sumber: sini
Kakiku kembali melangkah melewati kebahagian yang menyeruak di taman ini. Tenang sekali rasanya melihat cinta yang penuh di antara manusia. Rasa-rasanya saya ingin lebih lama ada di taman ini. Akhirnya saya memutuskan duduk dan tinggal lebih sambil melihat keceriaan di sini, di bangku bebatuan yang terlihat kontras dengan rumput dan dedaunan hijau lainnya.

Saya baru menyadari setelah beberapa detik, ternyata saya tidak sendiri. Seorang saya duduk sambil tersenyum melihat ke kanan dan kirinya. Hati ini tergelitik. Kesukaan mendengar cerita ini memang acapkali membuat rasa penasaranku membuncah. Dengan sapaan lembut sembari berbasa-basi apakah dirinya sendirian atau sedang menunggu seseorang, mengawali pembicaraan hangat kami. Cerita punya cerita ternyata dirinya sedang menunggu sang istri yang kebetulan sedang ke menemani cucu mereka untuk membeli gulali.

Ilustrasi Kakek
Sumber: sini
Sebagai seorang anak muda jarang sekali saya melihat orang yang berusia lanjut usia dapat terus tersenyum bahagia. Bukan menahan sakit atau mengulum rindu pada anak yang mungkin saja tinggal di seberang daratan sana. Saya jadi  jadi penasaran apa rahasia sang saya untuk tetap terlihat penuh cinta di usia senja.

Beliau bercerita bahwa usia tua adalah tentang apa-apa yang kita lakukan di usia muda. Bingungkan? Sama. Waktu itu kening saya sampai berkerut karena tidak mengerti. Saya melanjutkan, masa muda dipenuhi banyak sekali ombak yang datang silih berganti. Mulai dari karir, pasangan kekasih, pertemanan, relasi, bahkan kesehatan. Semuanya mungkin terlihat satu kesatuan namun mereka sesunggungnya adalah saling berhubungan.

Ingat gak kapan terakhir kali rasa berdebar saat memasuki kantor pertama setelah lulus kuliah atau sekolah? Rasa menggebu saat atasan menantang kita berbuat lebih kepada perusahaan yang akan berimbas pada kenaikan karis. Atau mungkin jatuh cinta pertama yang berbunga-bunga? Bahkan patah hati yang merana. Hal-hal itulah yang dinamakan ombak semasa muda. Perasaan yang muncul karena hormon masa muda dipadukan dengan pengalaman-pengalaman baru yang tidak pernah dirasakan sebelumnya. Begitu pula dengan hal-hal lain menyangkut keyakinan, kekuatan hati hingga keputusan-keputusan yang dianggap penting untuk membuat menentukan kita di masa mendatang apalagi ketika akhirnya tiba di usia lanjut.
Sumber: sini
Keseimbangan.
Itu yang Kakek tekankan pada saya. Hidup adalah tentang menyeimbangankan elemen-elemen penting yang ada di dalam hidup kita. Tidak boleh ada yang berlebihan. Porsinya harus sesuai. Cukup. Karena jika salah satu elemen saja mengambil porsi lebih banyak maka keseimbangan hidup akan terganggu. Ketika dalam hidup akhirnya kalian telah meraih keseimbangan, mulai dari kehidupan bersama pasangan, pendapatan yang stabil, gaya hidup yang sehat, lingkungan yang baik, atau hal-hal lainnya. Kebahagiaan akan mengikuti setelahnya.

Perbincangan dengan Kakek ini membuat pikiranku terlempar akan banyak hal yang masih belum dapat aku putuskan. Di usia yang sudah dikatakan matang aku masih tinggal bersama orang tua, tabungan juga masih seadanya, pasangan hidup belum punya, investasi pun masih bisa dihitung dengan dua tangan penuh. Apakah nantinya keseimbangan dalam hidup dapat saya dapatkan?

Teringat pula ajakan seorang sahabat yang menawarkan sebuah apartemen di kawasan Tangerang City. Dia menawarkan pada saya karena saya selalu saja merengek kangen pada Jabodetabek. Iya, saya pernah tinggal di sana selama satu tahun dan berjanji suatu hari nanti untuk kembali lagi atau bahkan tinggal di sana. Namun tentu saja sulit mencari tempat tinggal yang nyaman seperti yang saya inginkan.

