My Head Full of Dream

Juni 10, 2019

Masjid Cheng Ho Batam - Warisan Laksamana Muhammad Cheng Ho

by , in


Sore itu suara azan menggema dari dalam sebuah bangunan berwarna merah cerah. Seorang bapak paruh baya dengan khusyuk menggaungkan panggilan kepada seluruh umat Islam bahwa telah tiba saatnya untuk bertemu dengan Pencipta. Banyak orang yang turut berlarian menyeberangi halaman yang cukup luas untuk menuju bangunan berwarna merah yang memiliki desain bangunan tidak biasa.

Langit biru yang sedang cantik-cantiknya di atas sana semakin apik bersanding dengan tulisan lafaz اَللهُ di atas bangunan itu. Ornamen huruf arab berwarna keemasan menghiasi dinding berpadu indah dengan gaya bangunan berarsitektur Cina. Inilah dia warisan peninggalan Muhammad Cheng Ho yang ada di Batam. Masjid yang dikenal dengan sebutan Masjid Cheng Ho Batam.




Lalu siapa itu Muhammad Cheng Ho?

Patung Muhammad Cheng Ho
Beliau merupakah salah satu tokoh penting dalam proses hadirnya agama Islam di Indonesia. Terlahir dalam keluarga Tionghoa beragama muslim tulen, Cheng Ho berniat untuk menyebarkan kebaikan Islam ke seluruh penjuru dunia. Cheng Ho akhirnya diberi gelar Laksamana karena dipercaya memimpin ekspedisi pelayaran dengan membawa anggota kurang lebih 27.000 orang. Selama rentang waktu 1405-1433, Cheng Ho dicatat telah melakukan lebih dari 7 kali ekspedisi ke seluruh dunia. Dari keseluruhan perjalannya itulah Cheng Ho menghampiri Indonesia dan singgah di beberapa daerah. Daerah yang dihampiri oleh Cheng Ho ini kemudian dikenal dengan istilah 9 Titik Jalur Samudera.

Sebagai seorang Muslim berdarah Tionghoa, Cheng Ho memiliki pendekatan yang berbeda dengan pendatang lainnya yang juga datang ke Indonesia. Cheng Ho melakukan pendekatan dengan cara yang halus seperti diplomasi dan berdagang. Dan dengan cara itu, dirinya bukan hanya berhasil menyebarkan agama Islam namun juga turut mengajarkan kebudaan Cina di Indonesia. Cara yang dilakukan Cheng Ho ini berhasil mengambil hati rakyat Indonesia.

Beberapa daerah di Indonesia yang pernah disinggahi Cheng Ho diantaranya Aceh, Palembang, Belitung, Jakarta, Surabaya, Semarang, Cirebon, Denpasar, dan yang terakhir Batam. Dan dibeberapa kota ini berdirilah Masjid Cheng Ho yang dibangun untuk mengenang dan saksi sejarah seorang Laksamana Tiongkok datang ke Indonesia menyebarkan agama Islam.

Menyusul kota lainnya yang disinggahi Muhammad Cheng Ho, Masjid Cheng Ho Batam berdiri sejak 22 Februari 2015 silam dengan diprakarsai oleh seorang pengusaha di Batam. Sejak diresmikan oleh Menteri Pariwisata (Bapak Arif Yahya) dan Menteri Kemaritiman (Bapak Dwisuryo Indroyono Soesilo) masjid ini bukan hanya menjadi tempat ibadah namun sekaligus menjadi ikon wisata menarik di kota Batam.

Jika dilihat dari jauh, kalian akan salah kaprah mengira bangunan ini adalah Klenteng. Namun perkiraan itu akan sirna ketika di ujung bangunan -yang biasanya berbentuk kubah- namun berbentuk seperti pagoda terpasang lafaz اَللهُ. Sungguh sebuah jalinan kebudaan yang indah.

Sekilas kaya Klenteng kan?
Masjid ini sendiri dibangun di atas tanah dengan ukuran 80 x 80 meter. Namun ukuran bangunan masjidnya hanya 20 x 30 meter yang dapat menampung kurang lebih 200 orang saja. Namun kehadiran masjid ini mampu melengkapi hati orang-orang yang mencari kedamaian-Nya seberapapun luasnya.



Melihat kontur bangunan Masjid Cheng Ho Batam, buat yang sudah pernah singgah di Masjid Cheng Ho Surabaya pasti melihat banyak kemiripan. Dan ya, Masjid Cheng Ho di Batam ini seperti replika Masjid Cheng Ho yang ada di Surabaya dengan ukuran yang lebih kecil.

Langit-langit di dalam masjid

Salat sedang dilaksanakan
Kembali di sore yang teduh saat ini, salat berjamaah telah selesai dilaksanakan. Satu per satu para jemaah mulai berhamburan keluar. Gue yang sedang ada di bawah pohon seketika tersenyum. Setelah bertemu dengan Pencipta, terlihat raut bahagia dan lega di wajah mereka. Karena sesungguhnya manusia memang butuh itu semua. Kedekatan dengan Pencipta lewat doa.

