My Head Full of Dream

Cerita Penuh Cinta di Jogjakarta (Part II)

Setelah perjalanan yang penuh drama di hari pertama, kami berempat mengawali pagi hari kedua di Jogjakarta kami mengawali pagi dengan segelas teh manis dan soto panas yang tentu saja lagi-lagi harganya mureeeeee.

Day two - 18 Februari 2018

Hari ini kami akan melacong ke sebuah tempat yang sangatlah terkenal di instagram.
MAU TAU?
MAU?
MAU BANGET?
*dikeplak wkwkwk

UMBUL PONGGOK!


Sumber foto dari sini
Pada tau gak? Kalau gak tau FIX KALIAN KURANG GAUL! Huahahaha :))
Umbul Ponggok adalah salah satu wisata air di Desa Klaten, Jawa Tengah. Tempat ini lagi hits banget di instagram dengan konsep foto bawah airnya. Waktu liat foto orang-orang di sini, gue yang walaupun gak bisa berenang, langsung girang gembira juga semangat mendatangi tempat ini. Perjalanan dari Jogjakarta ke Klaten hanya ditempuh kurang dari satu jam. 

ENAK BANGET PINDAH PROVINSI CUMA SEJAM.

Sebelum sampai di Umbul Ponggok, kita akan melihat pemandangan yang didominasi oleh dua warna. Warna hijau yang berasal dari hamparan pematang sawah serta warna biru yang berasal langit di cakrawala juga sebiru hati ini eeeeaaaaa. Dan karena hari ini adalah hari di mana semua orang tua akan membawa anak-anaknya bermain ke tempat-tempat seru, tentu saja, Umbul Ponggok RAMAI! Dari luar terlihat banyak anak-anak berlarian. Tempat itu terlihat benar-benar penuh. Gue cuma terdiam dan sedikit gak mood kalau harus berdesakan dalam keramaian di dalam sana. Namun guide tercinta kami yang tidak dibayar itu, dengan percaya diri segera membeli tiket seharga Rp 35.000/ orang untuk masuk ke dalam. Gue udah mulai misuh-misuh nih males mau masuk dan mencoba membujuk ganti tempat ajalahhhhh. Tapi apa daya suara hamba tidak terdengar oleh mereka semua (ya mohon maap gimana mau kedengeran kan ngomongnya dalam hati huahahahhahaha #perempuaningindimengerti).

Setibanya di dalam gue makin bete. Itu yah tempatnya yang keliatan dari atas item kaya kubangan air penuh dosa. Kagak keliatan tuh ya yang indah-indah kaya di instagram. Merasa tertipu akutu. Gue sempet ngeluh ke Erwin yang rekomendasikan tempat ini,

 "INI KOLAM APA KUBANGAN DOSA GUE WIN?"

Yang dia jawab dengan "KAU MASUK AJALAH DULU KE AIRNYA BARU KOMEN". Dih siapa juga yang mau masuk ke air gitu. Gue heran aja kenapa tempat ini rame banget padahal dari atasnya keliatan item gitu tapi waktu jalan di pinggir kolam sekilas terlihat banyak ikan yang sedang berenang cantik. Karena penasaran gue mencoba melihat lebih dekat dan ternyata airnya bening banget. Terlihat gelap/ item itu kayanya karena pantulan bebatuan dari kolam. Merasa menyesal dan berdosa hamba pada Umbul Ponggok.

Penampakan Umbul Punggok
Gue itu sebenernya gak bisa berenang. Tapi setiap liat air -entah air kolam atau air laut- naluri ingin mencemplungkan diri ini tidak tertahankan. Erwin menyarankan untuk menyewa beberapa perlatan snorkeling dan pelampung. Harga penyewaannya juga cukup murah, berkisar antara 10.000-25.000 per item.

Setelah semua perlatan lengkap tentu saja gue adalah orang pertama yang masuk ke air.

MALU-MALUIN EMANG :))

Airnya dingin dan emang JERNIH BANGET! Gue bisa melihat banyak ikan di berenang di sekitar kaki gue, ada yang sendiri kaya jomblo, ada yang rombongan kaya anak sd lagi tur wisata. Gak lama kami semua sudah di dalam air. Yah walau ada sedikit drama karena temen gue, Liana, takut banget sama air karena ga bisa berenang (PADAHAL DIA PAKE LIFE JACKET) huahahhaa. Bener-bener puas banget berenang dan snorkeling di sini. Areanya luas mulai dari air dangkal sampai dalam. Ikannya juga banyak dan beragam.




Nah untuk foto-foto yang beredar di instagram itu ternyata ada tukang foto khusus yang ditugaskan untuk foto di bawah air. Kalau kalian ingin menambahkan properti foto seperti motor besar, frame besar, dan banyak pilihan lainnya bisa langsung meminta kepada pengelolanya (bayar yah ga gratis). Terus apakah gue foto? TENTU SAJA TIDAK. Selain karena ribet kudu tahan napas sambil senyum, gue juga ga sanggup berlama-lama di dasar sana. Jadi yaudahlah kapan-kapan ajaaaaaaah.

Puas bermain air kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke Candi Prambanan. Dan gue bener-bener jatuh cinta. Cerita tentang Roro Jonggrang dan penolakan-penolakannya terhadap Bandung Bondowoso meliar dalam kepala. Setiap sudut Candi Prambanan benar-benar menakjubkan. Hari semakin sore dan kami memutuskan beristirahat sejenak sebelum mengeksplore Jogjakarta di malam hari.






Malam hari kami menyusuri kota Jogjakarta. Lampu-lampu kota menghiasi setiap sudut jalanan Jogjakarta. Jalan yang kami lewati semakin menanjak dan udara terasa dingin. Jalanan mulai berkelok-kelok dan sesekali tampaklah di belakang sana kota Jogjakarta dan gemerlap lampunya. Beberapa kali gue tidak sabar dan bertanya-tanya ke mana sebenarnya tujuan kami. Tapi yah hanya Erwin dan Tuhanlah yang tau jawabannya. Hampir dua jam berkendara, tibalah kami di: Pinus Pengger.

Gak pernah dengar?

Kalau kalian lihat foto yang ini pasti langsung tau.


Yap! Tempat yang juga lagi hits banget di Jogja ini adalah Pinus Pengger. Hutan yang dikonsep dengan banyak spot foto yang terbuat dari akar kayu. Untuk mengambil foto di sini kita harus banyak bersabar karena ramainya. Pengelola tempat ini menyediakan nomor urut dan batas waktu untuk yang ingin berfoto. Mereka juga menyediakan fotografer ditambah lagi kita bisa langsung mendapatkan hasil foto di handphone masing-masing dengan membayar Rp 5.000 saja. BAHAGYAAAAANYA NETIZEN!

Lagi bahas masa depan :))

Malam semakin larut dan kami kembali ke kota Jogja. Tujuan kami adalah alun-alun kota. Lalu kami melihat sekelompok pemuda sedang melakukan permainan menarik. Di alun-alun kota ada dua buah pohon beringin, konon katanya untuk bisa melewati dua pohon itu diperlukan hati yang bersih agar tidak berbelok arah. Kami pun langsung mencobanya dan hanya satu orang yang bisa melewatinya. Tentu itu bukan saya sodara-sodara, hatikuh penuh dosahhhh :))

Dari alun-alun kami melanjutkan perjalanan ke Tugu Nol yang legendaris itu dan menyusuri Jalan Malioboro. Enaknya jalan-jalan malam di Jogja kaya gini tuh bisa dapat banyak banget spot foto yang sepi.

Tugu Nol

Kapan coba Jalan Malioboro bisa sepi gini :))
Day three - 19 Februari 2018

Pulang yang terlalu larut karena asik berfoto di Jalan Malioboro membuat gue, Erwin, dan Rama gak bisa bangun pagi. Padahal kita berencana untuk mampir sebentar ke Borobudur (maklum Rama norak belum ke sana wkwk). Liana dan Daniel yang semangat banget ke sana udah pergi duluan pagi-pagi sekali. Gue males ke Borobudur ini cuma karena satu hal: PANAS. Tapi demi menemani Ramadani Saputra Halawa, yaudahlahhh mari berpanas-panasan. Kami berdua ke Borobudur hanya mengandalkan Google Maps. Ke manakah guide tercinta kami? Dia sedang tidur di alam baka. HUAHAHAHAHAHAHA.

Walau sempat tersesat dan tak tau arah jalan pulang~
Kami tiba juga di Borobudur. Langsung masuk ke dalam dan berada di atas Candi Borobudur tepat tengah hari. Langsung kliyengan gue. Rama udah sibuk foto-foto dan gue biarkan dia bebas berekspresi sementara gue berteduh. Kerja sama tim yang baik kan? :)

Sibuk fotografernya
:))
Waktu lagi di Borobudur teringat omongan gue setelah menjejakkan kaki di sini pertama kali tahun 2015 dan menjadikan foto gue di sini sebagai foto profil facebook,

"Gue ga akan ganti foto profil sampai gue bisa ke sini lagi."
Borobudur, 2015
Yang ternyata dikabulkan semesta (lagi dan lagi).

Borobudur, 2018
Dan berakhirlah serangkaian cerita indah di Jogjakarta ini.
Kami menuju stasiun untuk kembali ke Jakarta. 

Jogjakarta adalah kota yang akan selalu gue peluk erat ceritanya.
Kota yang selalu gue rindukan untuk dipeluk gempitanya.
Tempat yang selalu memanggil-manggil gue kembali ke pelukannya.
Kenangan-kenangan yang gue buat bersama orang-orang yang gue cinta.
Terima kasih Jogjakarta.

Di bandara Jakarta, abis ini langsung kerja :))

Itinery & Biaya Perjalanan Jogjakarta 3D2Y:
Tiket pesawat Jakarta - Batam (PP) = 970.000
Tiket KAI Jakarta - Jogjakarta (PP) = 400.000
Sewa motor 3 hari                            = 200.000

Destinasi wisata:
- Kali Kuning (Tiket: Rp 10.000)
- Air Terjun Tlogo Muncar (Tiket : Rp 6.000)
- Mercusuar Pantai Goa Cemara (Tiket : Rp 7.000)
- Umbul Punggok (Tiket Rp 35.000)
- Candi Prambanan (Rp 35.000)
- Pinus Pengger (Tiket : 10.000)
- Candi Borobudur (Tiket: 30.000)



Bonus pict:


Udah berasa geng Harry Potter gue :3

8 komentar:

  1. Wow banget foto-fotonya, mesra bingit, btw dulu ke jogja juga ama mantan tapi fotonya ga pernah tayang dimana-mana, jadi pas putus ga repot hapusinnya wkwkwk...dulu kami ke prambanan, borobudur, gua pindul, dan sepedaan disekitar borobudur

    BalasHapus
  2. Waah aku termasuk orang kurang gahul la ya...soalnya gak pernah dengar umbul po nggok..apalagi pinus pengger wwkwkwkwk...taunya kalo jogja itu prambanan, trus melipir ke malioboro..tapi okelah itenarymu kak..bisa aku contek kalo main kejogja lagi

    BalasHapus
  3. jogja emang bagus ya banyak banget spot-spot yang kekininian, apalagi kalo pergi sama pasnagan aduhai enaknya

    BalasHapus
  4. wah, jadi kangen Jogja aku mbak. asik banget ya foto di Umbul Ponggok. belom sampai ke situ aku mbak.

    BalasHapus
  5. Jogja selalu bikin kangen. Padahal saya cuma semalam di sana karena waktunya mepet. Itupun udahhh lamaaaa banget. Dari Semarang ke Jogja, langsung eksplore bareng teman-teman. Sekarang makin bagus ya Jogja!

    BalasHapus
  6. Duh kok bikin envy ya liburan sama pasangan gitu. Btw keren banget sumpah ini liburannya makasih ya info-infonya.

    BalasHapus
  7. Aku belum pernah ke Umbul Ponggok. Maklum, aku juga gak bakat tahan napas sambil senyum-senyum di bawah air, hehehe..

    Eh btw, aku komen postinganmu ini pas lagi di Jogja loooh :)

    BalasHapus
  8. Jogja juga seperti memanggil2ku utk dtg, kak. Belum pernah ke jogja, tp pengenn bgt.

    BalasHapus