My Head Full of Dream

April 05, 2019

BLOGGER KEPRI & ASUS ZENBOOK BLOGGER GATHERING ROADSHOW

by , in

” Twenty years from now you will be more disappointed by the things you didn’t do than by the ones you did.
So throw off the bowlines, sail away from the safe harbor. 

Catch the trade winds in you sail. Explore. Dream. Discover.”
-Mark Twain

Pernah gak sih kalian membayangkan akan jadi apa kita dua puluh tahun dari sekarang?
Gimana kita di masa depan akan memandang diri kita di masa sekarang?
Gue? Sering. Sangat sering malah.
Gue gak mau dua puluh tahun dari sekarang gue berharap waktu berputar kembali. Gue gak mau hidup dengan penuh penyesalan dan berharap pada “KALAU AJA”.
“Kalau aja” gue lebih berani…
“Kalau aja” gue mulai dulu…
“Kalau aja” gue kejar apa yang gue mau…
“Kalau aja” gue nyatain cinta duluan *eh

Seperti kutipan Mark Twain di atas, di masa depan, gue tidak mau kecewa pada diri sendiri yang tidak sempat melakukan apa-apa. Lebih baik tantang diri sendiri. Berkelana. Bermimpi. Bahagia. Dan lewat menulis gue menemukan pintu gerbang menuju segalanya. Menulis mengantar gue menemukan diri gue yang baru. Seorang perempuan yang suka meletakkan mimpi di setiap tanah yang belum dan akan dijejakinya. Menulis juga membuat gue bertemu banyak dengan manusia-manusia baru yang memberi kesan tidak terlupakan dalam perjalanan ini. Menulis adalah tempat gue memulihkan diri untuk setiap luka-luka atas jatuh yang gue alami.

Puncak tertinggi Sumatera
Dalam menulis kita menggunakan banyak media. Gue pribadi, mungkin termasuk “penulis primitf” yang masih suka menggoreskan kata lewat tinta. Gak ada yang lebih seru dari mendengar gesekan antara pena dan kertas saat seluruh isi kepala tumpah ruah di atasnya. Tapi nih ya tapi dengan semakin lajunya zaman yang semakin milenial, tak urung pena dan kertas tidak lagi populer. Bukan karena gak butuh loh ya. Tapi emang untuk memaksimalkan kegiatan tulis-menulis, laptop menjadi pilihan yang lebih tepat untuk digunakan.

Kegiatan outdoor membutuhkan laptop yang mumpuni
Pict: Batam Virtual

Kegiatan outdoor membutuhkan laptop yang mumpuni
Pict: Batam Virtual
Gue sendiri jarang banget beraktivitas di dalam ruangan. Anaknya emang lebih suka plesiran, kecentilan, dan pecicilan wkwkwk. Maksudnya tuh yah gue sering banget keluar-keluar. Keluar rumah maksudnya. Tracking, hiking, travelling, dan naik gunung adalah aktifitas yang sering banget gue lakuin. Selain butuh banyak cuti *mon map namanya juga fakir cuti* kegiatan-kegiatan tersebut juga membuat gue memilih banyak peralatan yang sesuai dengan kebutuhan alias enteng di bawa ke mana-mana. Menulis dengan kegiatan yang lebih banyak di atas pesawat, di kaki gunung, di kota-kota baru, di rumah mantan, bukan hal mudah jika laptop yang digunakan tidak mumpuni. Alih-alih menulis malah jadi badmood kalau bawa laptop yang berat dan makan tempat.

Gue sempet melirik laptop salah satu brand beken yang digadang-gadang sebagai “laptopnya para traveler”.
AWWWWWW!
Cocok banget kan yah buat akuuuhhhhh?
Yakan Yakan Yakan?
MAKSA!

Intinya yang namanya jodoh emang ga lari ke mana. Ingin yang berujung angan dijawab manis oleh semesta. Batam kota tercinta ini akan menjadi salah satu kota bahkan menjadi yang pertama di tahun 2019 sebagai tuan rumah ASUS ZENBOOK BLOGGER GATHERING ROADSHOW!

*TEPUK TANGAN DENGAN RIUH GEMURUH

Gue tuh pernah ya kapan tahu di chat sama salah satu PR ASUS menawarkan untuk hadir di salah satu gathering ASUS. Tapi waktu gue jelasin tempat tinggal gue sekarang di Batam dan bertanya soal akomodasi, mbanya bilang belum ada budget. Sedih akutu sebagai sobat mizqinn L

Jadi yah selama ini hanya memantau serunya acara-acara yang ASUS selenggarakan lewat instagram atau temen-temen blogger lain yang beruntung diundang dan kebetulan dapat datang ke acara tersebut.

AKUTUH POKOKNYA GEMBIRA BANGETLAH POKOKNYA YAH ASUS AKHINYA MEMILIH BATAM!
Yang buat makin histeria itu adalah waktu tahu ASUS menggandeng salah satu travel blogger kenamaan yang cantik, dan rendah hati. Siapa lagi kalau bukan Mbak Katerina. Gue inget bangetlah pokoknya sama kakak ini. Apalagi di tahun 2018, Mbak Rien (sok ikrib gitu manggilnya gitu wkwk) bekerja sama dengan ASUS mengadakan lomba blog dan kebetulan gue ikutan lombanya (walau ga menang huahaha).

ASUS ZenBook Blogger Gathering di kota Batam akan dilaksanakan pada tanggal 30 Maret 2019 hari Sabtu. Weekend yang berfaedah nih. Bisa jumpa Mbak Katerina dan Anjas yakni seorang youtuber kawakan yang namanya juga ga kalah tenar sama Mbak Katerina. Yang paling membuat hati berdebar-debar adalah bisa melihat langsung sang pujaan hati laptop ZenBook terbaru yang dinobatkan sebagai laptop paling RINGKES di dunia.

