RAPID TEST DI BATAM - KEPULAUAN RIAU

sumber: Pixabay

New Normal sudah berlaku di kalangan masyarakat. Pemerintah menganjurkan kita untuk hidup “berdampingan” dengan Covid-19. Tujuan utamanya tentu saja untuk membangkitkan kembali sektor-sektor yang tenggelam terdampak wabah Covid-19. Penerbangan yang bahkan sampai tidak beroperasi sama sekali, di era New Normal ini sudah mulai kmbali beraktifitas. Namun tentu saja tetap mengikuti aturan dan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh Pemerintah.

Apa saja protokol Kesehatan yang dianjurkan itu?

1.     1. Menggunakan masker saat bepergian/ keluar rumah


Masker menjadi hal wajib yang tidak boleh terlupa ketika akan melangkahkan kaki keluar rumah. Hal ini tentu saja untuk memproteksi kita saat berada di sekitar orang banyak.

 2. Membawa Handsanitizer/ mencuci tangan menggunakan sabun dan air bersih

Menjaga kebersihan diri itu penting! Apalagi tangan yang sering sekali sengaja atau gak sengaja megang ini-itu. Nah jadi wajib banget untuk membiasakan mencuci tangan dengan sabun dan air bersih. Kalau lagi gak tersedia, handsanitizer adalah jalan ninjaku.

 3. Melakukan RAPID TEST saat akan keluar kota

Walau sebisanya menghindari kegiatan yang mengharuskan kita untuk keluar kota, namun kadang ada beberapa keperluan mendesak yang tidak bisa dihindari untuk pergi ke luar kota. Nah untuk memudahkan kita, Pemerintah sudah menetapkan peraturan baru yang mewajibkan setiap orang yang ingin ke luar kota untuk melakukan Rapid Test atau Swab Test.

Bedanya apa sih? Kalau Rapid Test itu pengecekannya melalui sample darah. Sedangkan Swab Test itu menggunakan cairan yang ada di tenggorokan (penjelasannya segampang banget yah soalnya saya bukan ahli kesehatan tapi ahli mencintai dia). Dari segi harga juga Swab Test itu mahaaaal banget. Makanya kebanyakan orang yang akan berpergian lebih memilih melakuka Rapid Test saja. Apalagi sekarang harga Rapid Test hanya dibandrol seharga Rp 150.000 dengan masa berlaku 14 hari. 

Beberapa hari yang lalu, kebetulan saya menemani mama yang akan pergi ke kota Padang untuk menjenguk nenek yang sedang sakit. Pelayanan Rapid Test di Batam sudah tersedia di banyak klinik maupun Rumah Sakit. Saya sendiri menjatuhkan pilihan yakni di RS Hj. Bunda Halimah yang terletak di Universitas Batam, Batam Centre.

Pengecekan suhu sebelum Rapid Test

Sesampainya di rumah sakit, kami langsung disambut penjaga keamanan untuk dicek suhu terlebih dahulu. Saat itu kondisi rumah sakit sepi dan hanya kami yang mengantre untuk Rapid Test. Pelayanannya cukup mudah. Penjaga keamanan mengarahkan untuk mengirimkan pesan ke nomor yang tertera pada pamflet lalu mengirimkan foto KTP di sana. Tidak lama salah satu petugas kesehatan keluar dan menghampiri kami untuk mengambil sample darah. Sebelum darah diambil, akan ditanyakan apakah kita memiliki gejala sakit atau demam. Setelah itu tinggal menunggu hasil keluar kurang dari 1 jam.

Petugas kesehatan yang melaksanaka Rapid Test

Pengambilan sample darah

Pengambilan hasil tesnya juga cukup mudah. Dapat diwakilkan dengan keluarga atau kerabat lainnya. Namun saat mengambil hasil tes, pastikan kembali mengecek secara teliti nama dan tanggal lahir yang tertera pada surat tersebut. Jangan sampai salah atau tidak sesuai karena akan menjadi masalah saat di bandara nanti.

Hasil Rapid Test, puji Tuhan non reaktif :)


4. MENJAGA JARAK

Saat berada di luar rumah atau di bandara, tetap harus menjaga jarak aman dari kerumunan atau orang lain. Hal ini untuk meminimalisir penyebaran virus.

Gimana? Mudah sekali kan bepergian di New Normal?

Namun sekali lagi saya tegaskan nih. Jika bukan kebutuhkan mendesak, lebih baik kita di rumah saja dan menghindari kerumunan semampunya. Dan kalau memang diharuskan keluar maka tetap ikuti protokol kyang sudah dianjurkan di atas yah.


Sehat selalu kita semua!

 


1 komentar

  1. Wah belum lama ini, saya nganterin adik untuk rapid test. Saat ini sudah tersedia di klinik-klinik. Saya lebih memilih rapid test di klinik karena lebih mudah dan gak perlu terlalu mengantri.

    BalasHapus