BERTAMBAH ATAU BERKURANG USIA

refleksi 3 september

Wow 3 September lagi!

Hai tanggal lahirku haha. Dari cerita mama, dulu saya lahirnya hari Kamis Kliwon ih pantesan saya tuh anaknya penakut #gakadahubungannya lol. Gak ada yang spesial waktu saya lahir. Kebahagiaan pada umumnya karena bertambah satu anggota berisik di dalam rumah. Beranjak dewasa barulah saya mendengar bahwa sejak kehamilan saya sudah ditempa sebagai seorang pejuang.

Kenapa?

Kata mama, waktu lagi hamil saya, keluarga kami ditimpa banyak sekali kesusahan. Mulai dari papa yang difitnah teman kerjanya lalu beliau harus mengundurkan diri dari pekerjaannya. Kondisi hidup yang serba sulit membuat mama yang sedang hamil kala itu tidak memiliki nutrisi yang cukup. Saat kelahiran saya, entah karena pola makan yang tidak benar (alias makan sambel mulu haha), saya terlahir dengan kulit kemerahan. Sedih banget ga tuh. Anak pertama lahirnya abnormal lol. 

Belum genap berusia 3 bulan pun saya sudah dibawa menyeberang lautan. Papa dan Mama memutuskan untuk mengadu nasib di kota Batam. Ya paham lah ya sekarang kenapa saya kakinya gak bisa diem di rumah, GIMANA YAH MASI BAYI AJA UDA DIAJAK PLESIRAN :)) Merantau untuk pasangan yang baru menikah benar-benar tidak mudah. Kami tinggal di rumah liar kala itu. Beruntungnya walaupun di rumah seadanya, tetangga di sekitar rumah sangat baik. Saya seringkali dianggap anak angkat oleh keluarga di sana. *peluk mereka semua*.

Sejak masuk sekolah juga saya diasah bermental baja. Saya memulai sekolah di TK Besar kala itu. Namun hari pertama sekolah saya jajal sendirian. Apa itu diantar di hari pertama masuk sekolah? Saya mana tahu rasanya. Gejolak rasa takut atas lingkungan baru saya telan diam-diam. Namun akhirnya keberanian masuk sekolah sendirian kala itu mengantarkan saya menjadi perempuan yang tidak penakut di masa kini.

Jalan yang saya lalui untuk dapat kembali mengulang tanggal "3 September" di tahun 2020 ini adalah jalan berliku, berbatu juga pelik. Segala susah dan duka jatuh bangun saya lewati. Karakter saya yang dulu benar-benar buat saya sakit kepala kalau mengingatnya. Selalu ingin mencari perhatian karena saya tidak mendapatkan itu di rumah dengan kedua orang tua yang sibuk bekerja, sedih diam-diam karena saya tidak beruntung seperti anak-anak yang lain, kecewa atas hidup saya yang kenapa gak pernah mudah gitu loh huhu.

Banyak ingin yang cuma jadi angan.

Banyak angan yang akhirnya patah di tengah jalan.

Di tengah jalan pun saya harus mengumpulkan puing-puing harapan.

Namun 3 tahun ke belakang, tanggal "3 September" saya jadikan refleksi. Bagaimana saya bertumbuh dan berkembang hingga memiliki kepribadian seperti ini. Saya tidak lagi melihat perjalanan hidup saya sebagai sebuah penyesalan atau dihujani ribuan pertanyaan. 

Segala kesulitan yang dulu saya anggap beban, saya pandang menjadi sebuah keuntungan. Coba kalau saya gak hidup susah, coba kalau saya dulu diberikan kelimpahan, coba kalau saya hidup dengan mudah. Saya gak akan pernah ngerti apa artinya berjuang mati-matian kuliah sambil kerja. Saya gak akan paham bagaimana akhirnya menghargai apapun yang saya punya. Saya gak akan tahu bagaimana rasanya menjadi saya yang sekarang dengan perasaan "cukup".

Pun tentang percintaan. Segala kesakitan yang pernah ada di masa lalu. Penyesalan atas setiap hati yang pernah singgah dan patah. Tidak akan menjadikan saya yang sekarang yang siap mencintai seseorang setulus dan semampu yang saya bisa dengan penuh pertimbangan untuk menjatuhkan hati *cieee.

Begitulah saya, yang dikenal sangat keras kepala ini, kembali melakukan refleksi tahunan. Ucapan ulang tahun selalu tentang bertambah usia. Namun sesungguhnya makna sebenarnya ulang tahun adalah berkurangnya jatah hidup kita di dunia. Segala doa baik yang kalian gaungkan, saya peluk dalam satu amin kepada Pencipta. Semoga kebaikan pun datang kembali ke rumah dan hidup kalian.

Kemarin seorang sahabat bertanya kepada saya, "Apa harapan saya di umur yang baru ini?"

 Di tahun 2020 yang penuh kesulitan namun dengan keadaan yang masih mampu saya syukuri saya hanya berharap, saya dan kalian semua kuat untuk terus bertahan di tengah pandemi dan semua ini.

2020 berat. Sangat berat. Tapi kita jangan pernah putus asa ya. Selalu ada matahari yang bersinar setelah dinginnya malam.


Selamat mengulang 3 September, Magdalena Amelia Anur Septawati Waruwu.

Tidak ada komentar