Salah satu jemaah yang telah selesai beribadah di Masjid Cheng Ho
Jejak perjalanan Laksamana Muhammad Cheng Ho tidak hanya diabadikan dengan berdirinya Masjid Cheng Ho Batam. Tidak jauh dari Masjid Cheng Ho, terdapat miniatur kapal Laksamana Cheng Ho. Berdiri gagah di pelataran pinggiran pantai Golden City. Kapal yang identik dengan budaya Cina, berwarna merah keemasan dan memiliki patung naga. Kapal ini dinamakan “Golden Cheng Ho”. Untuk dapat masuk dan berfoto di atas kapal ini hanya perlu membayar Rp 10.000 dan akan mendapat bonus minuman dingin.



Golden Cheng Ho
(Replika Kapal Laksamana Cheng Ho)

Selfie di atas kapal, ya map blurrr :))

Nah buat umat Islam yang ada di Batam khusususnya nih, yuk dateng ke sini. Kapan lagi mengenang perjalanan dan sejarah dari salah satu tokoh yang membawa agama Islam ke tanah kita. Jadi bisa ibadah sekaligus wisata Islami. Masjid dan kapal ini ada di daerah Golden City, Bengkong Laut.

Laksamana Muhammad Cheng Ho memang sudah lama meninggalkan dunia. Namun ibaratnya seperti pepatah, “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama” begitulah seorang laksamana berdarah Tionghoa dikenang lewat perjalanan dan ajarannya. Kebaikan Islam yang dibawanya jauh dari negeri seberang akan terus hidup dan dikenang di hati setiap orang.

Waktu lagi di atas kapal, hujan turun padahal cuacanya lagi panas.
Terus pelangi ini muncul, cantik banget :3



Lokasi Masjid Cheng Ho Batam:
Golden City Tj. Buntung
Bengkong - Kota Batam
Kepulauan Riau


Bonus pict:


Masjid Cheng Ho di tengah langit biru



April 28, 2019

Memanjakan Diri di Spa Central Nagoya

by , in



Hari Minggu kemarin PFF PAINT, kantor gue, mengadakan acara PFF STRONG MAN. Acara ini digadang-gadang akan mengumpulkan “orang-orang terkuat” untuk mengangkat dua kaleng cat di kedua tangannya. Sebagai karyawan yang baik hati dan tidak sombong, gue didaulat sebagai salah satu panitianya. Serangkaian persiapan dilakukan dan hari yang dinanti-nanti pun tiba. Acara dilaksanakan di alun-alun Kota Batam. Sejak subuh gue dan panitia lainnya udah sibuk hilir mudik mempersiapkan kelancaran acara hari ini.

Tim PFF PAINT :3
Acara PFF Paint
Serangkaian acara pun dilaksanakan. Matahari semakin tinggi di atas kepala dan gue mulai bermandikan keringat. Entah kenapa matahari di hari Minggu ini terik banget membakar kulit kepala. Akhirnya acara berakhir tepat di pukul setengah 1 siang. Bentuk gue udah ga karuan lagi.

Rambut lepek. Kulit gosong. Lelaahhhhhh.

Setelah mandi dan leyeh-leyeh sebentar, gue gakmau hari Minggu yang cerah banget ini berakhir begitu saja. Gue memutuskan untuk memanjakan diri setelah kepenatan event seharian ini. Searching-searching tempat dan gue memutuskan melangkahkan kaki ini menuju Spa Central.

Spa Central Nagoya
Spa Cental sudah sudah berdiri sejak tahun 2009 dan menjadi spa butik pertama di Batam. Dengan mengusung tema dan pelayanan yang membuat pelanggan akan merasa seperti rumah sendiri, Spa Central sudah mendapatkan tempat di hati setiap pelanggannya. Saat ini Spa Central memiliki dua cabang, di Sukajadi dan di Nagoya.

Gue memilih Spa Central Nagoya karena kebetulan dekat dengan tempat tinggal gue. Sesampainya di sini, gue disambut hangat dengan karyawan yang ada di resepsionis. Kalau kalian baru pertama banget nih pengen perawatan, gak perlu khawatir, kakak-kakak cantik yang ada di sini akan dengan senang hati menjelaskan serangkaian perawatan yang kita butuhkan. Gue memutuskan untuk melakukan 3 perawatan. Hair Spa, Princess Manicure, dan Princess Pedicure. Sembari menunggu, disediakan juga welcome drink yang bisa membuat melepas dahaga setelah panas-panasan dari luar.

Disambut ramah mba cantik ini
Ruang tunggu Spa Central yang nyaman
Tidak menunggu lama, gue diperkenalkan dengan seorang terapis bernama Ibu Diana. Ibu Diana ini ramah dan murah senyum banget. Sejak awal kita gak berhenti ngobrol kaya temen yang udah lama gak jumpa. Karena treatment pertama yang akan gue lakukan adalah Hair Spa, maka gue diharuskan untuk mencuci rambut terlebih dahulu.