Catet gais catet, RINGKES!
Artinya enak dibungkus bawa pulang dan segera dipakai travelling.
*BELIIN BANG!

Setelah registrasi dan harap-harap cemas menunggu kepastian siapa saja yang bisa menghadiri acara gathering ini, kami semua digabungkan ke dalam satu grup whatsapp. Kegembiraannya Blogger Kepri ini emang warbiyasak. Dari grup dibuat, sampai Mbak Katerina dan Anjas tiba di Batam, bahkan hingga beberapa jam sebelum acara, grup selalu berisik.
Yah lebih tepatnya gue sih yang berisik wkwk.

Batam yang sudah hampir 3 bulan kemarau, entah kenapa di hari Sabtu ceria ini malah hujan deras sedari subuh. Makin mendekati jam acara bukannya makin reda, hujan malah makin awet dan disertai angin kencang. Kalo gini kan mekap adek bisa luntur bang sebelum sempet jumpa sama ZenCreator keren itu (julukannya Mbak Katerina dan Anjas nih). Tapi gapapalah, hujan badai pun ditempuh demi kau dan si buah hati. Eh demi hadir di gathering ASUS ini maksudnya. Hujan ini mungkin tanda Batam ikutan gembira atas kedatangan ZenCreator yang udah dinanti-nanti Blogger Kepri :3

Gathering ASUS ini diadakan di The Duck King Nagoya Citywalk. Tempatnya nyaman dan memiliki makanan yang enak. Acara direncanakan dimulai jam 11 siang namun registrasi sudah dilakukan mulai jam 10 pagi . Karena hujan banyak teman-teman Blogger Kepri belum datang saat gue sampai. Gue sendiri sampai di sana jam 10.15. Dan disitulah gue melihat Mbak Katerina. Duh cantik sekali mbanya!

Idolak dedek Amelia :3
Sambil menunggu teman-teman yang datang, kami yang sudah hadir lebih dulu diberikan kesempatan untuk melihat, menyentuh, bahkan berfoto dengan si cantik ZenBook. Laptop mahal emang beda. Pengen masukin tas terus ngacir aja J

ZenBook dan Aku

Aku dan ZenBook
Blogger Kepri yang datang semakin ramai dan hari semakin siang. Perut pun sudah keroncongan makanya waktu meneriakkan yel-yel ASUS kami semua lemah gemulai huahahah. Untungnya Duck King menyajikan makanan langsung di atas meja, jadi kami yang kelaparan ini gak perlu lagi ke mana-mana. Tinggal duduk manis tunggu mas/mbaknya naruh makanan dan cusss langsung hap.

Menu makanan yang disediakan Duck King beragam. Mulai dari Sup Jagung Ayam Cincang, BBQ Bebek Panggang 1/2 ekor & Ayam Kecap Asin 1/2, Goreng Cumi Myonaise, Kerang La La Tumis Saus Malaysia, Mun Tahu Jamur Shimeji, Steam Aneka Telur, Sawi Minyak Saus Tiram, Sago Meilo Buah Melon, Nasi Putih, Chinese Tea. Tapi yang menurut gue paling enak itu Sup Jagung Ayamnya, TOP!

Perut kenyang hatipun senang!
Gathering yang sesungguhnya akhirnya dimulai…

Katerina, Travel Blogger, dan ASUS ZenBook

Katerina S.
Mbak Katerina emang cocok sih diberi label travel blogger. Belum dua puluh empat jam ada di tanah Melayu eh kami udah disuguhkan potongan pantun Melayu (walau ternyata pantunnya kiriman dari Blogger tetap salut akutu).

Bandar Madani Negeri Terbilang
Jembatan Barelang Jadi Idaman
Blogger Batam Selamat Datang
Di ZenBook Gathering Penuh Keceriaan

Riuh tepuk tangan Blogger Kepri setelah pantun mengawali cerita bagaimana seorang Katerina bisa dinobatkan sebagai travel blogger Indonesia. Mbak Katerina sudah menekuni dunia blogging selama hampir 11 tahun. Benar-benar dari no body. Tips yang diberikan Mbak Katerina jika kita ingin meningkatkan branding diri adalah konten dan konsisten. Dan tentu saja menulis juga harus diikuti dengan passion agar yang kita lakukan selalu menjadi kegiatan menyenangkan. Selama sharing dengan Mbak Katerina gue menyadari satu hal: sebuah hasil tentu membutuhkan perjalanan panjang. Yang harus kita amati adalah prosesnya. Kesuksesan adalah buah dari kerja keras. Duh makin kagum sama ibu dua anak ini.

Nah sebagai travel blogger, Mbak Katerina tentu saja harus punya laptop yang tepat. Dalam artian memenuhi segala kebutuhan seorang traveler yang sering berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Tidak cukup dengan performa yang baik, tapi juga harus didukung dengan bobot yang oke. Mbak Katerina yang mungil tentu saja akan kesulitan jika membawa laptop dengan bobot berat. Baterai yang tahan lama juga menjadi unsur penting karena sangat tidak efisien jika sering mengecas laptop sambil berpergian.

ZenBook menjadi jawaban atas kebutuhan Mbak Katerina sebagai seorang travel blogger. Laptop ini dianggap sudah Compaq apalagi sudah SSD, gak perlu khawatir  harddisk rusak karena terguncang-guncang saat berpergian. Tampilan Zenbook yang elegan dan mumpuni dengan core i5 membuat Mbak Katerina meyakini bahwa ZenBook adalah teman setia selama perjalanannya. Mbak Katerina menjatuhkan hatinya pada ASUS ZenBook UX331UAL, si super ringan (985 gram), tipis (13.9 mm) dan tentu saja kuat (standar military grade).

