fPtFh9MOYDYCIXsMqZnULjYeLRvmL6GtPeki3xPR

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Pengikut

TUJUH PULUH TUJUH - "PULIH LEBIH CEPAT, BANGKIT LEBIH KUAT"

Puncak Kerinci, 2018

Masuk bulan Agustus, komplek perumahan jadi makin semarak.

Bukan hanya himbauan dari grup whatsapp yang mengingatkan bendera merah putih sudah harus terpasang di depan rumah warga, tapi satu komplek jadi penuh atribut yang didominasi dua warna. 

Merah dan putih.

Agustus adalah bulan kemenangannya bangsa ini, Dirgahayu Republik Indonesia tercinta.

Tahun 2022 ini, tepat tujuh puluh tujuh tahun Indonesia memerdekakan diri. 2 tahun lalu, di 75 tahun kemerdekaan negara ini saya menulis sebuah pertanyaan: "Apa kita sudah benar-benar merdeka?".

Jawaban yang ternyata butuh dua tahun untuk bisa menjawabnya. Dua tahun kita sama sama terpuruk. Jatuh dan hancur secara bersamaan. Semua orang kena dampaknya. Tua muda kecil besar kaya miskin, semua terhantam kerasnya pandemi. Putus asa, tidak terlihat harapan, kehilangan, kesedihan, jangankan untuk merasa merdeka, bisa melihat hari besok tanpa takut dan mengira-ngira siapa lagi yang akan pergi, perasaan tidak tenang karena takut tertular dan menularkan. Saya tidak bisa membayangkan dapat berdiri di tahun ini, di hari ini, melewati keadaan yang mencekam itu.

Tagline tujuh puluh tujuh tahun kali ini, "Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat". Ada rasa haru saat bendera merah putih bukan lagi sekadar hiasan tapi juga diiringi huru hara lomba. Tahun ini banyak sekali acara yang sudah berlangsung memeriahkan dirgahayu negeri ini. Teriakan anak-anak yang mengikuti lomba makan kerupuk, tawa ayah-ibu yang melihat anaknya berlomba, juga ramainya pawai di sana sini, rasa-rasanya masa gelap pandemi dua tahun lalu hanya selewat mimpi buruk. Rakyat Indonesia, kita, bisa kembali pulih dan kembali merayakan hidup dengan meriah.

Indonesia buat saya masih sama. Tempat jatuh cinta dan patah hati di saat bersamaan. Tidak akan pernah berubah, berapapun umur saya atau berapa kali pun Indonesia akan bertambah usia.

Tujuh puluh tahun bukan usia yang muda untuk ukuran manusia, tapi sebagai sebuah negara mungkin ini usia yang belia. Masih perlu bangkit dan kuat untuk menjadi rumah bagi kita yang mencintainya. Sejak pandemi tidak banyak hal yang berani saya impikan dengan terlalu. Tapi dengan satu tahun lagi bertambahnya usia Indonesia, sebuah doa juga turut saya selipkan, "semoga Indonesia mampu memerdekakan seluruh yang mencintainya".

Aku cinta Indonesia dan drama dramanya huahahaa :))

Met milad Indonesiaku :3


Related Posts
AmeliaSepta - LIFESTYLE AND TRAVEL BLOGGER
(masih) wanita, gampang ketawa dan bahagia, punya kemampuan bisa tidur di mana aja apalagi dalam pelukan kamu, mimpinya banyak tapi paling pengen jadi ibu untuk anak-anak kamu. Full timer - Dreamer; Part timer - Worker

Related Posts

Posting Komentar