My Head Full of Dream

Merdeka di Era Digital

Tujuh belas agustus tahun empat lima
Itulah hari kemerdekaan kita

Hari merdeka nusa dan bangsa
Hari lahirnya bangsa Indonesia
Merdeka


Sekali merdeka tetap merdeka
Selama hayat masih di kandung badan

Kita tetap setia tetap sedia
Mempertahankan Indonesia
Kita tetap setia tetap sedia
Membela negara kita

***
MERDEKA!!!
MERDEKA!!!
MERDEKA!!!

Lagu ini terdengar di seantero negeri setiap kali memasuki bulan Agustus. Dan semakin kencang digaungkan menjelang tanggal 17 Agustus. Kebahagiaan yang selalu kita rayakan atas bebasnya negeri ini dari tangan penjajah. Atas tidak sia-sia seluruh darah pahlawan yang tumpah demi bebasnya negeri tercinta dari kekangan bangsa asing lainnya. Lagu yang selalu membuat semangat berkobar dan membuat jiwa raga ingin mati-matian berdiri demi bumi pertiwi.
Tetapi benarkah kita sudah benar-benar merdeka di era internet yang semakin mendunia?
Tidak.
Tanpa kita sadari kita belum benar-benar merdeka. 
Mengapa?
Untuk yang sering menggunakan media sosial pasti paham, betapa jahat dan terjajahnya kita sebagai penggunanya. Berita negatif tersebar di mana-mana. Kata-kata jahat, cacian, hinaan, hingga kebencian mengudara dengan tergesa-gesa. Setiap harinya ada saja hal-hal yang membuat hati ini miris dan sedih karena berita-berita yang beredar di luar sana.
Kita terjajah oleh pola pikir manusia yang dengan gampangnya menyakiti juga melukai orang lain lewat jari-jari tangannya. Kita terjajah oleh orang-orang yang menggunakan sosial media sebagai samsak emosinya. Kita terjajah oleh pengguna sosial media yang ringan tangan menyebarkan konten apapun tanpa perlu tahu kebenarannya.
Di era digital saat ini sangat penting untuk kita mengedukasi, memberikan pemahaman, melakukan pengajaran terhadap penggiat sosial media di manapun berada. Survey membuktikan bahwa pengguna internet terbesar di Indonesia merupakan anak sekolah. Berarti kita bisa mengerucutkan edukasi cerdas menggunakan internet yang dimulai dari rumah dan sekolah. Berikan pemahaman secara terus-menerus kepada siapapun pengguna sosial media, bahwa ada kebijaksanaan yang harus kita pertimbangkan dalam setiap konten yang akan kita bagikan/ sebarkan. 
Baru-baru ini sosial media memberikan dampak positif terhadap masa depan seorang anak. Ingatkah kalian tentang anak yang memanjat tiang bendera dengan gagahnya demi memperbaiki tali di tiang bendera. Perbuatan heroiknya dengan cepat tersebar di semua sosial media dan memberikannya banyak keuntungan bahkan hingga bertemu Presiden Jokowi.
Menilik dari cerita inspiratif di atas, saya meyakini bahwa sosial media tidak hanya memiliki dampak negatif tetapi juga dampak positif. Tergantung bagaimana kita menggunakan dan memanfaatkannya. Di era digital yang semakin mendunia ini banyak sekali kemudahan yang juga dapat kita rasakan, contohnya memesan barang secara online. Banyak sekali beredar start-up yang memerdekakan kita dalam berbelanja online. Salah satunya adalah Moladin. Moladin merupakan salah satu start-up yang didirikan dan sedang berkembang di Indonesia. Moladin menyediakan jasa untuk memudahkan pembelian sepeda motor dan spare part. Di Dirgahayu Indonesia yang ke 73 ini, banyak sekali promo yang diadakan di Moladin hingga bulan Agustus nanti berakhir. Info lengkapnya bisa ditemukan di sini.
Indonesia telah genap merdeka selama 73 tahun. Semoga setelah merdeka dari penjajah, di tengah era digital ini kita juga bisa merdeka. Merdeka dari berita negatif juga kata-kata yang penuh kejahatan. Semoga kita terus dapat merasakan kebebasan untuk menyebarkan kebaikan lewat dunia digital.

MERDEKA!




3 komentar: