My Head Full of Dream

ASUS X555: Sahabat Imajinatif!

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”― Pramoedya Ananta Toer

Penggalan tulisan Pramoedya Ananta Toer di atas adalah pondasi saya untuk terus menulis. Menulis adalah cara menjadi tetap abadi di dunia yang sementara ini. Menulis adalah "pelarian sementara" di sela kegiatan yang tidak pernah ada habisnya. Dan untuk beberapa situasi menulis bisa menyembuhkan beberapa luka yang sulit diungkapkan (cie gituuu).

Sebuah postingan yang menginspirasi
Suatu hari salah seorang teman facebook menandai saya di sebuah postingan yang isinya cukup membuat saya berpikir tentang banyak hal. Sejak kecil saya selalu kagum melihat orang dewasa yang bekerja menggunakan seragam. Ada rasa bangga yang terselip di sana melihat betapa gagahnya mereka. Sedari dulu-pun ke dua orang tua selalu menitipkan pesan kepada saya untuk menjadi seorang "berseragam" lainnya atau yang bisa di kenal dengan pegawai negeri sipil.

Seiring berjalannya waktu. Ada pola pikir yang mulai berubah dalam diri saya.
Melihat membludaknya minat seluruh anak muda di Indonesia dalam bersaing memperebutkan posisi yang disediakan oleh banyaknya instansi pemerintahan setiap tahunnya, membuat langkah saya mundur secara teratur.
Bukan. Itu bukan karena saya takut persaingan.
Namun seperti yang saya sebutkan di atas. Ada yang berubah dari pola pikir saya.

Sejak tahun 2012 setelah mendengarkan cerita seorang pengusaha muda yang berhasil membangun usahanya dari awal hingga menorehkan prestasi di mana-mana, ada keinginan kuat yang juga mencuat dari dalam hati saya. Saya tidak mau sekedar berhenti dalam zona yang menjanjikan kenyamanan hidup. Saya ingin mengejar peluang yang menjadi minat dan bakat saya yang sebenarnya. Saya ingin menjadi tangguh dan terlatih dengan sesuatu yang saya cintai. Saya tergiur menjadi sosok inspiratif yang mampu berdiri di atas mimpi-mimpinya.


Dan pelan-pelan saya memulai perjalanan panjang menjadi seorang pekerja kreatif.

Menulis adalah salah satu passion saya. Dan saya mulai melangkah dari sana. Perkenalan saya dengan media online seperti blogspot, wordpress, bahkan tumblr membawa saya menapaki dunia yang sama sekali berbeda. Saya yang dulu terbatas menuangkan seluruh ide dan pemikiran di atas selembar kertas, kini bisa masuk ke jejaring online yang membawa saya bertemu ratusan bahkan jutaan orang lainnya yang memiliki passion yang sama.

Seiring berjalannya waktu, proses kreatif menulis tidak lagi hanya tentang merangkai kata atau membuat kombinasi diksi yang tepat. Menulis dapat dijadikan "taman bermain" yang juga menuntut banyak keahlian selain menulis. Ada kualitas konten yang harus diperhatikan. Tidak luput juga desain yang tentunya harus mendukung tulisan. Kondisi ini membuat saya harus terus memaksa diri berinovasi. Tidak ada kata selesai dalam sebuah proses kreatif. Setiap hari adalah sebuah pembelajaran.

Seluruh proses kreatif yang saya lakukan itu tentu saja membutuhkan media mumpuni yang dapat menampung liarnya inspirasi dalam kepala ini. Media yang akan selalu menjadi sahabat seluruh pekerja kreatif di manapun berada adalah laptop. Komputer lipat ini yang awalnya adalah sebuah kemewahan, naik level menjadi kebutuhan. Laptop kini sudah menjadi sahabat dekat pekerja kreatif, tidak terkecuali saya. Melihat laptop yang saat ini saya pakai, yang sering kali ngambek karena kelelahan dipaksa bekerja membuat saya harus mempertimbang untuk segera menggantinya.

Suatu hari saat melewati toko elektronik, mata saya tertuju kepada satu laptop yang terlihat elegan juga indah. Tertera tulisan di sebelah laptop itu: ASUS X555QA. Laptop itu seperti memiliki daya tarik membuat tangan saya tidak tahan untuk tidak menyentuhnya.

Mas-mas berperawakan tinggi dengan senyum manisnya menghampiri saya yang masih terpana dengan keindahan laptop itu. Dan saya mendapatkan penjelasan lengkap tentang laptop menawan ini.

ASUS X555 adalah notebook X series yang "dilahirkan" oleh pihak ASUS untuk melengkapi kebutuhan para pekerja kreatif yang membutuhkan laptop dengan fitur unggulan namun memiliki harga yang pas di kantong. Produk ini diyakini mampu menjadi sahabat baru yang akan memberikan performa terbaiknya. Jadi series QA yang saya lihat di toko ini adalah satu dari sekian banyak ASUS X555.


Emang apa aja sih keunggulannya?

Baterai yang tahan lama.
Sebagai "generasi colokan" alias dikit-dikit nyari colokan, ASUS X555 memberikan sebuah harapan. Tidak perlu lagi takut baterai habis dan panik mengisi dayanya karena pekerjaan belum selesai. Dengan baterai jenis Li-Polimer, ASUS X555 memiliki daya tahan hingga 2,5 kali lebih kuat dibandingkan dengan baterai Li-lon Silinder. Katakan selamat tinggal untuk colokan gaisss!


Desain ciamik untuk berbagai aktifitas.
Notebook Asus X series ini bisa dikatakan luar biasa karena didukung oleh prosesor AMD®Quadcore A10 yang membuat kinerjanya lebih responsif dan halus. Untuk yang suka bekerja multitasking, Seri X adalah jawabannya. Selain itu setelah dipakai beraktifitas gak perlu khawatir laptop jadi stress lalu kepanasan. Dengan teknologi Icecool yang dimiliki oleh notebook ini  membuatnya dapat menjaga temperatur di antara 28-35 derajat. Bisa dipakai mengetik lebih lama deh.
Desain mewah
Teknologi Ice Cool
Komponen lengkap dan bermanfaat.
Kalian suka mendengarkan lagu? Atau nonton film? Suka bekerja dengan banyak perangkat bantuan yang harus dicolok ke laptop? Pilihan paling tepat kalau memilih notebook ini. Asus Golden Eye yang tertanam di dalam notebook ASUS X Series akan memberikan kita pengalaman bermain dengan banyak warna. Gak cuma itu, notebook ini juga akan memanjakan mata dengan kualitas gambar terbaik dan visual yang menakjubkan.

ASUS Golden Eye yang membuat warna yang ditampilkan lebih konstan
Empat pengaturan visual di layar, tinggal pilih sesuai selera gaiss!
Masih ada lagi nih. Notebook itu biasanya memiliki speaker on board yang kecil, jadi suara yang dihasilkan biasa aja gitu. Tapi lagi-lagi Asus Series X menunjukkan kelebihannya dibandingkan notebook yang lain. Berkat teknologi ASUS SonicMaster dan ASUS AudioWizard kita akan tenggelam dengan audio memukau yang memanjakan pendengaran.


Untuk port yang ada di notebook X Series ini kompatible dengan berbagai macam perangkat, seperti port USB 3.0, HDMI dan VGA, SD/ SDHC/ SDXC 3-in-1. Dan tahukah kalian? Port USB 3.0 dapat memberikan 10 kali kecepatan USB 2.0. Jadi memindahkan file musik, video, bahkan film yang berkapasitas besar gak perlu lagi butuh waktu lama. ASIK BENER!


Dengan zaman yang makin canggih nih, kita butuh banget laptop yang memiliki sekuritas dan mengenali pemilik laptop. Kaya ASUS X Series gini, dirancang dengan touchpad berteknologi eksklusif yang sensitif terhadap sentuhan namun juga memiliki akurasi yang tinggi. Touchpad ini juga dilengkapi dengan fitur multi-point touchpad denagn kombinasi teknologi ASUS Smart Gesture. Sentuh geser sentuh geser, sesuka hati di ujung jari. Duh pengen kakkkkk :((



Dan ini nih senjata buat yang gila nulis kaya saya. KEYBOARD! Thanks for ASUS X Series, keyboardnya dirancang secara ergonomis yang berfungsi meningkatkan optimal penggunaan keyboard. Bahkan ASUS, meyakinkan lewat standar pengujian yang ketat, memastikan keyboard pada notebook Seri X ini bertahan bahkan hingga 10 juta keystrokes. Berjam-jam ngetik bukan lagi masalah!

Cukup lama saya memandangi dan menyentuh ASUS X555QA di toko tersebut. Saya melirik harga yang tertera di sana: Rp 5.699.000, bungkus jangan?!

Beberapa mahar notebook ASUS X555
Sepulang dari toko itu, saya melirik sahabat lama saya yang lelah dimakan usia. Sudah saatnya dia digantikan oleh laptop yang lebih mumpuni untuk menemani segala aktifitas saya. Sudah saatnya mempercayakan proses menjadi kreatif ke laptop yang dapat melangkah bersama saya dengan imajinatif. Gak perlu pusing juga harus membeli ASUS X555 ini di mana. Karena Asus X555 juga telah tersedia di Tokopedia dong. Tuh tinggal angkut bawa pulang ajah.

Jadi yuk ucapkan selamat datang, sahabat imajinatif saya yang baru.

ASUS X555!




1 komentar:

  1. nah itu dia poinnya, menjadi pekerja kreatif seperti penulis atau konten kreator, saat ini setidaknya harus didukung perangkat tanggu dan mumpuni misal seperti ASUS X555 ini

    BalasHapus