Proses cuci rambut
Bicara soal pengalaman, gue adalah salah satu perempuan yang cukup jarang menyambangi tempat perawatan. Namun sejak pertama kali sampai di Spa Central ini, yang gue rasakan adalah: nyaman. Benar-benar terasa seperti di rumah. Bau bahan-bahan alami yang khas tercium semerbak, tempat yang di set dengan bebatuan, air mengalir, membuat kita merasa seperti dekat dengan alam. Ngantuk deh acuuu wkwk.


Salon Spa Central
Setelah proses pencucian rambut selesai, Bu Diana mulai mengoleskan masker ke rambut disertai dengan pijitan di seluruh kepala. Karena mengutamakan kenyamanan, beberapa kali Bu Diana bertanya ke gue apakah pijatannya terlalu kencang. Menyesuaikan dengan keinginan pelanggan. Gue hampir ketiduran karena keenakan dipijit huahahaha. Ah iya sambil kepala dipijet-pijet, gue juga disuguhi minuman jahe dengan cinnamon stick yang menghangatkan badan.

Minuman jahe with cinnamon stick
Setelah masker rambut dioleskan secara merata, kepala gue dibungkus dengan handuk hangat dan proses hair spa dimulai. Hal ini bertujuan untuk menguatkan akar rambut, melembutkan rambut, dan juga membuat rambut menjadi lebih sehat. Saat kepala dipenuhi uap, Bu Diana kembali melanjutkan dengan memijat kedua tangan gue. Proses spa rambut ini berlangsung sekitar 15-20 menit. Dan agar masker rambut semakin meresap ke rambut dan kulit kepala, maka dibiarkan sesaat sambil gue melanjutkan perawatan ke tahap selanjutnya.

Lagi di spa rambutnya
Princess Manicure
Jujur aja sebenernya perawatan kuku yang sering gue lakuin cuma potong kuku doang. Tapi karena penasaran dengan perawatan ini makanya gue pilih. Ternyata proses perawatan ini memiliki beberapa tahapan agar hasil yang didapat maksimal. Berikut beberapa proses yang dilakukan:

1.       Nah proses perawatan akan dimulai dengan potong kuku. Gue sendiri gak terlalu suka punya kuku panjang. Dan Bu Diana mengerti betul kemauan gue dengan memotong kuku menjadi super pendek.
2.       Setelah proses pemotongan kuku selesai, kuku tersebut juga harus dirapikan kembali, agar bentuk yang dihasilkan bagus.
3.       Kuku yang telah rapi tersebut akan disemprotkan air, gunanya untuk memudahkan mengangkat kulit mati/ kutikel yang ada disekitar kuku.
4.       Kulit mati tersebut diangkat dengan menggunakan alat khusus.
5.       Kuku kemudian akan digosok atau dikenal dengan istilah ampelas untuk membuat permukaan kuku menjadi halus.
6.       Kuku yang sudah halus tersebut juga harus disrub untuk memaksimalkan hasil manicure.
7.       Tidak lupa seluruh tangan dan jari akan di massage oleh terapis.
8.       Selanjutnya keseluruhan jari dicuci menggunakan air hangat dan dibasuh per kuku menggunakan alcohol.
9.       Dan akhirnya proses terakhir yakni coloring atau pewarnaan, yeeey!

Banyak banget nih pilihan warnanya
Nungguin kukunya kering
Gue sendiri memilih warna coklat bata yang cocok dengan kulit sawo matang kepunyaan gue ini. Sambil menunggu proses pewarnaan kering dibantu dengan menggunakan alat, proses perawatan berlanjut ke Princess Pedicure.

Princess Pedicure
Sebenarnya proses perawatan kuku kaki ini tidak berbeda jauh dengan kuku tangan. Namun ada penambahan satu proses yang dilakukan yakni: Kalus Removal. Proses ini dilakukan tepat setelah kuku kaki digosok/diampelas. Prosesnya cukup unik dan menggelikan (makna sebenarnya). Jadi seluruh permukaan telapak kaki akan digosok menggunakan alat khusus. Tujuannya adalah untuk mengangkat kulit mati yang biasanya muncul di tumit/ permukaan kaki lainnya. Jika ingin mempunya kaki yang benar-benar lembut, perawatan ini disarankan tidak dilakukan sesekali namun harus rutin. Untuk kuku kaki, gue juga memilih warna yang sama dengan kuku tangan.

Pedicure
Kuku tangan dan kaki udah cantik, Bu Diana mengarahkan gue untuk kembali mencuci rambut yang masih menggunakan masker tadi. Setelah rambut dicuci dilanjutkan dengan proses pengeringan. Wangi yang keluar dari rambut gue benar-benar enak dihirup. Wangi alami. Rambut gue juga lembuuut banget dan “jatuh”. Benar-benar memuaskan.

Rangkaian perawatan yang gue lakukan ini berlangsung kurang lebih selama tiga jam. Namun hasil yang didapat selama 3 jam ini benar-benar memuaskan. Tangan dan kaki terasa sangat lembut. Rambut gue? Gausah ditanya gimana semerbaknya wanginya.
Beneran ngerasa jadi princess dong gue setelah selesai perawatan di Spa Central Nagoya Batam.

Untuk ketiga perawatan yang gue lakukan kemarin harganya cukup terjangkau, yakni dengan perincian:
-          Hair Spa                      Rp 220.000
-          Princess Manicure Rp 180.000
-          Princess Pedicure Rp 300.000

Setelah beraktifitas di luar ruangan seharian emang keputusan yang paling tepat untuk gue memanjakan diri di Spa Central. Sesekali merawat hal-hal kecil yang ada di badan kan perlu juga sebagai seorang perempuan. Itung-itung latian sih manatau ntar lagi mau jadi pengantin *eh

Nah buat kalian yang ke Spa Central gak usah khawatir, cewek cowok keluarga handai taulan semuanya bisa banget ke sini. Bahkan Spa Central juga menawakan perawatan untuk ibu hamil loh. Yang mau membawa anak-anak ke sini juga, Spa Central Nagoya menyediakan tempat permainan anak-anak di lantai 3 yang memiliki banyak permainan seru, sayang aja nih gue ga sempet lihat.

Manatau buat kalian pengen perawatan yang lain, nih info lengkapnya:

MASSAGE
Relaxing 60 Menit Rp.200.000
               90 Menit Rp.270.000
             120 Menit Rp.335.000 

Aromatherapy 60 Menit Rp.240.000
                        90 Menit Rp.320.000
                      120 Menit Rp.390.000 

Sport / Swedish 90 Menit Rp.320.000
                        120 Menit Rp.400.000 

Herbal / Hotstone 90 Menit Rp.370.000
                           120 Menit Rp.450.000 

Foot Reflexology 60 Menit Rp.200.000
                             90 Menit Rp.270.000 

Foot Reflexology 90 Menit Rp.290.000
+ Massage 

Back & Head 90 Menit Rp.150.000 

Pregnancy Massage 90 Menit Rp.370.000
                               120 Menit RP.450.000 


BODY CARE 
Ratus V                 20 Menit Rp.150.000
Ear Candle            30 Menit Rp.150.000
Orange Milk Bath 30 Menit Rp.240.000
Body Scrub           30 Menit Rp.220.000 

FACIAL 

Central Signature 60 Menit Rp.420.000
                             90 Menit Rp.500.000 
Central All Natural 60 Menit Rp.380.000 
Collagen Eye Treatment 30 Menit Rp.150.000 
Face 3 in 1 60 Menit Rp.270.000 
Face Massage 30 Menit Rp.150.000 

Oh iya harga di atas belum termasuk pajak 15% ya gaissss!


Gimana? Gimana? Kalau langsung pengen dipijet-pijet sampe ngantuk terus punya rambut wangi plus kuku yang indah merona, langsung aja yuk dateng ke Spa Central Nagoya.




Ameliasepta




SPA CENTRAL BATAM 

NAGOYA BRANCH
PHONE/WHATSAPP:
EMAIL:
WeBsite: 
ADDRESS:
Ruko Nagoya Hill
Blok R4 No. D6-7
Kepulauan Riau 29444
Batam Indonesia





April 05, 2019

BLOGGER KEPRI & ASUS ZENBOOK BLOGGER GATHERING ROADSHOW

by , in

” Twenty years from now you will be more disappointed by the things you didn’t do than by the ones you did.
So throw off the bowlines, sail away from the safe harbor. 

Catch the trade winds in you sail. Explore. Dream. Discover.”
-Mark Twain

Pernah gak sih kalian membayangkan akan jadi apa kita dua puluh tahun dari sekarang?
Gimana kita di masa depan akan memandang diri kita di masa sekarang?
Gue? Sering. Sangat sering malah.
Gue gak mau dua puluh tahun dari sekarang gue berharap waktu berputar kembali. Gue gak mau hidup dengan penuh penyesalan dan berharap pada “KALAU AJA”.
“Kalau aja” gue lebih berani…
“Kalau aja” gue mulai dulu…
“Kalau aja” gue kejar apa yang gue mau…
“Kalau aja” gue nyatain cinta duluan *eh

Seperti kutipan Mark Twain di atas, di masa depan, gue tidak mau kecewa pada diri sendiri yang tidak sempat melakukan apa-apa. Lebih baik tantang diri sendiri. Berkelana. Bermimpi. Bahagia. Dan lewat menulis gue menemukan pintu gerbang menuju segalanya. Menulis mengantar gue menemukan diri gue yang baru. Seorang perempuan yang suka meletakkan mimpi di setiap tanah yang belum dan akan dijejakinya. Menulis juga membuat gue bertemu banyak dengan manusia-manusia baru yang memberi kesan tidak terlupakan dalam perjalanan ini. Menulis adalah tempat gue memulihkan diri untuk setiap luka-luka atas jatuh yang gue alami.

Puncak tertinggi Sumatera
Dalam menulis kita menggunakan banyak media. Gue pribadi, mungkin termasuk “penulis primitf” yang masih suka menggoreskan kata lewat tinta. Gak ada yang lebih seru dari mendengar gesekan antara pena dan kertas saat seluruh isi kepala tumpah ruah di atasnya. Tapi nih ya tapi dengan semakin lajunya zaman yang semakin milenial, tak urung pena dan kertas tidak lagi populer. Bukan karena gak butuh loh ya. Tapi emang untuk memaksimalkan kegiatan tulis-menulis, laptop menjadi pilihan yang lebih tepat untuk digunakan.

Kegiatan outdoor membutuhkan laptop yang mumpuni
Pict: Batam Virtual

Kegiatan outdoor membutuhkan laptop yang mumpuni
Pict: Batam Virtual
Gue sendiri jarang banget beraktivitas di dalam ruangan. Anaknya emang lebih suka plesiran, kecentilan, dan pecicilan wkwkwk. Maksudnya tuh yah gue sering banget keluar-keluar. Keluar rumah maksudnya. Tracking, hiking, travelling, dan naik gunung adalah aktifitas yang sering banget gue lakuin. Selain butuh banyak cuti *mon map namanya juga fakir cuti* kegiatan-kegiatan tersebut juga membuat gue memilih banyak peralatan yang sesuai dengan kebutuhan alias enteng di bawa ke mana-mana. Menulis dengan kegiatan yang lebih banyak di atas pesawat, di kaki gunung, di kota-kota baru, di rumah mantan, bukan hal mudah jika laptop yang digunakan tidak mumpuni. Alih-alih menulis malah jadi badmood kalau bawa laptop yang berat dan makan tempat.

Gue sempet melirik laptop salah satu brand beken yang digadang-gadang sebagai “laptopnya para traveler”.
AWWWWWW!
Cocok banget kan yah buat akuuuhhhhh?
Yakan Yakan Yakan?
MAKSA!

Intinya yang namanya jodoh emang ga lari ke mana. Ingin yang berujung angan dijawab manis oleh semesta. Batam kota tercinta ini akan menjadi salah satu kota bahkan menjadi yang pertama di tahun 2019 sebagai tuan rumah ASUS ZENBOOK BLOGGER GATHERING ROADSHOW!

*TEPUK TANGAN DENGAN RIUH GEMURUH

Gue tuh pernah ya kapan tahu di chat sama salah satu PR ASUS menawarkan untuk hadir di salah satu gathering ASUS. Tapi waktu gue jelasin tempat tinggal gue sekarang di Batam dan bertanya soal akomodasi, mbanya bilang belum ada budget. Sedih akutu sebagai sobat mizqinn L

Jadi yah selama ini hanya memantau serunya acara-acara yang ASUS selenggarakan lewat instagram atau temen-temen blogger lain yang beruntung diundang dan kebetulan dapat datang ke acara tersebut.

AKUTUH POKOKNYA GEMBIRA BANGETLAH POKOKNYA YAH ASUS AKHINYA MEMILIH BATAM!
Yang buat makin histeria itu adalah waktu tahu ASUS menggandeng salah satu travel blogger kenamaan yang cantik, dan rendah hati. Siapa lagi kalau bukan Mbak Katerina. Gue inget bangetlah pokoknya sama kakak ini. Apalagi di tahun 2018, Mbak Rien (sok ikrib gitu manggilnya gitu wkwk) bekerja sama dengan ASUS mengadakan lomba blog dan kebetulan gue ikutan lombanya (walau ga menang huahaha).

ASUS ZenBook Blogger Gathering di kota Batam akan dilaksanakan pada tanggal 30 Maret 2019 hari Sabtu. Weekend yang berfaedah nih. Bisa jumpa Mbak Katerina dan Anjas yakni seorang youtuber kawakan yang namanya juga ga kalah tenar sama Mbak Katerina. Yang paling membuat hati berdebar-debar adalah bisa melihat langsung sang pujaan hati laptop ZenBook terbaru yang dinobatkan sebagai laptop paling RINGKES di dunia.

Catet gais catet, RINGKES!
Artinya enak dibungkus bawa pulang dan segera dipakai travelling.
*BELIIN BANG!

Setelah registrasi dan harap-harap cemas menunggu kepastian siapa saja yang bisa menghadiri acara gathering ini, kami semua digabungkan ke dalam satu grup whatsapp. Kegembiraannya Blogger Kepri ini emang warbiyasak. Dari grup dibuat, sampai Mbak Katerina dan Anjas tiba di Batam, bahkan hingga beberapa jam sebelum acara, grup selalu berisik.
Yah lebih tepatnya gue sih yang berisik wkwk.

Batam yang sudah hampir 3 bulan kemarau, entah kenapa di hari Sabtu ceria ini malah hujan deras sedari subuh. Makin mendekati jam acara bukannya makin reda, hujan malah makin awet dan disertai angin kencang. Kalo gini kan mekap adek bisa luntur bang sebelum sempet jumpa sama ZenCreator keren itu (julukannya Mbak Katerina dan Anjas nih). Tapi gapapalah, hujan badai pun ditempuh demi kau dan si buah hati. Eh demi hadir di gathering ASUS ini maksudnya. Hujan ini mungkin tanda Batam ikutan gembira atas kedatangan ZenCreator yang udah dinanti-nanti Blogger Kepri :3

Gathering ASUS ini diadakan di The Duck King Nagoya Citywalk. Tempatnya nyaman dan memiliki makanan yang enak. Acara direncanakan dimulai jam 11 siang namun registrasi sudah dilakukan mulai jam 10 pagi . Karena hujan banyak teman-teman Blogger Kepri belum datang saat gue sampai. Gue sendiri sampai di sana jam 10.15. Dan disitulah gue melihat Mbak Katerina. Duh cantik sekali mbanya!

Idolak dedek Amelia :3
Sambil menunggu teman-teman yang datang, kami yang sudah hadir lebih dulu diberikan kesempatan untuk melihat, menyentuh, bahkan berfoto dengan si cantik ZenBook. Laptop mahal emang beda. Pengen masukin tas terus ngacir aja J

ZenBook dan Aku

Aku dan ZenBook
Blogger Kepri yang datang semakin ramai dan hari semakin siang. Perut pun sudah keroncongan makanya waktu meneriakkan yel-yel ASUS kami semua lemah gemulai huahahah. Untungnya Duck King menyajikan makanan langsung di atas meja, jadi kami yang kelaparan ini gak perlu lagi ke mana-mana. Tinggal duduk manis tunggu mas/mbaknya naruh makanan dan cusss langsung hap.

Menu makanan yang disediakan Duck King beragam. Mulai dari Sup Jagung Ayam Cincang, BBQ Bebek Panggang 1/2 ekor & Ayam Kecap Asin 1/2, Goreng Cumi Myonaise, Kerang La La Tumis Saus Malaysia, Mun Tahu Jamur Shimeji, Steam Aneka Telur, Sawi Minyak Saus Tiram, Sago Meilo Buah Melon, Nasi Putih, Chinese Tea. Tapi yang menurut gue paling enak itu Sup Jagung Ayamnya, TOP!

Perut kenyang hatipun senang!
Gathering yang sesungguhnya akhirnya dimulai…

Katerina, Travel Blogger, dan ASUS ZenBook

Katerina S.
Mbak Katerina emang cocok sih diberi label travel blogger. Belum dua puluh empat jam ada di tanah Melayu eh kami udah disuguhkan potongan pantun Melayu (walau ternyata pantunnya kiriman dari Blogger tetap salut akutu).

Bandar Madani Negeri Terbilang
Jembatan Barelang Jadi Idaman
Blogger Batam Selamat Datang
Di ZenBook Gathering Penuh Keceriaan

Riuh tepuk tangan Blogger Kepri setelah pantun mengawali cerita bagaimana seorang Katerina bisa dinobatkan sebagai travel blogger Indonesia. Mbak Katerina sudah menekuni dunia blogging selama hampir 11 tahun. Benar-benar dari no body. Tips yang diberikan Mbak Katerina jika kita ingin meningkatkan branding diri adalah konten dan konsisten. Dan tentu saja menulis juga harus diikuti dengan passion agar yang kita lakukan selalu menjadi kegiatan menyenangkan. Selama sharing dengan Mbak Katerina gue menyadari satu hal: sebuah hasil tentu membutuhkan perjalanan panjang. Yang harus kita amati adalah prosesnya. Kesuksesan adalah buah dari kerja keras. Duh makin kagum sama ibu dua anak ini.

Nah sebagai travel blogger, Mbak Katerina tentu saja harus punya laptop yang tepat. Dalam artian memenuhi segala kebutuhan seorang traveler yang sering berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Tidak cukup dengan performa yang baik, tapi juga harus didukung dengan bobot yang oke. Mbak Katerina yang mungil tentu saja akan kesulitan jika membawa laptop dengan bobot berat. Baterai yang tahan lama juga menjadi unsur penting karena sangat tidak efisien jika sering mengecas laptop sambil berpergian.

ZenBook menjadi jawaban atas kebutuhan Mbak Katerina sebagai seorang travel blogger. Laptop ini dianggap sudah Compaq apalagi sudah SSD, gak perlu khawatir  harddisk rusak karena terguncang-guncang saat berpergian. Tampilan Zenbook yang elegan dan mumpuni dengan core i5 membuat Mbak Katerina meyakini bahwa ZenBook adalah teman setia selama perjalanannya. Mbak Katerina menjatuhkan hatinya pada ASUS ZenBook UX331UAL, si super ringan (985 gram), tipis (13.9 mm) dan tentu saja kuat (standar military grade).

Mbak Katerina sendiri telah menjadi member BLUS (Blogger ASUS) sejak diundang launching Zenfone 3 di Bali bulan September 2016 lalu. Dan di tahun yang sama mendapat penawaran kerjasama dengan ASUS. Seperti penyelenggaraan lomba ASUS, Mbak Katerina sebagai BLUS diajak untuk bekerja sama. Gak cuma Mbak Katerina, ada juga member lain seperti mbak Uniek Kasgarwati, Om Yahya Kurniawan, dan Mira Sahid (ku udah pernah ikut lomba mereka semua dan alhamdulilah yah ga menang wkwk). Namun untuk roadshow, ini adalah kali pertama ASUS menggandeng blogger. Alasan kuat yang membuat terpilihnya Mbak Katerina menjadi ZenCreator mungkin dikarenakan pernah menghandle beberapa acara ASUS dan sukses!

Anjas Maradita, Youtuber – Content Creator

Youtuber dan content creator yang agak jayus ini bhahaha mulai membedah satu per satu keunggulan “bintang utama” hari ini. Blogger Kepri diperkenalkan dengan seri ZenBook yang terbaru yaitu ZenBook 13 UX333, ZenBook 14 UX433, dan ZenBook 15 UX533. Series terbaru ini mendapat julukan “The World’s most compact laptop series”. Bahasa kerennya: LAPTOP PALING RINGKES!

Anjas Maradita - Youtuber & Content Creator
Kenalan sama ZenBook ini tuh ya ibarat kenalan di chat terus akhirnya ketemuan. Eh pas ketemu mulai muncul rasa suka. Makin lama kenal makin jatuh cinta deh. Terus akhirnya pengen langsung mengikat hubungan ke jenjang yang lebih serius uhhhhh :3


Terus apa sih sama gak sih artinya RINGKES dan TIPIS?
BEDA! Emang banyak banget laptop yang dapat dikategorikan tipis namun masih memiliki dimensi yang besar. Makanya nih ASUS menghadirkan NanoEdge Display di ZenBook yang membuat bezel pada empat sisi layar laptop dapat dibuat dengan ukuran hanya 2,8 milimeter hingga 5,9 milimeter saja. Ukuran tersebut jauh lebih kecil dibandingkan laptop konvensional yang bezelnya bisa mencapai 20 milimeter. Berkat teknologi ini juga ZenBook Classic terbaru yaitu UX333, UX433, dan UX533 memiliki screen-to-body ratio yang sangat tinggi, yaitu mencapai 95 persen sehingga layarnya terlihat lebih lega dan hampir tanpa batas.


3 Jenis Zenbook series terbaru

Improvemnet produk Zenbook, uwu uwu kali kan? :3

Layarnya menampilkan resolusi Full HD (1920x1080 pixel) dengan tingkat reproduksi warna tinggi, yaitu mencapai 100% dalam color space sRGB. Layar tersebut juga memiliki sudut penglihatan (viewing angle) yang sangat lebar, yaitu mencapai 178 derajat dan telah dilengkapi dengan berbagai teknologi visual eksklusif seperti ASUS Splendid dan ASUS Tru2Life Video, enakkk banget pokoknya dipake nonton. Keyboardnya juga dilengkapi dengan full size backlit LED yang buat kita ga perlu cemas kalo mati lampu dan kudu ngetik gelap-gelap.



Udah jatuh cinta?
Tunggu dulu.
Masih ada teknologi yang buat laptop ini ingin dimiliki banget. ASUS memasukkan teknologi ErgoLift Design ke ZenBook ini. Apa itu? Teknologi yang membuat bodi ZenBook terbaru ini menjadi terangkat dan membentuk sudut 3 derajat. Posisi tersebut membuat jajaran ZenBook terbaru ini semakin ergonomis dan nyaman untuk mengetik. Nah karena bodinya terangkat, ZenBook ini jadi punya rongga ekstra di bawah bodinya waktu dipakai. Rongga ekstra itu membuat sirkulasi udara semakin lancar sehingga suhu komponen menjadi lebih terjaga. Selain itu, rongga tersebut juga membantu speaker pada laptop ini menghadirkan performa audio yang lebih baik.



Ergolift design malov :3


keyboard backlit LED

KEREN. SANGAT KEREN. SUNGGUH KEREN. KEREN KALI!

Terus di dunia digital yang penuh orang-orang kepo ini, gue pribadi pengen bangen punya laptop yang mengusung tinggi ranah pribadi. Dan ZenBook lagi-lagi menjawab kebutuhan akan hal itu. ASUS ZenBook UX333, UX433, dan UX533 merupakan salah satu laptop yang dibekali dengan sistem keamanan menggunakan face recognition (sistem pengenal wajah) yang terintegrasi dengan Windows Hello. Fitur ini memungkinkan penggunanya untuk masuk ke dalam sistem tanpa perlu pakai password ataupun PIN. Sistem pengenal wajah ini menggunakan kamera infra merah khusus yang dapat memindai wajah secara akurat. Pokoknya gak bisa deh tuh tipu tipu buat muka sendiri.


CORE I7!!!


APA ITU LAPTOP LOBET HAHAHAHA
ZenBook terbaikkkkk!

Photo: Batam Virtual
Gimana? Udah jatuh cinta banget sama gue eh laptopnya wkwk

Mengutip slogan Anjas sebagai konten kreator. ZenBook ini bisa dibilang laptop “NO NGELAG NGELAG CLUB”. Produktifitas maha sibuk kita bisa diatasi oleh si ZenBook. Emang bisa aja ni mitra marketing ASUS, Anjas Maradita wkwkw.


#SALAMSELFIE DARI KAMI :3

ASUS ZENBOOK X BLOGGER KEPRI GOES TO BARELANG

Setelah sesi sharing yang ditutup dengan foto bersama, gathering berlanjut dengan tur kota Batam yakni menuju ke Jembatan Barelang sebagai salah satu ikon kota Batam. Kami semua naik ke bus dan merasakan jadi turis di kota sendiri. Gue aja udah berapa lama yah ga ada ke Barelang, setahun mungkin ada. Tapi karena ASUS akhirnya anak Batam yang tidak pernah lagi ke Barelang bisa ke sini. TERIMAKASIH ASUS!

ASUS ZenBook x Katerina x Anjas Maradita x Blogger Kepri
Kami berfoto tepat dengan latar tulisan Barelang dan jembatannya. Model yang sebenarnya yakni ZenBook habis “digilir” Blogger Kepri demi kepentingan konten dan tentu saja lomba instagram yang berhadiah uang tunai. Tidak terasa keriaan di sini harus berakhir karena sudah mendekati waktu magrib dan kami harus bergegas pindah tempat ke Golden Fish Restaurant, yang menjadi tempat pemberhentian terakhir gathering ini.


Blogger Squad

ASUS ZENBOOK X BLOGGER KEPRI GOES TO GOLDEN FISH RESTAURANT

Golden Fish di sore hari benar-benar cantik. Hujan yang menyapu daerah Batam di pagi hari seakan dibayar dengan manis oleh senja cantik yang kami lihat di sini. Belum cukup disajikan dengan kuningnya matahari tenggelam, kami dapat bonus melihat pelangi di antara senja. Romantis abis.

Berswafoto di GOLDEN FISH
Makan malam yang disajikan di sini juga terbilang memuaskan perut ini. Ada Ikan Asam Manis, Rajungan Asam Manis, Ayam Goreng Bawang Putih, Tiepan Tofu Seafood, Kangkung Belacan, Nasi Putih. Semuanya enak dan bikin kenyang.

Setelah makan malam ada yang menarik. Gue sering ngeliat acara ASUS yang dihadiri blogger ditutup dengan joget-joget. Dan serunya Mbak Katerina ngajak kita yang lagi kekenyangan ini untuk joget seru-seruan juga. Udahlah kita semua joget ampe keringetan dan laper lagi.

BOLEH MINTA MAKAN LAGI GA YAH?

Acara berlanjut dengan pengumuman yang sangat dinantikan Blogger Kepri yaitu pemenang lomba instagram. Selama acara memang seluruh peserta gathering berapi-api memotret, membuat caption, dan mengupload foto. Antusias ikut serta dalam lomba ini membuat Mbak Katerina juga semangat saat memberikan pengumuman. Dan hasil akhirnya lahirnya 10 pemenang instagram (GUE SALAH SATUNYA LHO) dan 1 pemenang favorit yang fotonya emang ga masuk akal lagi bagus dan cerdas konsepnya.


Pemenang lomba instagram 
Pemenang favorit, KECE KAN?!
Gak hanya lomba IG, selama acara berlangsung juga ada kuis-kuis yang ditanyakan oleh Mbak Katerina dan Anjas. Pemenang-pemenang kuis ini juga mendapat hadiah uang tunai. Emang baik mereka, tau ajah mau malam mingguan huahahah J

Satu hari weekend di bulan Maret. Benar-benar hari yang menyenangkan. Pengalaman baru yang memiliki banyak pembelajaran. Mendengar motivasi dari Mbak Katerina, membuat gue yakin banyak member Blogger Kepri yang akhirnya kembali bersemangat mengejar sukses sebagai seorang blogger.

Mendengar Anjas kami juga belajar untuk menjadi lebih pintar melawak biar ga garing-garing amat wkwkw.
Ga deng.
Anjas itu keren banget, masih muda dan selalu penuh karya. Ngebakar lagi nih semangat para konten creator muda yang ada di Batam buat meniru jejak suksesnya dia.

Sepulangnya dari ASUS Gathering ini, gue kembali menambah daftar panjang cita dan mimpi gue. Sebenar-benarnya dari bermimpi adalah bangun dan mewujudkannya. Gue tidak mau menyesali apapun yang tidak gua lakukan di hari ini. Lebih baik mencoba dan gagal daripada sama sekali tidak mencoba dan bertanya-tanya bagaimana rasanya, itu pesan Mbak Katerina.

JADI YUK MULAI NABUNG BUAT MEMINANG ZENBOOK INI :3
Atau abang mau beliin adek aja?

Make the world smallest.
Make the world easiest.

-ASUS ZenBook-