Letak Apartemen Skandinavia
Dan tawarannya ini datang seperti angin segar. Tahu sendiri kan Jakarta adalah pusat kesibukan yang paling sibuk di Indonesia. Harga tanah untuk lokasi rumah gak usah ditanya. Pasti mahal dan susah banget buat dicari. Pilihan tinggal di apartemen adalah angin segar buat orang-orang yang ada di kota sibuk seperti Jakarta, Tangerang, dan sekitarnya.

Skandinavia muncul layaknya oase di tengah padang gurun. Apartemen mungkin dalam kepala kita hadir seperti bangunan tegak lurus membosankan yang tidak bisa di sebut rumah. Namun Skandinavia menawarkan konsep yang berbeda. Manajemen Skandinavia menjanjikan perasaan dekat dengan rumah. Artinya walau apartemen, namun kenyamanan dan lingkungannya akan seenak tinggal di rumah. Mengusung konsep Lagom -not too little, not to much-, apartemen ini benar-benar dapat menjadi jawaban atas dilema memilih tempat tinggal yang menyenangkan juga menenangkan.

Apartemen Skandinavia
Apartemen Skandinavia Lagom memiliki interior menarik juga ciamik yang membuat orang yang tinggal di dalamnya betah untuk berlama-lama tinggal. Fasilitas yang ditawarkan pun cukup lengkap mulai dari kolam renang yang luas tanpa batas, track untuk lari pagi, gym untuk kalian yang cinta olahraga hingga koneksi WIFI di sekitar lingkungan apartemen. Setiap ruangan apartemen yang ada di sini, dilengkapi pula dengan kunci elektronik dan audio video untuk meningkatkan keamanan dan privasi kita sebagai tuan rumah. Parkiran yang luas tentu saja juga mendukung apartemen ini untuk dijadikan pilihan terbaik untuk ditinggali.

Fasilitas di Apartemen Skandinavia
Duh tapi kan saya anaknya mobile banget nih, suka belanja atau minimal ngopi cantik gitu. Oppsss! Gak perlu khawatir deh kayanya kalau tinggal di apartemen ini. Lingkungan di sekitar apartemen ada Tangcity Mall, mall kekinian yang memiliki beragam pilihan makanan dan minuman,, hypermarket, tempat gym, penjual elektronik hingga fashion. Gak bakal bosen dan bisa dipakai buat hangout.

Tangcity Mall
Apartemen Skandinavia Lagom menyediakan pilihan hingga 3 jenis ruangan. 2-Bedrooms Junior, 2-Bedrooms Corner, dan 3-Bedrooms Corner. Fasilitas yang didapatkan untuk ketiga jenis ruangan ini rata-rata sama. Yang membedakan hanyalah besar dan luas ruangan dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan pemilik. Jadi mulai dari yang tinggal sendiri, ingin tinggal berdua dengan sahabat, atau memboyong keluarga, semuanya dapat diwujudkan pada apartemen ini. Duh jadi semakin ingin tinggal di sana.

2-Bedrooms Junior
2-Bedrooms Corner
3-Bedrooms Corner
Membayangkan kehidupan yang berjalan seimbang antara karir dan kehidupan pribadi pasti menjadi keinginan saya dan juga kalian. Apalagi setelah lelah dan letih menghadapi kehidupan kantor atau pekerjaan di luar rumah, pulang adalah pilihan yang tepat asalkan tempat kita pulang tentu saja juga harus mantap. Jadi terpikir bagaimana menyenangkannya tinggal di Apartemen Skandinavia Lagom yang terletak di Tangerang ini.

Ruang tidur di Apartemen Skandinavia

Nyaman banget tempat dan material yang digunakan di apartemen
“Dek… istri saya sudah datang. Saya duluan ya.”

Tepukan Kakek di pundak menarik saya kembali dari lamunan tentang masa depan. Istri si Kakek sedang tersenyum lebar sembari bangkit dari bangku tempat kami bertukar pikiran tadi. Mereka terlihat bergandengan dengan cucu perempuan berkuncir dua yang sangat menggemaskan. Lantas saya juga ikut tersenyum. Tidak perlu mewah sebenarnya untuk menggapai hidup yang bahagia, seperti yang Kakek ajarkan hari ini. Keseimbangan. Untuk hidup yang lebih menyenangkan. Apartemen Skandinavia Logam, mungkin bisa jadi salah satu jawaban.

"Skandinavia Lagom, not too little, not to much, just right"






Oktober 21, 2019

Menilik Manisnya Aren Sewu di Tengah Pesona Papandayan

by , in

Tugu di Garut
Sumber dari sini
Indonesia adalah tanah yang kaya akan pesona. Dengan gugusan pulau yang membentang dari ujung Barat hingga ke Timur, daya pikatnya seakan merongrong jiwa petualang untuk terus melangkah dan menjelajah. Katanya sekali mencicipi tanah Indonesia, akan terbuailah kalian dengan cantik alam dan indah kebudayaan yang berbeda dari satu daerah ke daerah lainnya.

Lalu daerah mana kali ini yang akan membuat kalian terpikat?

Jika mendengar kata “Garut” apa yang terpikir dalam benak kalian? DODOL!

Gerbang masuk Garut
Sumber: sini
Ya! Makanan khas dengan cita rasa manis dan lembut ini memang seolah menjadi simbol dari kota tersebut. Namun selain dodol, Garut memiliki banyak elemen yang akan membuat kalian “semakin kenal maka akan semakin jatuh cinta”.

Apa sih asal muasal nama Garut?
Ada cerita menarik atas kemunculan nama kota ini. Pada tahun 1811 pemerintah daerah pada saat itu sedang mencari satu kota yang cocok didaulat sebagai Ibu Kota Kabupaten. Dan ditemukanlah satu tempat dengan kondisi tanah yang subur dan membentang indah di sekitar tempat tersebut gunung-gunung megah di sekelilingnya. Singkat cerita ada mata air kecil yang berbentuk seperti telaga kecil yang disekelilingnya terdapat semak berduri dan saat berusaha membenahi tempat tersebut salah satu panitia tangannya berdarah karena tergores semak tersebut (kakarut). Dalam rombongan tersebut ikut pula seorang warga negara kebangsaan Eropa yang turut bertanya mengapa tangannya berdarah. Dan ketika dijawab kakarut, mereka menirukannya menjadi gagarut. Dan sejak saat itu daerah sekitar mata air tersebut dikenal dengan nama Garut.
Menarik yah bagaimana nama sebuah kota dikenal hingga sekarang.

Peta wilayah Garut

Logo Kabupaten Garut
Sumber: sini
Seiring berkembangnya kota Garut, pemerintah daerah semakin sadar pentingnya memperkenalkan Garut di mata Indonesia bahkan dunia. Dengan keunikan kuliner yang beragam, Garut mampu memasarkan dodol khasnya hingga terpaten dalam ingatan setiap orang Garut merupakan Kota Dodol. Selain dodol ada yang juga menarik dari Garut. Pernahkah kalian mencicipi gula aren khas Garut?
Gula Aren
Sumber: sini
Di Indonesia, tanaman Aren dapat tumbuh dan berkembang pada tanah yang memiliki ketinggian di atas 1.200 mdpl dan daerah Garut yakni tepatnya di Cisewu memiliki potensi untuk pengembangan tanaman ini. Kalian tahu gak sih, tanaman Aren itu hampir seluruh bagiannya memiliki potensi ekonomi yang menguntungkan.

Buah Aren dapat dijadikan kolang-kaling yang sering kita nikmati saat bulan puasa. Daun Aren dapat digunakan untuk proses kerajinan tangan atau untuk atap. Akar Aren dapat juga dijadikan pilihan untuk racikan obat-obatan. Nah untuk batangnya dapat menghasilkan ijuk/ lidi yang dapat menjadi peralatan rumah tangga. Dan saat tanaman Aren sudah mulai menua, batangnya juga dapat digunakan untuk bahan furniture. Yang tidak kalah penting tentu saja nira (air) pada tanaman Aren yang menjadi  bahan utama gula aren.

Gula aren didapat dari proses penyadapan nira aren yang kemudian dikurangi kadar airnya hingga menjadi padat. Dari sinilah muncul gula cetak dan gula semut. Jika kalian berkunjung ke Cisewu, kalian bahkan dapat langsung mencicipi gula aren dari tempat asalnya langsung dengan cara yang tradisional pula dan dengan beruntung dapat melihat keramahan masyarakat Cisewu.

Proses penyadapan nira aren
Sumber: sini
Indra perasa sudah dimanjakan dengan makanan khas Garut yang manis, daya tarik kota ini tidak cukup sampai di situ. Sebagai seorang yang mencintai ketinggian di atas awan, Garut adalah tujuan yang wajib disambangi mengingat jejeran gunung yang mengelilingi kota ini. Dan gunung Papandayan adalah yang menarik perhatianku.


Savana Tegal Panjang di Gunung Papandayan
Sumber: sini
Gunung Papandayan merupakah salah satu gunung berapi aktif yang ada di Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2665 mdpl. Bisa dijadikan pilihan untuk kalian yang baru mulai mencintai dunia pendakian. Sudah banyak pilihan transportasi jika ingin menyambangi salah satu gunung cantik di Garut ini. Bisa menggunakan bus, kereta, atau mobil sewaan. Rute yang biasa dipilih pendaki yakni ke arah Pasar Santolo dan setibanya di sana dapat langsung menuju jalur ke Gunung Papandayan. Sebelum bertualang, penting bagi kita untuk melakukan proses registrasi dengan membayar sebesar Rp 35.000.

Sebagai gunung berapi aktif, Papandayan menyajikan para pendaki kawah cantik yang menyajikan keelokan Papandayan. Ada 4 kawah yang dapat ditemui di gunung ini, yakni Kawah Nanglak, Kawah Manuk, Kawah Mas, dan Kawah Baru. Namanya juga kawah gunung berapi, teman-teman harus waspada dengan menggunakan masker ya agar tidak tercium bau belerang yang menyesakkan.

Buat pecinta bunga abadi, Papandayan pun tak luput dari pemandangan indah itu. Ada hamparan padang edelwis di jalur pendakian Papandayan. Kalian akan paling banyak menemukan bunga abadi ini di Tegal Alun atau arah menuju puncak Papandayan. Eitsss! Tapi inget yah bunga abadi hanya boleh dikagumi, tidak untuk dibawa pulang. Kita sebagai pecinta alam harus turut menjaga bunga edelwis yang semakin sedikit populasinya. Jadi jangan petik bunga edelwis di gunung manapun yang kalian sambangi ya.

Hamparan bunga abadi
Sumber: sini

Bunga Edelwis disiram cahaya matahari
Sumber: sini
Ada satu spot yang juga tak kalah indah di Gunung Papandayan yang biasa dikenal dengan sebutan “Hutan Mati”. Hutan ini terbentuk dari pohon-pohon cantigi yang sudah tua kemudian mati/ layu dan menyisakan batang-batang kering yang estetik. Tampilan pohon yang menghitam atau seperti gosong menambah kesan indah untuk diabadikan di tempat ini. Gak heran selalu banyak yang sekadar mampir atau berfoto di hutan unik ini. Di jalur pendakian akan terlihat sisa-sisa longsoran erupsi yang pernah terjadi di Gunung Papandayan. Karena tinggi Papandayan relatif dapat dijangkau, sudah banyak warung yang ada di jalur-jalur pendakian. Sudah ada toilet dan tempat mandi semakin menunjukkan Gunung Papandayang adalah gunung yang ramah dengan pendaki maupun wisatawan.

Hutan mati yang estetik
Sumber: sini
Indah saat siang begitu mula saat malam. Saat matahari tenggelam di ufuk barat sana, ukiran senja akan tampak di sela-sela langit di atas sana. Dengan memadukan romansa alam, lekuk perbukitan, dan dedaunan yang terkena cahaya keemasan langit sore, Papandayan akan menyulap tanah sekitar perkemahan menjadi candu untuk kalian terus kembali ke tempat ini. Setelah matahari benar-benar tenggelam, rembulan pun akan berganti menghiasi langit. Jika beruntung, kalian dapat melihat hamparan milky way yang terhampar di langit gelap.

Hamparan milky way
Sumber: sini
Pendakian gunung acapkali terdengar melelahkan. Karena perjalanan yang menanjak kadang stamina dituntut untuk lebih fit, apalagi dengan menenteng tas besar di punggung. Sudah menjadi rahasia umum, bahwa makanan manis dapat meningkatkan stamina. Itulah kenapa banyak sekali pendaki yang memakan gula aren saat perjalanan menuju puncak gunung. Gula aren merupakan salah satu logistik yang akan selalu dibawa oleh para pendaki. Sudah kadung ada di Garut sekalian saja kita makan gula aren dari Cisewu tadi. Bisa bayangkan betapa nikmatnya menyantap gula aren langsung dari sumbernya dan tanpa bahan pengawet dipadukan dengan perjalanan indah menyusuri setiap lekuk Gunung Papandayan. Taruhan, kalian akan otomatis jatuh cinta dan berdoa dalam hati agar dapat kembali di tanah seindah ini. Semesta pun akan turut mengaminkan.

Gunung Papandayan
Sumber: sini
Ah iya, buat kalian yang tertarik dan ingin merencakanan pendakian di Gunung Papandayan harus juga berhati-hati pada serangan babi hutan yang terkenal suka sekali mengacak-ngacak tenda dan peralatan pendaki. Sebaiknya untuk sisa makana digantung di pohon aja agar tidak tercium si babi hutan.

Gunung Papandayan memang tidak terlalu tinggi dan jalurnya pun terbilang tidak terlalu sulit. Tapi tetap saja sebagai seorang pendaki kita harus selalu menjaga kesehatan dan keselamatan. Pakailah sepatu gunung yang nyaman dan bawa peralatan berkemah yang mumpuni. Beberapa jalur Papandayan mungkin akan kalian temui sedikit licin dan membuat para pendaki gampang terpeleset. Tapi segala upaya yang dilewati di bawah sana akan dibayar manis nanti saat sudah sampai di ketinggian yang menunjukkan keindahan Papandayan sendiri.

Setelah puas berkelana di Gunung Papandayan seringkali badan merasa lelah dan letih. Mandi air panas mungkin dapat pula dijadikan pilihan. Apalagi di kaki Gunung Papandayan terdapat kolam air panas yang selalu ramai pengunjung untuk bersantai dan melepas penat. Apalagi yang tidak dimanjakan di Garut ini yah, mulai dari indra perasa, indra penglihatan hingga ketenangan jiwa dan raga karena mandi di kolam air panas.

Kolam pemandian air panas di area Gunung Papandayan
Sumber: sini

Suasana pengunjung sedang bersantai di kolam air panas
Sumber: sini
Gula aren dan Gunung Papandayan adalah beberapa dari sekian banyak hal yang membuat Garut wajib untuk disambangi. Ragam kuliner yang dimiliki Garut selain dodol dan gula aren akan memanjakan para pecinta kuliner. Pilihan tempat wisata yang semakin banyak dan beragam juga membuat banyak pilihan saat datang ke Garut. Kebudayaan yang lekat di daerah Jawa Barat ini juga kental dapat dilihat di wilayah Garut. Tidak perlu bingung harus memilih, langsung langkahkan saja kaki kalian ke tempat-tempat indah di Garut. 

Gunung yang sedang memanggil-manggil saya saat ini ialah saudara dari Gunung Papandayan, Gunung Cikuray. Tidak kalah elok dengan Papandayan, saya sangat menantikan pengalaman mendebarkan saat berkelana di Cikuray. Dan tentu saja gula aren khas Garut wajib dijadikan teman perjalanan yang menyenangkan karena rasa manis yang menyegarkan.

View Gunung Cikuray
Sumber: sini
Kota Dodol akan membawa kalian terlempar dalam pengalaman-pengalaman yang tak terlupakan. Gak sabar banget rasanya bertualang di tempat indah ini.

keindahan dari puncak Papandayan
Sumber: sini
Salah satu kawah di Papandayan
Sumber: sini




Referensi: