My Head Full of Dream

Hidupku #BuatKamu


Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji, takkan khianati pintanya

Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu 
Kan ku buktikan ku mampu penuhi maumu

---------

Lagu Ada Band yang dibawakan berduet dengan Gita Gutawa ini adalah lagu yang paling membekas di hati gue. Lagu ini melempar diri gue ke masa lalu di mana gue adalah seorang gadis kecil yang selalu saja bergantung di pundak seorang laki-laki yang menjadi cinta pertama gue. Yang akan menjadi pusat utama cerita ini.

Gue adalah seorang perempuan yang dilahirkan dari keluarga sangat sederhana. Memiliki seorang ibu yang selalu bekerja sejak gue kecil. Juga seorang ayah yang juga tidak pernah lelah mengusahakan kelangsungan hidup keluarga kami. Gue mencintai mereka berdua. Sama banyaknya. Namun lagi-lagi cerita ini adalah tentang seorang laki-laki yang membuat seluruh orientasi kehidupan gue akan berputar pada dirinya.

Papa. Begitu gue biasa memanggil namanya. Hanya seorang lelaki biasa saja. Selepas lulus dari Sekolah Menengah Pertama, beliau bercita-cita untuk menjadi seorang engineer. Yang tentu saja mimpi itu harus dikuburnya dalam-dalam karena harus mengalah kepada sang abang yang memilih untuk menikah di tahun yang sama di tahun pendaftaran Sekolah Menengah Kejuruan. Penyesalan pertamanya dalam hidup yang disimpannya dalam hati dan membuat kakinya melangkah pergi dari kota kecil kelahirnnya.

Tahunan berlalu. Papa remaja akhirnya bertemu dengan mama. Di usia yang masih terbilang cukup muda, mereka mengikat janji suci pernikahan dengan seribu satu problematika. Dan gue adalah buah cinta pertama mereka. Papa memulai hidup baru di kota tempat gue dibesarkan hingga sekarang. Tanpa keluarga. Tanpa sanak saudara. Beliau berjuang menghidupi kami dengan segala keterbatasan yang dia punya.

Sebagai seorang yang hanya menjadi lulusan SMP. Segala pekerjaan yang bisa diusahakannya agar bisa mendapatkan uang. Hal itulah yang membuat mama juga akhirnya ikut bekerja membantu perekonomian keluarga kami. Gue tidak pernah mendapatkan apa yang anak-anak seumuran gue dapatkan. Tidak ada fasilitas. Tidak ada uang jajan. Tidak ada antar-jemput. Sejak TK (berkat kerja keras papa, gue bisa mulai sekolah di TK) gue memulai hari pertama sekolah, seorang diri. Berbeda dengan anak lainya yang mungkin akan diantar lalu ditemani hingga sekolah usai, gue justru selalu memulai hari pertama sekolah dengan kekuatan diri sendiri.

Dalam hati terdalam kadang gue merasa iri melihat teman-teman yang lain. Namun semua yang terjadi dari masa kecil hingga gue sudah genap berumur 26 di tahun ini, itu menempa gue menjadi seorang perempuan kuat. Semua rasa iri dan keinginan hati yang tidak tercapai di masa lalu dapat gue capai dengan kepuasan maksimal di tahun-tahun ini. Dan itu semua karena ada seorang lelaki kuat yang juga berdiri dan menopang di saat gue jatuh dengan caranya yang tidak biasa.

Pernah suatu kali gue sangat ingin memiliki handphone karena dari semua anak-anak di sekolah hanya gue yang belum mempunyai benda tersebut. Papa berjanji jika gue dapat lulus ujian nasional dengan nilai terbaik maka dia akan memberikan apa yang gue mau. Dan itu mengajarkan gue menjadi seorang pekerja keras yang berkeinginan kuat. Gue mendapatkan apa yang gue inginkan walau selanjutnya gue tahu, dia rela meminjam uang demi membelikan handphone tersebut.

Tahunan kembali berlalu dengan cepat. Gue bukan lagi gadis kecil pada masa itu. Gue adalah seorang perempuan matang yang bisa membeli apa yang gue mau dengan hasil keringat sendiri. Setelah semua cinta dan usaha yang papa berikan. Sekaranglah tiba giliran gue membalasnya dengan cinta juga. Gue ingin memberikan seluruh hidup untuk membahagiakan cinta pertama gue tadi. 

Di era mobilisasi yang semakin tinggi dengan transaksi online, kita memerlukan kemudahan-kemudahan dalam melakukan transaksi tersebut. Pernah suatu kali, papa mengatakan bahwa hari ini adalah hari jatuh tempo pembayaran tagihan listrik dan air. Beliau sepertinya terlupa tentang tanggal pembayaran dan kalang kabut meminta gue untuk segera membayarnya. Untung gue adalah pengguna TCASH.



Sebagai informasi, TCASH adalah layanan transaksi online dari Telkomsel yang bisa digunakan untuk pengguna Telkomsel maupun non Telkomsel. Tidak perlu khawatir dengan validasi bertransaksi online menggunakan TCASH, karena tentu saja TCASH sudah memiliki izin dari Bank Indonesia sebagai penyedia layanan keuangan elektronik.



Nah untuk memudahkan seluruh transaki yang membuat gue bisa membantu memudahkan papa, gue menggunakan TCASH Wallet. Banyak banget keuntungan menggunakan ini diantaranya adalah melakukan pembayaran dan pembelian apapun cukup di ujung jempol alias via gadget. Saldo yang ada di TCASH Wallet juga dapat digunakan untuk berbagi uang. Gue bisa dengan mudah mengirimkan uang kepada papa. Tidak berhenti sampai di situ, TCASH Wallet juga bekerja sama dengan beberapa merchant TCASH untuk berbagai pilihan promo.





Cara pakai TCASH  juga sangat mudah dipahami. Dapat diunggah pada gadget yang kita gunakan. Dan panduan yang tersedia akan memudahkan kita untuk menggunakan TCASH. Semua hal jadi lebih mudah. Walau kecil, ini adalah sedikit usaha gue untuk membahagiakan seseorang yang sudah sangat berjasa untuk gue. Dengan semua kemudahan yang diberikan oleh TCASH. Cinta pertama gue sekarang tidak perlu lagi takut terlambat membayar tagihan, memikirkan bagaimana beliau akan mengisi kuotanya, atau mungkin gue bisa menyisihkan sedikit rezeki untuk papa dan mengirimkannya menggunakan TCASH Wallet.

Karena #BuatKamu akan kuberikan segala yang kupunya, bahkan hidupku.

Terima kasih papa.


6 komentar:

  1. Kmren saya menggadaikan point' saya ke jajanan TCash hanya saja..setelah di lihat hanya untuk transaksi offline yg langsung di mesinnya. Saya belum terlalu paham menggunakannya, terlebih untuk lokasi yg belum terlalu banyak penggunanya.

    Soal org tua, memang saya juga kdg merasa menjadi bapakmu.yah walau belum ada anak..tanggung jawab untuk keluarga mesti yg utama...Dari segalanya.

    BalasHapus
  2. Aku juga make T-CASH (bukan aku sih suami tepatnya). Tapi kalo T-CAST kupake buat bayar kartu hallo, isi pulsa sama pulsa listrik aja sih...

    Fix. Kak Amel jiplakan Papa banget.

    BalasHapus
  3. Kirain cerita tentang papa sepenuhnya :D. oke tcash aplikasi pembayaran yang mendekatkan magda dengan sang papa hehe

    BalasHapus
  4. Wah Amel luar biasa perjuangannya. Semoga Papa dan Mamanya Amel diberikan rejwki yang berlimpah.

    BalasHapus
  5. Haru kalau udah cerita tentang Papa.. sehat selalu untuk papanya kk Amel, yaa...

    TCash, boleh lah ini dicoba...

    BalasHapus
  6. bikin eke kangen sama ortu aja nih... hehehe.. sehat selalu buat ortunya Amel ya.

    BalasHapus