Mbak Katerina sendiri telah menjadi member BLUS (Blogger ASUS) sejak diundang launching Zenfone 3 di Bali bulan September 2016 lalu. Dan di tahun yang sama mendapat penawaran kerjasama dengan ASUS. Seperti penyelenggaraan lomba ASUS, Mbak Katerina sebagai BLUS diajak untuk bekerja sama. Gak cuma Mbak Katerina, ada juga member lain seperti mbak Uniek Kasgarwati, Om Yahya Kurniawan, dan Mira Sahid (ku udah pernah ikut lomba mereka semua dan alhamdulilah yah ga menang wkwk). Namun untuk roadshow, ini adalah kali pertama ASUS menggandeng blogger. Alasan kuat yang membuat terpilihnya Mbak Katerina menjadi ZenCreator mungkin dikarenakan pernah menghandle beberapa acara ASUS dan sukses!

Anjas Maradita, Youtuber – Content Creator

Youtuber dan content creator yang agak jayus ini bhahaha mulai membedah satu per satu keunggulan “bintang utama” hari ini. Blogger Kepri diperkenalkan dengan seri ZenBook yang terbaru yaitu ZenBook 13 UX333, ZenBook 14 UX433, dan ZenBook 15 UX533. Series terbaru ini mendapat julukan “The World’s most compact laptop series”. Bahasa kerennya: LAPTOP PALING RINGKES!

Anjas Maradita - Youtuber & Content Creator
Kenalan sama ZenBook ini tuh ya ibarat kenalan di chat terus akhirnya ketemuan. Eh pas ketemu mulai muncul rasa suka. Makin lama kenal makin jatuh cinta deh. Terus akhirnya pengen langsung mengikat hubungan ke jenjang yang lebih serius uhhhhh :3


Terus apa sih sama gak sih artinya RINGKES dan TIPIS?
BEDA! Emang banyak banget laptop yang dapat dikategorikan tipis namun masih memiliki dimensi yang besar. Makanya nih ASUS menghadirkan NanoEdge Display di ZenBook yang membuat bezel pada empat sisi layar laptop dapat dibuat dengan ukuran hanya 2,8 milimeter hingga 5,9 milimeter saja. Ukuran tersebut jauh lebih kecil dibandingkan laptop konvensional yang bezelnya bisa mencapai 20 milimeter. Berkat teknologi ini juga ZenBook Classic terbaru yaitu UX333, UX433, dan UX533 memiliki screen-to-body ratio yang sangat tinggi, yaitu mencapai 95 persen sehingga layarnya terlihat lebih lega dan hampir tanpa batas.


3 Jenis Zenbook series terbaru

Improvemnet produk Zenbook, uwu uwu kali kan? :3

Layarnya menampilkan resolusi Full HD (1920x1080 pixel) dengan tingkat reproduksi warna tinggi, yaitu mencapai 100% dalam color space sRGB. Layar tersebut juga memiliki sudut penglihatan (viewing angle) yang sangat lebar, yaitu mencapai 178 derajat dan telah dilengkapi dengan berbagai teknologi visual eksklusif seperti ASUS Splendid dan ASUS Tru2Life Video, enakkk banget pokoknya dipake nonton. Keyboardnya juga dilengkapi dengan full size backlit LED yang buat kita ga perlu cemas kalo mati lampu dan kudu ngetik gelap-gelap.



Udah jatuh cinta?
Tunggu dulu.
Masih ada teknologi yang buat laptop ini ingin dimiliki banget. ASUS memasukkan teknologi ErgoLift Design ke ZenBook ini. Apa itu? Teknologi yang membuat bodi ZenBook terbaru ini menjadi terangkat dan membentuk sudut 3 derajat. Posisi tersebut membuat jajaran ZenBook terbaru ini semakin ergonomis dan nyaman untuk mengetik. Nah karena bodinya terangkat, ZenBook ini jadi punya rongga ekstra di bawah bodinya waktu dipakai. Rongga ekstra itu membuat sirkulasi udara semakin lancar sehingga suhu komponen menjadi lebih terjaga. Selain itu, rongga tersebut juga membantu speaker pada laptop ini menghadirkan performa audio yang lebih baik.



Ergolift design malov :3


keyboard backlit LED

KEREN. SANGAT KEREN. SUNGGUH KEREN. KEREN KALI!

Terus di dunia digital yang penuh orang-orang kepo ini, gue pribadi pengen bangen punya laptop yang mengusung tinggi ranah pribadi. Dan ZenBook lagi-lagi menjawab kebutuhan akan hal itu. ASUS ZenBook UX333, UX433, dan UX533 merupakan salah satu laptop yang dibekali dengan sistem keamanan menggunakan face recognition (sistem pengenal wajah) yang terintegrasi dengan Windows Hello. Fitur ini memungkinkan penggunanya untuk masuk ke dalam sistem tanpa perlu pakai password ataupun PIN. Sistem pengenal wajah ini menggunakan kamera infra merah khusus yang dapat memindai wajah secara akurat. Pokoknya gak bisa deh tuh tipu tipu buat muka sendiri.


CORE I7!!!


APA ITU LAPTOP LOBET HAHAHAHA
ZenBook terbaikkkkk!

Photo: Batam Virtual
Gimana? Udah jatuh cinta banget sama gue eh laptopnya wkwk

Mengutip slogan Anjas sebagai konten kreator. ZenBook ini bisa dibilang laptop “NO NGELAG NGELAG CLUB”. Produktifitas maha sibuk kita bisa diatasi oleh si ZenBook. Emang bisa aja ni mitra marketing ASUS, Anjas Maradita wkwkw.


#SALAMSELFIE DARI KAMI :3

ASUS ZENBOOK X BLOGGER KEPRI GOES TO BARELANG

Setelah sesi sharing yang ditutup dengan foto bersama, gathering berlanjut dengan tur kota Batam yakni menuju ke Jembatan Barelang sebagai salah satu ikon kota Batam. Kami semua naik ke bus dan merasakan jadi turis di kota sendiri. Gue aja udah berapa lama yah ga ada ke Barelang, setahun mungkin ada. Tapi karena ASUS akhirnya anak Batam yang tidak pernah lagi ke Barelang bisa ke sini. TERIMAKASIH ASUS!

ASUS ZenBook x Katerina x Anjas Maradita x Blogger Kepri
Kami berfoto tepat dengan latar tulisan Barelang dan jembatannya. Model yang sebenarnya yakni ZenBook habis “digilir” Blogger Kepri demi kepentingan konten dan tentu saja lomba instagram yang berhadiah uang tunai. Tidak terasa keriaan di sini harus berakhir karena sudah mendekati waktu magrib dan kami harus bergegas pindah tempat ke Golden Fish Restaurant, yang menjadi tempat pemberhentian terakhir gathering ini.


Blogger Squad

ASUS ZENBOOK X BLOGGER KEPRI GOES TO GOLDEN FISH RESTAURANT

Golden Fish di sore hari benar-benar cantik. Hujan yang menyapu daerah Batam di pagi hari seakan dibayar dengan manis oleh senja cantik yang kami lihat di sini. Belum cukup disajikan dengan kuningnya matahari tenggelam, kami dapat bonus melihat pelangi di antara senja. Romantis abis.

Berswafoto di GOLDEN FISH
Makan malam yang disajikan di sini juga terbilang memuaskan perut ini. Ada Ikan Asam Manis, Rajungan Asam Manis, Ayam Goreng Bawang Putih, Tiepan Tofu Seafood, Kangkung Belacan, Nasi Putih. Semuanya enak dan bikin kenyang.

Setelah makan malam ada yang menarik. Gue sering ngeliat acara ASUS yang dihadiri blogger ditutup dengan joget-joget. Dan serunya Mbak Katerina ngajak kita yang lagi kekenyangan ini untuk joget seru-seruan juga. Udahlah kita semua joget ampe keringetan dan laper lagi.

BOLEH MINTA MAKAN LAGI GA YAH?

Acara berlanjut dengan pengumuman yang sangat dinantikan Blogger Kepri yaitu pemenang lomba instagram. Selama acara memang seluruh peserta gathering berapi-api memotret, membuat caption, dan mengupload foto. Antusias ikut serta dalam lomba ini membuat Mbak Katerina juga semangat saat memberikan pengumuman. Dan hasil akhirnya lahirnya 10 pemenang instagram (GUE SALAH SATUNYA LHO) dan 1 pemenang favorit yang fotonya emang ga masuk akal lagi bagus dan cerdas konsepnya.


Pemenang lomba instagram 
Pemenang favorit, KECE KAN?!
Gak hanya lomba IG, selama acara berlangsung juga ada kuis-kuis yang ditanyakan oleh Mbak Katerina dan Anjas. Pemenang-pemenang kuis ini juga mendapat hadiah uang tunai. Emang baik mereka, tau ajah mau malam mingguan huahahah J

Satu hari weekend di bulan Maret. Benar-benar hari yang menyenangkan. Pengalaman baru yang memiliki banyak pembelajaran. Mendengar motivasi dari Mbak Katerina, membuat gue yakin banyak member Blogger Kepri yang akhirnya kembali bersemangat mengejar sukses sebagai seorang blogger.

Mendengar Anjas kami juga belajar untuk menjadi lebih pintar melawak biar ga garing-garing amat wkwkw.
Ga deng.
Anjas itu keren banget, masih muda dan selalu penuh karya. Ngebakar lagi nih semangat para konten creator muda yang ada di Batam buat meniru jejak suksesnya dia.

Sepulangnya dari ASUS Gathering ini, gue kembali menambah daftar panjang cita dan mimpi gue. Sebenar-benarnya dari bermimpi adalah bangun dan mewujudkannya. Gue tidak mau menyesali apapun yang tidak gua lakukan di hari ini. Lebih baik mencoba dan gagal daripada sama sekali tidak mencoba dan bertanya-tanya bagaimana rasanya, itu pesan Mbak Katerina.

JADI YUK MULAI NABUNG BUAT MEMINANG ZENBOOK INI :3
Atau abang mau beliin adek aja?

Make the world smallest.
Make the world easiest.

-ASUS ZenBook-










Februari 15, 2019

Review Film "ANTOLOGI RASA"

by , in

"UNTUK YANG TELAH MENEMUKAN NAMUN TIDAK BISA MEMILIKI"



Sebaris kalimat di atas ialah yang menjadi tagline dari film Antologi Rasa yang tayang bertepatan di hari Kasih Sayang -14 Februari 2019- kemarin. Film ini adalah adaptasi novel best seller karya salah satu penulis favorit gue, Ika Natassa.

Antologi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti "kumpulan karya tulis pilihan dari seseorang atau beberapa pengarang. Berarti Antologi Rasa adalah kumpulan perasaan dari beberapa orang. Gue akan review film dari dua sudut pandang, sebagai pembaca (lama) dan penonton film, sebisa mungkin menghindari spoiler. Tapi kalau dikit-dikit gapapalah yeeee~

Sebagai seorang penonton,

Di awal film, kita akan diperkenalkan langsung dengan ke tiga tokoh utama yang menjadi poros cerita. Keara Tedjasukmana yang diperankan oleh Carissa Perusset, sungguhlah Keara banget. Cantik, semampai, memiliki mata indah, pekerjaan yang bagus, sempurna pokoknya. Harris Risjad yang diambil alih oleh Herjunot Ali, gue yakini, adalah kesayangan seluruh penonton. Tengil, kocak, playboy, jahil, raja dugem, tapi tunduk di hadapan perempuan yang bahkan tidak pernah melihatnya lebih dari seorang sahabat. Dan yang terakhir, Ruly Walantaga yang diperankan oleh Refal Hady. Seorang lelaki baik-baik, alim, dan juga mencintai seorang perempuan yang tidak mungkin dimilikinya. Cinta mereka rumit amat dah.

30 menit film berjalan gue merasa film ini masih seru. Namun di menit-menit setelahnya entah kenapa gue jadi sedikit bosan. Pemaparan plot yang tidak padat buat gue ngantuk dan gemes sendiri. Tapi itu juga ada di beberapa bagian kok. Alur ceritanya juga menurut gue agak "maksa". Kaya pengen cepet-cepet konfliknya selesai, padahal belum bener-bener klimaks. Akting Carissa juga buat gue sedikit kecewa. Ceritanyakan Keara ini tuh sakit banget cintanya bertepuk sebelah tangan mulu, tapi dia GABISA NAGIS yalordddd. Gue yang nonton aja mewek-mewek. Lah dia sesedih itu tapi air matanya gak keluar tapi sesenggukan haftt~

Yang menyelamatkan adalah tentu saja  the one and only Herjunot Ali. Karakternya sebagai Harris mampu membuat hati gue bergetar eeaaaa. Manis banget dan pengen bawa pulang ajah rasanya. Perasaannya yang teramat sangat dalam ke Keara sampai di hati gue. Cintanya yang dipendamnya dalam diam, cukup dengan membuat Keara bahagia, bener-bener terlihat dari matanya memandang Keara. Peran Dinda sebagai sahabat Keara juga di sini menurut gue tidak menunjukan arti yang signifikan. Kaya yahhhh cuma biar ada ajah gitu peran sahabat cewenya (mungkin buat yang gak baca bukunya akan kebingungan siapa cewek yang hanya terlihat di dua scene itu).

Sebagai seorang pembaca,

Gue kecewa-bahagia #LAH!
Maksudnya gimana yah. Bahagianya tentu karena seluruh pemeran disajikan dengan sempurna. Mereka adalah Harris, Keara, dan Ruly yang selama ini gue -dan mungkin pembaca lain- imajinasikan dalam kepala kami. Karena gue udah baca novelnya, gue udah tau dong yah alur ceritanya mau ke mana dan ngapain aja. Gue justru sangat menantikan adegan penting seperti saat Harris sedang galau-galaunya, Ruly juga terjebak dalam kehaluannya mencintai orang yang tidak mencintainya, juga Keara yang kebingungan sebenarnya hatinya mau apa. Disitulah kecewa gue sebagai pembaca mulai muncul. Seluruh plot yang ditampilkan di film berjalan "patah-patah". Tiba-tiba begini. Tiba-tiba begitu. Lalu tanpa angin dan hujan mereka ciuman. 
PENGEN AJA GITU CIUM CIUM huff~ *kan pengen juga gitu wkwk
Gue tidak merasakan cinta yang sebenar-benarnya dari tiap-tiap tokoh. Syukurlah beberapa dialog sama persis dengan yang ada di novel. Manis-manisnya kebawa ampe di film.
Namun ada satu karakter lagi yang membuat Keara tahu hatinya menuju ke mana, tapi tidak ditampilkan di film. Siapa dia? Kalian baca ae novelnya wk. Yah gue tau sih jawabannya pasti seperti jawaban film adaptasi lainnya "tidak semua yang ada di novel bisa dituangkan ke dalam layar lebar dan memiliki banyak pertimbangan". Begitulahhhhhhhh.

But over all,
Pesan cinta yang disampaikan dalam Antologi Rasa benar-benar membuat hati gue hangat. Walau kekurangan sedikit di sana sini, Antologi Rasa mengemas film adaptasi novel yang harus diapresiasi. Film ini layak ditonton untuk kalian yang sedang tidak tahu ke mana hati kalian menuju. Atau kalian yang sedang lelah berjuang namun tidak mengerti bagaimana berkata "cukup" kepada diri sendiri. Antologi Rasa adalah perasaan tiga orang yang akhirnya, masing-masing menemukan muaranya. Dan soundtrack film ini JUARA sih. Geisha dan D'masiv sukses buat lirik yang baperrrrrr parah :3

Rating: 7.5/10



Pesan seorang Harris Risjad:
"Kalau dia buat lo ketawa, itu artinya lo suka sama dia. Tapi kalau dia buat lo nangis, itu artinya lo cinta sama dia"



Januari 22, 2019

Adeline dan Sutra Daun Singkong yang Mendunia

by , in
Adeline Natasha Kusumawardani
Tanggal 5 Oktober 2018 silam, seorang sahabat yang selama ini kami hanya bercengkrama lewat grup absurd (dipertemukan karena konser Coldplay di 2017) yang akrab gue panggil Mba Aline mengirim pesan singkat lewat whatsapp

Chat di Oktober 2018
Begitulah kira-kira pesan itu bermula tanpa muara. Kala itu Mba Aline sudah mengirim bahan untuk gue kupas tuntas setajam silet namun karena kesibukan yang tiada arah, tulisan tentang Mba Aline pun tenggelam, tidak terlupakan, karena gue menunggu momen yang tepat untuk memperkenalkan siapa wanita yang bernama lengkap Adeline Natasha Kusumawardani.

Adeline, atau yang selama cerita ini akan gue panggil Aline, seorang wanita berdarah Solo, lahir 39 Juni 1982, menghabiskan masa kecil hingga saat ini di kota yang selalu buat gue rindu untuk balik ke sana, Jogjakarta. Seperti kebanyakan anak perempuan pada umumnya, Aline hidup bahagia dan tumbuh dengan penuh cinta. Namun siapa sangka hidup memporakporandakan seluruh yang dia kenal dengan bahagia. Satu per satu orang tuanya dipanggil menghadap ke Sang Pencipta. Aline jatuh dalam kesedihan dan harus bertahan, sendirian.

Pada tahun 2014, Mba Aline mulai merintis usaha di bidang fashion. Baju-baju yang diambilnya biasanya dari Tanah Abang atau Bangkok. Seluruh baju  dipadu-padankan lalu di foto dan diunggah ke sosial media. Tak cukup berpuas hati dengan hanya menjual baju yang diambil dari supplier, Mba Aline pun mulai merambah dunia desain (pada saat ini Mba Aline sama sekali belum belajar/ sekolah desain, semua yang dilakukannya murni berdasarkan insting dan kecintaannya atas fashion). Begitulah Mba Aline bertahan hidup selepas kepergian kedua orang tuanya.

Kadang kesedihan membawa kita pada makanan. 
Gue juga gini kok, kalau stres makan. Lagi sedih makan. Lagi seneng makan. Lagi galau makan. YAH ITU SIH EMANG GUENYA AJA YANG HOBI MAKAN huahahah :))

Akhirnya terjadi beberapa perubahan fisik pada Aline yang abai disadarinya sejak awal. Suatu hari sebuah kejadian membuat Mba Aline kembali jatuh dalam keputusasaan. Dirinya mengalami yang biasa kita kenal dengan cyber bullying. Yap! Indonesia khas sekali kan dengan hal itu? Hal yang menjatuhkan orang lain lewat fisik semata. Dan ini juga dialami oleh Mba Aline bahkan dari seorang teman yang cukup dekat dengan dirinya. Tahukah kalian luka dari penghinaan yang dilakukan jempol kalian? Seorang anak perempuan, yatim-piatu, mengurung dan menyesali diri atas fisiknya selama tiga minggu.

Namun itulah yang menjadi titik balik seorang Adeline Natasha Kusumawardani. Atas semua hinaan-hinaan itu, Mba Aline bangkit dan mengubah seluruh yang ada dihidupnya. Mulai dari pola makan, pola olahraga, hingga meyakinkan dirinya sendiri bahwa dirinya berharga dan bisa melakukan apapun yang disukainya. Atas seluruh usahanya Mba Aline mengalami penurunan berat badan hingga 10 kg. Dan di sinilah cerita dimulai.

Karena berat badan yang mulai turun, banyak baju yang tidak lagi bisa digunakan. Mba Aline pun mulai mendesain baju-baju untuk dirinya. Ternyata karyanya banyak disukai oleh teman-teman dan pembeli bajunya. Dari sini pun Mba Aline menyadari bahwa ternyata tidak banyak baju untuk ukuran "big size" yang tersedia di pasaran. Dirinya mengambil keputusan besar untuk mengangkat ciri khas dagangannya yakni desain baju dengan ukuran "big size", ukuran paling kecil yang tersedia di toko bajunya adalah dengan ukuran lingkar dada 110.

Tidak ada yang sia-sia dalam sebuah usaha juga kerja keras. Setelah jatuh bangunnya Mba Aline, tepat hari Sabtu tanggal 19 Januari 2019 kemarin, seorang Adeline Natasha Kusumawardani berhasil melaksanakan fashion show tunggal yang memamerkan hasil karyanya di kafe Tirana Art House & Kitchen di Jalan Suryodiningratan, Jogjakarta. Mba Aline yang sebelumnya ada di bawah naungan brand Minami, terlihat sangat bangga melihat pagelaran busananya berjalan apik.


Uniknya model yang menggunakan busana karyanya bukanlah model profesional namun wanita-wanita hebat dengan berbagai latar belakang profesi. Dalam pertunjukan karyanya ini ada dua yang sangat mencuri perhatian karena keduanya dibuat dari sutra daun singkong. Kalian tau gak? Ih gatau? Serius? Noraqqqqq kalo ampe gatau. 




 Sutra daun singkong berasal dari kepompong ulat yang memakan daun singkong. Mba Aline memilih bahan ini sebagai dasar pakaian karena sutra singkong bersifat lentur terhadap cuaca. Jadi kalau cuaca panas, ya adem. Kalo lagi dingin, jadi hangat. 

Apakah si dia harus kubalut dalam sutra daun singkong juga ya hmmmmmmmm

Dalam pagelaran busana ini, Mba Aline tentu aja gak sendirian. Dia juga turut memboyong lima murid asuhannya untuk turut memamerkan karya. Jadi gak cuma bisa desain, Mba Aline juga merupakan seorang mentor. WAGELASEHHHHH KEREN!
Ada yang lebih keren kok. Salah satu murid Mba Aline ada yang paling muda yakni seorang gadis cilik berusia enam tahun bernama Rania. Calon bibit unggul fashion design Indonesia nih :3

Pagelaran busana dengan tema "Let's Talk About Our Body" ini adalah sebuah pencapaian yang luar biasa menurut gue. Siapa sangka desainer yang tersenyum cantik memegang bunga itu adalah orang yang sama dengan yang dulu mengunci diri di kamar kosan sambil meratapi diri betapa dirinya tidak berharga karena alasan fisik semata. Siapa sangka yang dianggap "malu-maluin diajak berfoto" ini adalah yang karyanya sudah menembus pasar internasional mulai dari Hongkong, Taiwan, Singapura, bahkan Australia. Mba Aline adalah sebuah pejuang yang berhasil membuktikan bahwa dirinya layak untuk disandingkan dengan prestasi bukan dengan fisik semata. Lewat pagelaran busana ini Mba Aline mengingatkan kembali kepada seluruh wanita di manapun berada. Kalian cantik lewat hati bukan hanya fisik semata. Kalian bisa melakukan apapun dalam hidup asal kalian mau berjuang dan bekerja keras untuk itu.



Gue inget banget tahun 2018, saat dirinya bercerita kala itu. Setiap ada yang bertanya,
"mana sih yang namanya Adeline?"
Orang akan menjawab "YANG GENDUT ITU LOH". 

Dirinya terluka dan heran. Mengapa semua hal harus diimplementasikan dengan bentuk tubuh? Apakah tidak bisa untuk memanggil atau menyebut seseorang dengan panggilan yang baik, seperti yang dipesankan oleh Rasulullah SAW? Pertanyaan demi pertanyaan menggelayut di hati perempuan ini.

Sekarang gue yakin Mba, kalau ada yang nanya,
"yang mana Adeline itu?"
Gue dan orang lain akan menjawab dengan lantang, 

"YANG FASHION DESIGNER ITU LOH! Kamvungan kalau kalian ampe gak kenal karya anak bangsa!"

Setuju yah?
Ku bangga sekali mengenalmu Mba, salam sayang dari Amelia :3

***

Berita lainnya tentang Adeline dapat dilihat:

Januari 21, 2019

Ingin Oleh-oleh Batam, Ingetnya Zapin!

by , in
Hola gaisss!
Gimana libur tahun barunya?
Asik?
Seru?
Udah ketemu sama masa lalu? *eh

Gak terasa yah udah masuk pertengahan bulan aja di Januari, bulan pertama yang mengawali tahun di 2019 ini. Pasti kalian udah kangen liburan (lagi) kan? Ini sih yang nulis kayanya yang kangen huahaha :))

Anyway,
Liburan itu selalu identik dengan oleh-oleh.
Pasti ada aja nih titipan "JANGAN LUPA OLEH-OLEHNYA YAH" dari keluarga atau teman-teman di kota yang akan kita datangin. Membawa oleh-oleh ini diyakini sudah menjadi sebuah tradisi yang membuat semakin banyak jenis dan pilihan oleh-oleh dari setiap kota yang tersebar di seluruh Indonesia.

Batam sendiri merupakan salah satu wilayah yang digadang sebagai "pintu masuk" wisatawan baik asing maupun lokal. Letak geografis Batam yang strategis karena berseberangan langsung dengan negara tetangga, Singapura dan Malaysia, membuat Batam selalu dijadikan kota pilihan untuk diserbu para wisatawan. Gak cuma jadi "pintu" dong, Batam sendiri juga memiliki banyak sekali tempat wisata. Mulai dari pantai, tempat perbelanjaan, pasar digital yang ada di bawah naungan Kementerian Pariwisata, ressort dengan laut yang aduhai, dan masih banyak lagi. Gimana coba sih cara menahan diri untuk gak menyambangi kota industri ini.

Nah di Batam tempat gue tinggal sejak puluhan sekian tahun yang lalu *maaf umur harus dirahasiakan hahaa* juga gak kalah nih ama kota lain. Banyak banget oleh-oleh kuliner yang lahir dan berkembang di Batam yang bisa dijadikan oleh-oleh saat berpergian ke luar kota. Gue mau kenalian ke kalian nih salah satu oleh-oleh Batam, yakni Zapin Batam.


Zapin Batam adalah brand cake oleh-oleh yang digagas oleh Andhika Pratama pertama kali pada bulan September tahun 2017. Kehadiran Zapin Batam seketika jadi pilihan buat wisatawan yang datang ke Batam. 

Zapin Batam memiliki enam varian rasa yang memikat lidah kita semua. Ada apa aja sih kak?
1. Cheese Me Up
2. Heaven Caramel
3. Blueberry More
4. Copa Banana
5. Chocopucinno
6. Crunhcy Miss U

Terus apa sih kelebihan cake yang langsung viral di hati masyarakat Batam (termasuk gue yang emang doyan beli buat dimakan sendirian) ini? Jadi gaissss, cake ini punya toping yang berlimpah-ruah plus cakenya tebel dan lembut banget. Buat pengejar promo kaya gue nih, Zapin Batam juga patut dipantau nih social medianya. Karena Zapin Batam sering banget ngadain promo. Asik kan?

Zapin Batam gak cuma bisa untuk oleh-oleh kok. Untuk yang punya acara syukuran, perayaan ulang tahun, atau temen ngemil sore-sore dipaduin sama teh melati, Zapin Batam adalah pilihan yang tepat. Gue pribadi paling suka dengan rasa Blueberry More. Rasanya itu enak banget. Selain itu juga varian Cheese Me Up juga juaranya. Keju yang awur-awuran bertabur di atas cakenya. Digigitan pertama kalian akan jatuh cinta banget sama semua rasa yang dikombinasikan dalam satu cake tersebut. Kalian mesti kudu harus cobain dan dijamin ketagihan kaya gue :))


Penasaran dengan varian rasa yang lain? Langsung aja gais datang ke outlet-outlet Zapin Batam yang tersebar di tiga tempat di Batam. Jadi sekarang kalau misalnya ada yang minta oleh-oleh dari Batam, gak galau lagi dong mesti bawa apa. Jadikan Zapin Batam sebagai pilihan buah tangan untuk perjalanan kalian ke seluruh Indonesia. Biar yang tau enaknya cake ini gak cuma orang Batam yahhh.



Outlet Zapin Batam:

- Ruko Nagoya Hill Blok D No. 4-5
- Ruko Lumbung Rejeki Blok C No. 2
- Bandara Hang Nadim Batam Gate A9 Keberangkatan
Januari 19, 2019

Re-round to 2018

by , in

IS IT TO LATE TO SAID HAPPY NEW YEAR VELAS!

Telat kak!
Telat banget.
Cukup telat.
Sangat telat.
TELAT KALI!!!

Huahahhahah :))


Ijinkan hamba tertawa-tawa penuh dosa dan gak tau malu gitu karena sudah terakhir kali menulis itu long-long-long-long time ago~
Gitu deh kalau hati lagi meliar ke mana-mana, jari ini pun tak mampu mengukir tulisan seperti biasa. *nyari alesan mbanyaaaa

ANYWAY, 
Intinya adalah: WELCOME 2019!
Tapi seperti halnya sebelum melangkah menuju sesuatu yang baru, mari sedikit melihat ke belakang dan menelusuri semua yang terjadi satu tahun belakangan di 2018. Inget gaisssss, tujuan melihat masa lalu itu adalah sebagai proses pembelajaran, bukan untuk mengingat kenangan sama mantan.

Here. We. Go.

My best moment in 2018

Buat gue, pertemanan yang sehat akan membuat kita mempunyai keluarga baru. Dan di awal tahun ini, gue membuka Januari dengan mereka yang disebut "Bandit Gunung". Sungguh namanya aja yang Bandit, tapi ngebobol ATM aja hanya sekedar wacana wkwkwk. Cerita gimana serunya camping ceria kami bisa dibaca di sini gaiss.

Foto bersama Bandit Gunung

Hello JOGJAKARTA!
Gue pernah berikrar *tsahhhhh~ bahwa tidak akan pernah mengganti header facebook sampai gue kembali menginjakkan kaki di Jogjakarta. Waktu itu foto yang gue pasang adalah pertama kalinya gue bisa menginjakkan kaki di Candi Borobudur. Dan terimakasih semesta yang baik hati, tahun ini di bulan Februari gue kembali ada di kota dengan cerita sejuta rindu ini.



Berawal dari cerita bercanda yang kemudian jadi serius. Gue dan dua sahabat yang saking lamanya temenan ampe gatau kita itu temenannya kapan dan kenapa bisa temenan memutuskan melakukan gebrakan dalam hidup. Karena belum bisa naik puncak pelaminan, yaudahhhhlah naik gunung barengan dulu aja. Sepakat ya! Dan di sinilah kami, di salah satu puncak gunung di Sumatera Barat, di ketinggian 2891 mdpl tepat di bulan Maret.


Belum puas bersenda gurau dengan alam, gue dan satu orang sahabat disertai dengan anggota Bandit gunung memutuskan mengikuti perlombaan tracking di Bintan. Dan itu cukup membuat kita semua hampir pingsan karena kepanasan huahahaha. Tapi itulah serunya. Petualangan baru. Teman-teman baru. Di bulan ini juga gue bisa bertemu sama banyak orang hebat berkat keputusan yang tepat menjadi member Blogger Kepri. Gue bisa ketemu sama penulis skenario favorit gue, Swastika Nohara dan traveller kece.





Mei. Hari-hari yang penuh cinta.


JUNI!
Adalah juaranya di tahun ini. WHY? MENGAPA? NAPA SEH? NAPA TUH?
Sungguh karenaaaaaaaa *sebentar gue terharu duluuuuu
Siap gais??
Baik.
Pada bulan yang baik ini. Gue (berkat pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa dan baiknya semesta) bisa menjejakkan kaki di ATAP SUMATERA, Puncak Kerinci, 3.805 mdpl. Momen ini adalah yang tidak akan pernah gue lupakan seumur hidup gue.
*kemudian nangis lagi*



Ada yang bilang "sehat itu mahal". Benar adanya. Sekian tahun absen dari rumah sakit, infus, dan teman-temannya. Gue akhirnya, tepat bulan Juli, jatuh di penyakit yang sama (lagi). Sampai rawat inap dan berhari-hari gak bisa produktif. Sungguhlah menyiksaaaa :(



AGUSTUS GONNA BE MY BEST MOMENT TOO :3
Gak kalah dari cerita di Puncak Kerinci kemarin, bulan ini juga akan menjadi bulan yang tidak akan pernah pernah gue lupain seumur hidup gue. Yah kalaupun gue lupa, gue bisa mengingatnya kembali lewat tulisan-tulisan yang banyakan curhatnya di blog ini. Gue, seorang perempuan yang usianya sudah menyentuh seperempat abad dan akan berulang tahun di September nanti, mendapatkan kado paling menyenangkan. Gue menjadi saksi sejarah untuk Indonesia yang menjadi tuan rumah Asian Games 2018. Gue bisa melihat pembukaan fantastis momen paling penting di mata internasional tersebut.



26th - SEPTEMBER 2018 "Welcome to the NEW AGE, please be SAVAGE" *anaknya mobelejen bgtzzz :))





Oktober was awesome. Hidup gue berjalan dengan banyak cinta dan cita.



November dan satu lagi semesta berbaik hati kepada anak perempuan ini. Berkat mengikuti salah satu give away dari akun populer di Batam. Gue bisa nonton konser Tulus, yesssss! Tulus yang menggoncangkan dunia musik tanah air lewat lagu-lagu fantastisnya, di depan mata, nyata, dan ada. BAHAGIA BANGET AKUTU!!!


Dan tibalah di penghujung tahun. Desember tahun ini, well, gak bisa dibilang bahagia-bahagia banget juga, tapi gak bisa dibilang sedih juga. Intinya adalah gue selalu bersyukur untuk semua orang yang datang dan pergi di hidup gue. Semua yang meninggalkan dan menggoreskan cerita dalam setiap lelah. Doa gue cuma satu: dekatkanlah yang baik, yang akan membuat gue juga semakin baik.


Amin.


So, 2019.
Rock me.


Ameliasepta